MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Ada Yang Memfoto Zara Dan Rizki


__ADS_3

Sampai di rumah Rizki, Rizki mengajak Zara untuk turun.


"Emang apa sih Bang yang ketinggalan,, "


"Hp Abang yang ketinggalan,, "


"Ya udah Abang yang ambil aja sanah, Zara tunggu di mobil aja, "


"Udah ayo ikut turun aja, takutnya Abang lama, "


Ahirnya Zara ikut turun karena Rizki membukakan pintu mobil agar Zara ikut turun.


Sampai di dalam rumah Rizki masuk ke kamarnya, dan mengambil hpnya yang ada di meja dekat kasur.


"Mau minum ngga Yang,,"saat keluar dari kamar.


"Ngga, Zara juga bawa Su *su sama roti panggang, buat kita nanti. Abang belum sarapan kan,?, "


"Iya,, Abang belum sarapan, "


"Ya udah yuk kita berangkat,"ajak Zara saat Rizki sudah di dekatnya.


"Yang,, tunggu bentar kek, Ngga kangen apa sama Abang,"sambil memeluk Zara dari belakang. karena Zara sudah berbalik ke arah pintu.


"Ini kayanya Abang sengaja ninggalin hpnya yah, biar ada kesempatan peluk Zara, "sambil Zara berbalik dan sekarang mereka sudah saling hadap.


Rizki tersenyum sambil menyelipkan rambut Zara ke telinga.


"Iya,, masa kamu pulang ke jakarta tapi ngga ada waktu buat berduaan, Abang tuh dah kangen tau ngga sama ini kamu,, "sambil mengusap bibir Zara.


"Ihh,, dasar mesum,, "Zara lalu menutup mulutnya dengan tanganya.


Rizki sambil tersenyum langsung menggendong Zara menuju sofa.

__ADS_1


"Abang mau apa, kita mau pergi loh, jangan macam macam,,"saat Zara sudah di tidurkan di sofa.


"Tenang aja Abang ngga akan macam macam dan ngga akan lama, hanya 5 menit saja,, "saat Zara mau bicara lagi Rizki sudah mencium bibir Zara dengan Rakus, sampai Zara kualahan.


Rizki melu*mat juga menyedot bibir Zara, dan Rizki juga tanganya ngga tinggal diam, Rizki sambil meremas dada Zara.


"Abangggg,,, "Zara merasakan pasokan nafasnya tinggal sedikit dan remasan tangan Rizki di dadanya juga sakit, lalu mendorong Rizki.


"Zara ngga bisa nafas,, pelan sih Bang,, sakit tau,, "


"Maaf sayang,, Abang hilaf,,"Rizki langsung duduk dan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, sambil menjambak rambutnya.


Sedang Zara merapikan baju dan rambutnya yang acak acakan.


"Ayo kita berangkat,, "Rizki sambil bangun dan mengajak Zara untuk berangkat setelah melihat Zara sudah tidak acak acakan lagi.


Sampai di mobil Rizki jadi pendiam, Zara pun merasa tidak enak.


"Ngga, Abang ngga Marah, justru Abang yang minta maaf,, Abang suka ngga bisa kontrol kalau dekat kamu, maafin Abang yah,, "sambil tersenyum tipis. Zara pun mengangguk, lalu Zara menyandarkan kepalanya di pundak Rizki.


"Sayang,, katanya tadi bawa makanan, mana makananya,, Abang lapar nih,, "


"Oh iya Zara sampai lupa,, "Zara lalu mengambil tas kecil tempat kotak dan botol yang berisi su*su di dalamnya.


Lalu Rizki dan Zara pun makan rotinya bersama, juga dengan su*su hangatnya.


"Sayang,, nanti keluar dari tol kita cari tempat makan yah, kalau cuman makan roti sama minum ini doang mah kurang kenyang, "


"Iya Bang,, Zara Juga ngga kenyang,, "lalu tersenyum bersama.


"Za,, Abang mau tanya, Papah kamu sudah bilang belum ke kamu kalau kamu mau di jodohkan dengan anak dari teman bisnisnya,? "Zara yang belum tau tentang perjodohan diam sesaat.


"Di jodohkan,, Zara mau di jodohkan,, "Rizki mengangguk.

__ADS_1


"Zara kurang faham deh Bang, coba jelasin lagi,, "


"Jadi kemarin Papahmu bertemu teman bisnisnya, dan teman bisnis Papahmu itu bawa anak laki laki, umurnya ngga beda jauh sama Abang, dan teman bisnis Papahmu itu bilang mau menjodohkanya dengan kamu,,"


"Masa sih,, tapi Papah ngga bilang apa apa sama Zara semalam, "


"Mungkin belum ,tapi nanti kalau Papahmu bilang ingin menjodohkan kamu, kamu jangan mau ya Yang,, "


"Iya Abang,,Zara bakalan nolak,, "


"Bagus,, "


"Tapi kalau nanti Papah memaksa Zara gimana ,,?"


"Ya pokoknya kamu harus tetap menolak, bilang aja kamu sudah punya pacar,, "


"Kalau Papah nyuruh Zara bawa pacar Zara gimana, Abang mau terus terang ke Papah kalau kita ada hubungan,, "


"Ya kalau memang harus, Abang akan bilang ke papahmu kalau kita ada hubungan, yang penting kamu harus menolak perjodohan itu, Abang ngga bakal biarikan itu terjadi, "


"Zara juga akan sangat menolaknya, Zara tidak mau menikah dengan orang lain, hanya sama Abang Zara mau menikah, karena Zara sangat mencintai Abang,, "Rizki tersenyum senang, dan menciumi punggung tangan Zara.


"Kita akan berjuang bersama demi hubungan kita ya sayang,, "Zara menjawab Iya, lalu bersandar di pundak Rizki.


Mobil Rizki ahirnya keluar dari tol, dan Rizki mencari warung makan yang tempat parkirnya enak, agar tidak robed nantinya.


Rizki ahirnya berhenti di warung makan sunda, dan parkiranya juga nyaman, karena warung makanya besar dan ramai.


Lalu Rizki dan Zara sambil bergandengan tangan masuk ke rumah makan itu, tanpa di sadari ada kamera yang memfoto Rizki dan Zara yang sedang berjalan sambil bergandengan tangan.


**Jangan lupa like, komen dan votenya trimakasih..


Jangan lupa mampir juga ke ceritaku yang lainya yah,,, dan tinggalkan jejak agar Aku tambah semangat nulisnya,, 😊😊**

__ADS_1


__ADS_2