MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Akbar Posesif


__ADS_3

Akbar menunggu Sila di ruangan mamahnya,Sambil nunggu Akbar duduk sambil memikirkan perkataanya tadi pada sila untuk mengajaknya makan,dan jantungnya kenapa deg degan gitu.


"Aku kenapa jadi deg geg gini,Aku kan makan siang sawa cewe ngga baru kali ini doang,sering kok dulu waktu SMA dan di kampus ,tapi kenapa cuman ngajak makan Sila deg degan gini,,aneh nih jantungku,,"sambil meraba jantungnya,dan geleng geleng kepala karena merasa aneh.


Lalu Akbar bermain hp agar mengalihkan jantungnya tidak deg degan lagi.lalu 10 menit kemudian Sila masuk ke dalam ruangan Dinda.


"Eemm,,apa kita jadi makan siangnya,,?"tanya Sila pada Akbar ,karena Akbar sibuk dengan hpnya,Sila masuk pun tidak tau.


"Jadi,,"jawab Akbar sambil menengok.


"Kamu sudah siap,,?"sambil bangun dari duduknya.Sila mengangguk.


"Ya udah ayuk,,,"Akbar dan Sila keluar dari ruangan Dinda dan.langsung ke parkiran mobil.


Dari tadi mereka hanya saling diam,tidak ada yang bicara.di dalam mobil jadi sangat sunyi.


"A,,apa Aku boleh menyalakan musik,,?"ahirnya Sila bicara.


"Eemm,,boleh,nyalakan saja,,"


Keduanya diam lagi ,tapi ada suara musik yang berbunyi.


"Kita mau makan di mana,,?"tanya Sila karena dari tadi mobil terus melaju.


"Terserah kamu,Aku ngga tau mau makan di mana,,"Sila yang mendengarkan jawaban Akbar langsung kaget.


"Ya Tuhan ini cowo,,kaku amat sih,,mau ngajak makan tapi ngga tau mau makan di mana,,"kata Sila dalam hatinya berkata.


Sila lalu melihat ke arah luar,dan ahinya Sila mengajak makan siang di rumah makan sunda.keduanya turun dari mobil dan masuk ke dalam.


Keduanya memesan makanan,Akbar memesan Ayam bakar dan perkedel ,sedang Sila pepes ikan sama cengkol balado.


"Kamu kuliah jam berapa Bar,,?"tanya Sila saat menunggu pesanan makanan datang,Sila mengajak Akbar ngobrol.


"Jam satuan,,"Sila lalu melihat jam dan ternyata jam12 kurang 5 menit.


"Kita cari makan cukup jauh loh,setengah jam dari klinik,,nanti Aku balik ke klinik naik taxsi aja yah,ngga usah antar,nanti kamu telat kuliahnya,,"

__ADS_1


"Ngga usah naik taxsi,biar Aku antar saja,telat sebentar ngga papa lah,,"


"Bukanya kalau telat datang Dosen suka marah yah,suka ngelarang kita ikut mata kuliahnya,,"


"Ya kalau ngga boleh ikut,tinggal ke kantin aja,beres kan,,"


"Wah kamu sering gitu yah,suka telat,,?"


"Ngga,,Aku ngga pernah telat,itu kata temen temen,kalau telat mereka pada ke kantin,"


Dari tadi Sila yang selalu mengajak Akbar mengobrol,kalau ngga di tanya Akbar hanya diam dan terlihat kaku juga cuek.


Ahirnya makanan datang,Sila langsung makan cengkol baladonya,Akbar yang melihatnya sedikit mengerutkan alisnya.


"Kenapa ngeliatin gitu,kamu mau,,?"Akbar menggeleng.


"Ngga ,Aku ngga doyan,itu jengkol kan,,?"


"Iya,,tapi ini enak banget tau,cobain dikit aja ,,"sambil Sila akan menuangkan satu sendok ke piring Akbar.


