
"Mass,,, Mas Hendra bangun,, "kataku.saat tadi Aku bangun tidur, Aku melihat di kamar ngga ada Mas Hendra, lalu Aku mencarinya ke kamar mandi tapi juga ngga ada, lalu Aku putuskan keluar kamar dan mencari Mas Hendra, tapi juga ngga ada, lalu Aku masuk ke kamar yang ada di samping dapur, dan ternyata Mas Hendra ada di dalam dan masih tidur.
"Iya,,, jam berapa sekarang,,? "tanya Mas Hendra, sambil matanya masih terpejam.
"Setengah tujuh,,"jawabku sambil duduk di samping Mas Hendra.dan sambil ku pandangi wajah tampanya yang saat ku lihat sangat meneduhkan hatiku.
"Kok cepat banget sih siangnya,, kayanya Saya baru tidur sebentar,,"lalu Aku langsung tersadar dari lamunanku yang sedang memuji ke tampananya.
"Emang Mas tidur jam berapa, dan kenapa pindah ke kamar ini,, katanya mau tidur bareng Dea,, ?"kataku.
"Mas semalam ngga bisa tidur,, soalnya wanita yang tidur sama Saya semalam tidurnya ngga mau diem, guling sana guling sinih sampai perut Saya aja di naikin dengan kakinya,, makanya Saya pindah tidurnya ke kamar ini karena badan Saya pada sakit selalu di tindihin kakinya,, "Aku langsung kaget dengan perkataan Mas Hendra.
"Pasti Mas sedang berbohong kan,, ngga mungkin Dea tidurnya seperti itu,, "kataku. lalu Mas Hendra pun bangun dan duduk di kasur.
"Buat apa Mas bohong, dan ngapain juga Mas sampai pindah kamar kalau kamu tidurnya anteng,, kamu tuh tidur kakinya ke mana mana dan itu kamu aja sampai kelihatan dengan jelas, kalau Saya ngga pindah bisa bisa Saya per*osa kamu tuh,, "sambil menujuk ke dadaku, Aku langsung menutup dadaku dengan ke dua tanganku.
Ya Tuhan,,Mas Hendra pasti semalam melihat Aku yang ngga pakai celana dan BH. (dalam hatiku berkata)
"Mau kemana kamu,,? "tanya Mas Hendra saat Aku berjalan ke arah pintu keluar sambil tanganku menutup dadaku.
"Hemm,, mau kekamar mau mandi,kita kan mau ada miting pagi kan,, "jawabku tanpa berbalik.
Saat Aku akan keluar, suara bel apartemen berbunyi. lalu Mas Hendra melarangku untuk membuka pintunya. Katanya Mas Hendra yang akan membukanya,Aku di suruh menunggu di kamar.
Aku masuk kamar dan langsung mandi, saat selesai mandi Aku baru sadar ngga ada baju untuk Aku ganti, saat Aku sedang cari ide mau gimana, suara pintu kamar mandi pun di ketuk dan Mas Hendra memanggilku.
"De,, ini baju buat kamu pakai udah ada di kasur yah,, Saya keluar dulu mau mandi juga,, "Aku pun bernafas lega, rupanya Mas Hendra sudah membelikan baju untuku.
Lalu Aku pun menjawab Iya, dan setelah suara pintu terbuka dan tertutup lagi, Aku langsung keluar dari kamar mandi, Aku hanya membalutkan handuk saja di badanku. Saat Aku lihat baju yang ada di kasur, tiba tiba pintu kamarku terbuka, Aku yang kaget langsung berteriak.
"Mas,,, kamu ngapain masuk lagi sih,, "tanyaku, dan Aku langsung menarik slimut untuk menutupi badanku yang hanya memakai handuk.
"Saya mau ambil baju di lemari,, tadi lupa mau ambil sekalian,,"tapi bicaranya Mas Hendra sambil mendekat padaku.
"Mas,, mau apa?jangan mendekat,, "kataku sambil jalan mundur karena Mas Hendra makin mendekatiku dan menatapku dengan tatapan aneh.
__ADS_1
Lalu Mas Hendra mencium keningku dan lanjut jalan ke lemari.
Cupp..
Aku hanya diam mematung karena kaget dengan kelakuan yang Mas Hendra lakukan padaku.
Saat Aku masih berdiri seperti patung, Mas Hendra setelah mengambil baju di lemari,mendekatiku lagi lalu berbisik di telingaku.
