MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Rizki Mengantar Zara


__ADS_3

Hari pun berlalu, Zara hari ini akan di antar Rizki pulang kampung,Hendra meminta Rizki untuk mengantar Zara dengan bayaran lembur 3 x lipat.


Rizki dengan senang hati langsung menyetujuinya, bukan karena bayaran yang 3 x lipatnya itu, tapi karena Rizki sangat senang jadi bisa berduaan dengan Zara di waktu yang tidak sebentar.


Sore hari Rizki di rumahnya sudah bersiap untuk menjemput Zara ke rumahnya, setelah itu Rizki membawa mobilnya dengan cepat.


"Sore Oma,, "kata Rizki saat sudah sampai rumah Hendra dan masuk ke dalam ,lalu melihat Oma yang sedang duduk di sofa.


"Sore Ki,, duduk dulu gih, Zaranya belum siap kayanya,, "


"Iya Oma,, "Rizki pun duduk di sofa.


Oma menyuruh Mba untuk melihat Zara untuk menanyakan apa sudah siap apa belum.


Hendra datang bersama Dea, dan ikut duduk di sofa gabung dengan Rizki dan Oma.


"Ki,, Sebelum pergi makan dulu biar ada tenanga buat nyetir,kalau nanti mengantuk lebih baik istirahat dulu aja ,,"kata Hendra.


"Iya Pak,,,"


Lalu setelah mengobrol cukup lama dan Zara juga sudah turun, mereka bersama lanjut makan malam bersama.


Selesai makan Rizki menata tas Zara dan barang lainya, rupanya Hendra membelikan oleh oleh buat kakek juga buat keluarga yang lainya di kampung.


"Ki,, bawa mobilnya jangan ngebut ngebut yah, santai aja ngga buru buru harus sampai ini,, "


"Iya Pak,, saya akan santai dan pelan pelan saja bawa mobilnya, bapa ngga perlu kuatir, cukup doakan saja supaya saya berangkat dengan pulangnya nanti selamat sampai rumah lagi dengan selamat,, "


"Iya,, saya doakan,, "kata Hendra dengan cueknya. Rizki hanya tersenyum tipis.


Setelah itu Zara dan Rizki berpamitan pada semuanya, setelah berpamitan Zara dan Rizki masuk mobil, dan siap berangkat.


Rizki membawa mobilnya menuju kampung di mana Zara di besarkan.


"Bang,, Abang bawa minum ngga,,? "

__ADS_1


"Ngga,, gampang entar beli di pom bensin aja atau di mini market kalau kamu haus,, "


"Iya,,, "


Sepanjang jalan Zara menemani Rizki, Zara tidak mengntuk karena siangnya Zara tidur cukup lama.


"Za,, Abang boleh nanya ngga,?"Zara mengangguk.


"Kamu pengin nikah umur berapa,,? "Zara lalu berfikir.


"Zara penginya nikah di umur 22 sampai 23 th lah,, kenapa Abang nanyain itu,, ?"


"Kalau kamu penginya umur segitu, Abang udah 30 tahun dong nanti,, dan udah tua, "


"Ya Abang emang pengin nikah di umur berapa,,? "


"Umur 27 th,, "


"Ya udah kalau gitu sekarang Abang mulai mencari calon istri , masih ada waktu dua tahun lagi kok untuk nyari calon istri ,, "


"Oh gitu,, berarti pacar Abang seumuran Zara dong , "Rizki mengangguk.


"Kenapa ngga ajakin nikah muda aja, saat dia lulus SMA atau umur 20 gitu,, "


"Ya udah nanti coba Abang tanya ke dia,, doain yah semoga dia mau,, "


"Iya,, Zara doain deh,, "Rizki hanya tersenyum.


Saat sudah memasuki Tol, Rizki mengisi bahan bakar mobilnya, juga sekalian beli makanan serta ke toilet.


"Bang,, nanti temenin Zara ke toulet yah, Zara takut kalau malam malam begini takut ada orang iseng,, "


"Iya Abang temani, sekalian tenenin masuk ke dalam juga boleh, "


"Enak aja,, itu ngga boleh,, "

__ADS_1


"Oh ngga boleh yah, ya udah deh kalau ngga boleh Abang juga ngga maksa kok,, "sambil tersenyum.


Selesai mobil di isi bahan bakar, mobil di parkirkan, lalu Rizki menemani Zara ke toilet wanita, Rizki menunggu di depan.


"Eh Mas,, ngapain di depan toilet wanita, jangan macam macam yah,, saya laporkan pihak ke amanan nih, "kata perempuan yang akan masuk toilet .


"Mba jangan sembarangan nuduh dong, saya lagi nunggu pacar saya yang lagi di dalam,, lagian emang ada tampangnya saya yang mau kurang aja sama perempuan,, "


"Ya lagian Mas nya itu mencurigakan banget sih, kalau mau nunggu cewenya yang di dalam itu aga jauhan kek, di situ apa di mana, ini mah Mas di depan pintunya persis sih,,bikin orang curiga aja,, "


"Ada apa sih Bang,,? "tanya Zara saat keluar dari dalam toilet.


"Masa Abang di sangka mau macam macam karena berdiri di sini, udah ayo kita pergi,, "Kata Rizki sambil menggandeng tangan Zara.


sedang si perempuan tadi langsung masuk ke dalam.


"Mau beli apa aja,,? "saat sudah di dalam minimarket.


"Mau beli minum sama cemilan,, boleh,, "


"Boleh dong,, Buat nona cantik apa aja boleh di beli,, "


"Gombal aja teruss,, "kata Zara sambil bergi ke rak makanan. sedang Rizki tersenyum melihat tingkah Zara yang suka malu saat di gombalin.


Zara membeli banyak cemilan dan juga satu botol air mineral. lalu mereka masuk ke mobil.


"Abang istirahat bentar yah, Kamu kalau ngantuk tidur aja dulu,, "


"Zara ngga ngantuk kok, kalau Abang mau istirahat ya udah istirahat aja dulu,, "Rizki lalu mengubah jok mobilnya agar bisa nyaman di badanya, setelah itu Rizki memejamkan matanya.


Zara mendengarkan musik sambil makan jajanan yang tadi di belinya, saat melihat ke sebelah, rupanya Rizki sudah tertidur dengan pulas dan Zara memandangnya ,dengan sedikit gelap tapi wajah tampan Rizki masih terlihat jelas.


"Tampan,,, "satu kata yang keluar dari mulut Zara dengan tanpa sadar.


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2