MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Olahraga Pagi


__ADS_3

"Mas bangun ini dah siang,,,"Kataku sambil mengusap kepalanya.


"Masih ngantuk Dek,, ini kan hari libur Mas pengin bangun siang,, "sambil memeluk guling.


"Ya udah Mas tidur aja lagi, Dinda mau olahraga lari di komplek dulu ya Mas,"sambil Aku mengganti baju tidur dengan baju olahraga.


"Sama siapa,,, Adek olahraganya,,? "sambil bangun dari tidurnya dan duduk di kasur.


"Sendiri,, kan Mas ngga mau nemenin katanya mau tidur, "jawaku yang sudah siap untuk berangkat.


"Mas akan temani, Adek tunggu dulu,Mas akan temani dan bersiap,"Lalu Suamiku masuk kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi, sedang Aku duduk di kasur menunggu Suami yang akan bersiap dan Aku juga sudah menyiapkan baju yang akan di pakai Suami.


Setelah suami siap kita pun keluar dan kita mulai berlari mengitari komplek,karena hari libur banyak orang orang komplek pun yang olahraga berlari.


Saat Aku dan Suami sedang berlari ,kita berpapasan dengan 3 pemuda, karena daging kenyalku memang kelihatan besar apa lagi memakai baju ketat membuat 3 pemuda itu tiba tiba bersiul padaku, Suamiku yang melihatnya tidak suka lalu berhenti berlari, tapi Aku langsung menariknya, Suamiku hanya menatap tajam ke pada para 3 pemuda iseng itu.


"Makanya Mas ngga suka kalau Adek olahraga sendiri, pasti kalau ngga ada Mas mereka sudah isengin Adek,, "sambil berlari kecil.


"Ngga usah souzon Mas,, ngga baik, "kataku.


"Tadikan Adek liat sendiri, ada Mas aja mereka berani siulin Adek,, besok besok kalau mau olahraga harus sama Mas,, kalau ngga sama Mas ngga usah olahraga, nggerti Dek,,, "


"Iya Suamiku sayang,,,, "kataku sambil tersenyum.


Di tengah komplek ada taman yang sangat ramai kalau hari libur, Aku dan Suami memutuskan untuk istirahat di bawah pohon.


"Mas,, Dinda mau bubur ayam sama teh manis angett,, "kataku sambil merangkul tangan Suami.


"Iya Mas belikan, mau makan di sini apa di sana, "sambil menunjuk penjual bubur ayamnya.


"Sini aja, di sana rame pasti ngga ada tempat buat duduk,,"


"Ya udah Adek sini aja, jangan pergi kemana mana, "Aku pun mengangguk sambil bilang ok.


Suamiku pun pergi menuju tukang bubur, saat mataku sedang melihat ke arah sekitar, pandanganku mengarah pada seorang pria yang Aku kenal, saat Aku masih melihatnya dia pun pas melihatku, kita saling pandang dan lama lama kita pun tersenyum.

__ADS_1


Pria itu sepertinya mendekatiku ,Aku melihat ke Suamiku yang sedang mengantri, rupanya Suamiku sedang menatapku, mati Aku pasti nanti jadi masalah lagi ini.


"Hayy,,, kamu Dinda kan,, "Sambil ikut duduk, untungnya agak jauh.


"Iya,,, kamu kak Aldo yah,, "dia pun menganghuk.


"Dinda sama siapa,,? "Aku langsung menujuk dengan mataku.


"Tuh dengan Suamiku,,, "jawabku, dan Kak Aldo hanya tersenyum dan menganggukan kepala.


"Dinda makin cantik aja, pasti hidupnya bahagia yah,,, "


"Ya begitu lah,, Dinda sangat bahagia dan Dinda juga sudah punya anak satu,, kalau Kak Aldo sudah nikah belum,,? "Kak Aldo hanya menggeleng.


Suamiku pun datang dengan membawa nampan yang berisi dua mangkok bubur ayam dan dua gelas teh hangat. Aku langsung bangun dan mengambil nampan yang Suamiku bawa.


"Pagi pak,, gimana kabarnya,,, "sambil berjabat tangan.


"Baik,, kamu gimana kabarnya,, "


"Saya juga baik pak,,, "Suamiku pun mengangguk.


"Iya silakan pak,, "


"Kak Aldo,, Dinda makan dulu yah,, "kataku, Kak Aldo mengangguk.


Saat Aku sedang makan, Suamiku mengelap ujung bibirku dengan tanganya, sepertinya Aku makan buburnya sedikit blepotan.


Selesai makan bubur, kita bertiga pun mengobrol, rupanya Kak Aldo sedang mencari pekerjaan karena dia habis ngundurin diri karena ada kasus dengan rekan kerjanya. Suamiku pun mengatakan akan mencarikan pekerjaan untuk Kak Aldo. hari makin siang Aku dan Suamiku pun pulang duluan, sedang kak Aldo berkumpul lagi dengan teman temanya.


.


.


.

__ADS_1


Ayah Doni


Saat kemaren Aku menolong perempuan yang akan tertabrak oleh mobilku itu, ternyata dia adalah Mamahnya Zara, karena saat di mobil Aku mengingat ingat siapa wanita itu karena sepertinya Aku pernah melihatnya, tapi Aku tetap tak ingat.


Tapi pas sampai di rumahnya si perempuan itu Aku langsung ingat karena Aku melihat Kakek Zara dan Zara juga yang mungkin sedang menunggu wanita ini pulang.


"Trimakasih telah menolong Saya,, "


"Sama sama,, "jawabku sambil menganggukan kepalaku.


Lalu perempuan itu pun keluar dari mobilku, dan Aku mendengar Zara memanggil Mamahnya.


"Mamahh,,, kok baru pulang, Zara sama Kakek kuatir,, kok Mamah basah,,, "sambil mereka berjalan masuk, Aku pun langsung menjalankan mobilku untuk pergi dari situ.


Hari ini hari libur, karena bosan di rumah Aku mengajak adiku untuk ikut belanja ke Mall, mungkin karena Aku sedikit lama hidup di kota dan dulu kalau hari libur sering jalan jalan ke Mall bareng Farida jadi sekarang kalau hari libur merasa jenuh, rasanya ingin mencari hiburan.


Adiku pun mau tapi Suaminya tidak mau ikut karena Suaminya akan pergi karena ada pekerjaan katanya, jadi Aku pergi berdua dengan adiku menggunakan motor.


Sampai di Mall, Aku memberi adiku uang untuk belanja, sedang untuk kebutuhanku tadi Aku sudah mengatakanya pada adiku, Adiku belanja Aku nongkrong di cafe untuk minum kopi, sambil melihat orang berlalu lalang.


"Permisi,,, maaf mau tanya, apa ibu istri dari pak Doni, "


"Maaf memangnya kamu siapa,,? "


"Saya Zara,, murid dari pak Doni,, "


"Oh murid dari Kaka,,, "


"Kaka,, maksudnya ibu ini bukan istri pak Doni gitu,, "


"Iya bukan ,Saya ini adeknya dan Kaka Saya itu Duda, istrinya meninggal karena sakit,, "


"Oh gitu,,,,, kalau gitu Saya permisi dulu ya Bu,"


Zara pun pergi untuk mendekati Mamahnya yang sedang belanja sambil tersenyum. Zara tadi melihat Doni dan Adiknya saat Doni memberi uang untuk belanja. ahirnya rasa penasaran Zara tentang setatus Doni pun terjawab.

__ADS_1


**Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak, trimakasih...


Mampir di Aku Bukan Pebinor yah,, Mas Al sama Nana sedang uwu uwuan**...


__ADS_2