"Mau yang lebih h*ot ngga ciumanya,, "sambil matanya berkedip satu. Aku yang langsung tersadar langsung memukul lenganya, dan Mas Hendra langsung lari sambil tertawa puas telah mengerjaiku.
Aku langsung buru buru memakai baju dan sebelum itu Aku juga mengunci pintu kamarku dulu, takut Mas Hendra masuk lagi.
Setelah selesai Aku merapikan rambut dan sedikit berpoles, agar lebih fres wajahku.
Setelah itu Aku keluar dari kamar dan mengetuk kamar Mas Hendra.
"Mas,,, udah siap belum,, udah siang nih buruan,, "teriaku.
Lalu Mas Hendra pun keluar dari kamar sambil menenteng dasi.
"Kenapa ngga pasang sendiri aja sih Mas,, "kataku sedikit ngomel tapi sambil mengerjakanya.
"Jangan ngeliatin kaya gitu Mas,, nanti matanya kelilipan baru tau rasa kamu,, "kataku lagi, karena dari tadi mata Mas Hendra selalu menatapku.sedang Mas Hendra hanya tersenyum saja.
"Suadah rapi dan suadah tampan,, ayo kita berangkat,, "sambil Aku rapikan jas nya, setelah tadi Aku juga membantu memakainya.
Lalu kita pun keluar dari apartemen, dan tangan Mas Hendra langsung menggandeng tanganku.
"Kita sarapan di kantor apa mau mampir dulu di restoran,, "saat di dalam lif Mas Hendra bertanya.
"Kita ini kesiangan loh Mas,, kalau kita mampir restoran ngga bakal ke buru, dan kalau kita makan di kantor pun pasti makanya harus buru buru,, "jawabku.
"Trus harus gimana biar kita sarapan tapi ngga telat,,? "Aku pun sambil berfikir.
Lalu saat baru keluar dari apartemen, di pinggir jalan ada yang jual nasi uduk.
__ADS_1
"Mas minggir bentar deh,, "
"Mau apa,kita udah kesiangan ini,? "
"Udah berhenti aja dulu,, "kataku, setelah mobil berhenti Aku langsung keluar dan menuju penjual nasi uduk.
Aku membungkus dua nasi uduk, dan juga membeli dua botol air mineral.
"Beli apa itu,,? "saat Aku masuk ke mobil Mas Hendra bertanya.
"Nasi uduk buat sarapan kita,, "jawabku.
"Udah ayo Mas kita jalan lagi,, "sambil Aku. membuka bungkusan nasi uduk.
"Ayo aa,,, buka mulutnya,,"kataku menyuruh Mas Hendra buka mulut.
Aku pun menyuapi Mas Hendra dulu sampai habis,, dan juga memberinya minum. setelah itu baru Aku yang makan.
"Enak juga yah nasi uduk pinggir jalan,,tapi itu ngga bikin kita sakit perut kan De,,? "
"Ngga lah Mas,, buktinya banyak yang beli kan,, berarti ngga bikin sakit perut dong,,"jawabku sambil menyuapkan nasi ke mulutku.
Ahirnya kita sampai di kantor dengan perut kenyang.
"Tunggu jangan keluar dulu, itu di bibir kamu ada kotoranya,, "kata Mas Hendra sambil memegang tanganku untuk tidak keluar dulu. dan Aku pun menurut.
Berlahan tangan Mas Hendra mengarah ke bibirku, dan Aku hanya diam saja, tapi dengan cepatnya bibir Mas Hendra sudah menempel di bibirku. Aku yang kaget dengan kelakuan Mas Hendra hanya diam,tadinya hanya menempel tapi Mas Hendra menggigit bibirku dan Aku yang merasa sedikit sakit dan kaget langsung membuka mulutku.
Aku pun akan memundurkan kepalaku tapi tangan Mas Hendra malah menahan tengkuk leher belakangku, jadinya Aku sudah susah bergerak.
Mas Hendra menyedot serta mel*mat bibirku dengan sangat lembut, membuatku hanyut dalam permainan bibir Mas Hendra. Ciuman Mas Hendra cukup lama sampai Aku ke habisan nafas, lalu Aku memukul dada Mas Hendra agar melepaskan ciumanya, ahirnya ciuman pun terlepas. dan Aku langsung mengatur nafasku.
"Trimakasih,, karena kamu membuat hari hari Saya sakarang jadi lebih berwarna,,"sambil mengusap bibirku yang basah, dan dengan refleknya kepalaku pun mengangguk.
Jangan lupa like komen dan votenya,, trimakasih...
__ADS_1