MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Ibu Ingin Melihat Aku Bahagia


__ADS_3

Saat aku sedang di kamar,pintu kamarku di ketuk sama mba Iis, kata mba Iis aku di panggil ibu untuk ke bawah, aku pun langsung turun dan menemui ibu di ruang depan. Aku melihat tinggal ibu yang ada di ruangan berarti ibunya papah dan papah sudah pulang, rasanya aku deg degan karena melihat wajah ibu yang hanya diam.


Lalu ibu menyuruhku untuk duduk, setelah duduk ibu bicara padaku tentang perasaanku ke pada papah.


"Dinda ibu mau tanya jawab dengan jujur,?apa Dinda mencintai mas Agung atau hanya rasa sayang karena merasa nyaman di lindungi,? "tanya ibu pada ku.


"Dinda tadinya hanya rasa nyaman karena papah orangnya perhatian dan sangat baik, tapi makin ke sini karena Dinda dan papah sering bertemu membuat perasaan Dinda makin sayang, dan lama2 timbul rasa cinta.Karena yang Dinda rasakan ingin selalu di dekat papah dan tidak ingin jauh dari papah, "jawabku,,


"Maafin Dinda bu, Dinda aja tadinya ngga mau sampai kaya begini, tapi perasaan Dinda tidak bisa di bohongi. Semakin Dinda ingin lepas dengan perasaan ini makin sakit dan tersiksa yang Dinda rasakan, "kataku lagi.


"Dari kapan Dinda punya rasa pada mas Agung, ?"tanya ibu lagi sambil nadanya sedikit pelan.


"Yang Dinda rasakan,sesudah ibu berpisah dengan papah. Karena ibu sering pergi kerja membuat Dinda kesepian di rumah, jadi Dinda sering main ke tempat tinggal papah bu,, "jawabku.


"Apa Dinda ingin menikah muda,? apa Dinda tidak ingin merasakan masa masa muda Dinda dulu dan bekerja dengan banyak teman,dan apa Dinda juga sudah siap kalau langsung mempunyai anak dan hanya menjadi ibu rumah tangga,"?aku hanya diam saat ibu bicara begitu.


"Ibu juga ingin melihat anak ibu menikah dan bahagia, tapi ibu juga ingin melihat anak ibu sukses.Sukses dalam meraih cita cita juga sukses dalam bekerja, !"


"Ibu tidak akan memaksa Dinda untuk sesuatu yang membuat Dinda tidak bahagia, lakukan lah yang Dinda inginkan ,apa yang membuat Dinda bahagia ibu akan mendukung, ibu sayang sama Dinda ,ibu bekerja juga buat mencari uang untuk sekolah Dinda, tapi kalau Dinda memang ingin menikah muda ibu tidak melarang asal Dinda senang dan bahagia. "tiba2 air mataku jatuh.


Aku langsung mendekat pada ibu dan langsung memeluknya dengan masih menangis.


"Maafin Dinda bu, telah membuat ibu kecewa, Dinda anak yang tidak tau berterimakasih, bukan maksud Dinda ingin mengecewakan ibu tapi Dinda hanya ingin terhindar dari dosa, menikah muda tidak akan menghalangi Dinda untuk meraih cita cita Dinda bu, Dinda akan terus kuliah,"kataku yang masih di pelukan ibu.

__ADS_1


"Lakukan lah apa yang Dinda inginkan,apa pun keputusan Dinda ibu akan mendukungnya asal Dinda bahagia, "jawab ibu yang melepaskan pelukanku. Di usapnya air mataku dan ibu lalu tersenyum.


.


.


Aku memandamg langit yang sangat indah di malam hari, banyak bintang bintang dan juga ada bulan, aku duduk di teras depan kamarku menikmati udara malam yang sangat dingin, malam ini entah kenapa aku susah untuk tidur, aku kepikiran kata kata ibu.


"Kalau Dinda bahagia ibu juga bahagia, "


Apa itu artinya ibu merestui hubunganku dengan papah, tapi aku lihat dari sorot mata ibu hanya keterpaksaan, entahlah rasanya kepalaku berat sekali memikirkan ini.


Aku melihat hpku dan ternyata banyak sekali pesan masuk, aku melihat pesan dari papah,papah mengatakan kalau ibunya papah besok pagi mau pulang dan sebelum pulang ibunya papah katanya ingin bertemu denganku.


.


.


.


Setelah selesai memakai baju aku langsung memoles wajahku dengan sedikit bedak juga tidak lupa memakai liftik,setelah selesai berdandan aku langsung turun ke bawah untuk sarapan karena sekarang masih hari libur aku melihat ibu sudah ada di meja makan.


"Pagi bu,,, "kataku sambil ku cium pipi ibu.

__ADS_1


"Pagi sayang,,, kok sudah rapi aja mau kemana nih hari libur,? "tanya ibu saat aku sudah duduk.


"Hemmmm,,, itu bu,Dinda di suruh ikut mengantarkan ibunya papah ke bandara, apa boleh Dinda pergi bu,? "kataku.


"Iya,, pergi lah, salam buat ibu, "aku pun tersenyum dan menganggukan kepalaku.


Setelah aku dan ibu selesai sarapan,aku langsung berpamitan pada ibu untuk pergi ke tempat papah, aku juga sudah memesan ojol dari sebelum sarapan. Jadi saat aku ke luar ojol sudah ada di depan.


Sekitar 30 menit aku sampai di apartemen papah, aku langsung masuk dan mengucapkan salam. Dan papah menjawab salamku, lalu aku di suruh masuk oleh papah


"Dinda dah sampai,, sinih duduk ibu mau bicara sama Dinda, "kata ibu, lalu aku duduk di sebelahnya. Sedang papah masuk ke kamar ibu katanya mau mengambil tas ransel ibu.


"Ibu mau pulang, Dinda ikut mengantar kan, ?"tanya ibu.


"Iya bu,, Dinda ikut mengantar, "jawabku. Dan ibu tersenyum.


"Gimana ibu Dinda, apa dia marah sama Dinda atas kedatangan ibu dan Agung, ?"tanya ibu. Aku menggelengkan kepalaku.


"Ngga ko bu, ibu Dinda menyerahkan keputusanya pada Dinda, ibu katanya akan mendukung semua yang Dinda ingin kan, "jawabku.


Sambil tersenyum ibu menggenggam tanganku, "Ibu titip Agung, Agung anak ibu satu satunya ibu ingin melihatnya bahagia.Kalian cepatlah menikah agar tidak melakukan dosa, ibu tunggu Dinda datang ke rumah ibu, "lalu ibu memeluku dan aku pun membalas pelukanya.


Buat kaka kaka semuanya, Terimakasih atas komen dan likenya, jangan lupa juga vote nya yah kak.terimakasih juga atas saran dan kritiknya ,😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2