"Ngga,,ngga usah makasih,Aku ini aja cukup,"Sila tersenyum melihat Akbar yang langsung menarik piringnya.Akbar dan Sila pun makan bersama.


"Iya,,"jawab Sila,dan benar Sila dengan pelan mengambil daging ikanya.


Sila memang suka sama ikan,jadi Sila ngga troma makan ikan cuman gara gara kemarin tersedak.


"Betah ngga kerja di klinik,,?"ahirnya Akbar bertanya duluan pada Sila.


"Semoga betah,dari pada nganggur kan,Tante orangnya baik banget,dan ngajarin Aku dengan pelan juga tlaten,"


"Ya semoga betah,lagian ngapain kalau ngga kerja bukanya ngga enak jadi pengangguran,kerja kan jadi ada uang,bisa mandiri tidak mengandalkan orang tua,dan kita juga jadi banyak teman,tapi harus pintar pintar pilih temanya ,agar tidak salah pergaulan,,"Sila tersenyum mendengarkan Abang bicara.


"Wah si kaku ada perubahan nih,ngga diem aja,,"batin Sila.


"Kenapa senyum senyum gitu,,?ada yang lucu,?"


"Ngga,,,emang bener yang kamu katakan,"

__ADS_1


"Kalau kerja pakai baju yang bener,harus rapih,pakai kemeja juga kancingnya jangan seperti itu,kancingin satu lagi,,"Sila langsung melihat ke arah kancing kemejanya.


"Ya tuhan cowo kaku ini,,,,"Batin Sila yang sedikit kesal dengan ucapanya yang sudah terlihat posesif.


"Kancingin,,,"kata Akbar lagi.


"Susah ,,tanganya kotor,nanti Aku kancingin setelah selesai makan,,"jawab Sila.


"Kalau gitu Makanya jangan nunduk gitu ,biar ngga keliahatan itu belahan dadanya,,"Sila langsung membuang nafasnya kasar,lagi enak enaknya makan ,Akbar bikin ribet dengan omonganya.


Sila ahirnya makan dengan menegakan badanya,dari pada Akbar ngomong terus mending menurutinya.


Selesai makan Sila pergi ke toilet,untuk cuci tangan dan mengancing bajunya.


"Ya Tuhan itu cowo kaku kalau udah ngomong posesif bangettt,,,kenapa Aku nuritinya sih,,"Sila lalu membuka kancing bajunya lagi,setelah tadi sudah mengancingnya.


Saat keluar dari toilet,Sila melihat tatapan tajam dari Akbar kearahnya.lalu Sila mengancing lagi bajunya dan lanjut berjalan ke arah Akbar.


"Ayo kita pulang,,"Sila memgangguk dan mengambil tasnya di bangku lalu berjalan mengikuti Akbar yang sudah jalan duluan.


Sampai di mobil mereka langsung masuk,dan Akbar membawa mobilnya menuju ke klinik langsung.


Sampai di klinik mobil Akbar berhenti di parkiran,Sila lalu akan turun.


"Eemm,,makasih buat makan siangnya,,besok besok Aku mau lagi kalau di tlaktir makan siang,hehee,,,"sambil senyum.


"Justru besok besok kamu yang gantian tlaktir Aku,kan kamu sudah punya gajih,,"


"Oh iya,,besok gajih pertama Aku langsung tlaktir kamu deh,,"


"Janji yah,"Sila menjawab Iya.


Lalu Sila pun turun dari mobil Akbar dan langsung masuk ke klinik sambil tersenyum.


Sila terlihat lebih ceria dan bahagia.


Akbar di dalam mobilnya justru diam,karena Akbar merasa aneh sendiri,kenapa tadi dirinya terlalu banyak ngatur pada Sila.

__ADS_1


"Aku tuh kenapa sih,,Aku kan biasa bodo amat sama perempuan,kenapa tadi Aku banyak omong yah ke Sila,pake ngatur ngatur cara dia pake baju lagi,,gila gila,,,"sambil mengusap wajahnya kasar.


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2