
"Kamu ngapain duduk di situ,,,!?"Akbar langsung bicara cukup keras pada Vivi,Vivi yang mendengar dan melihat Akbar terlihat marah langsung berdiri dari duduknya.
"Sa,,saya se,,sedang ke,kerja Den,,"jawab Vivi dengan gagap karena takut melihat Akbar seperti marah,Dan menunduk.
Dinda untungnya masuk ke dalam ruanganya,Vivi jadi sedikit lebih tenang.
"Ini ada apa yah,kok kalian kaya tegang gitu,"keduanya diam.
"Abang di sini,kirain Mamah tadi langsung pulang,"
"Iya Mah,,ini Abang mau pulang,"lalu Akbar mencium tangan Dinda dan keluar dari ruangan Dinda.
Vivi langsung duduk dan bernafas lega,dengan mengusap dadanya,"yaTuhan itu Den Akbar ganteng tapi kok ya galak banget,pasti cewe ngga bakalan ada yang mau jadi pacarnya tuh,"kata Vivi dalam hatinya.
Sedang Akbar langsung masuk mobil,dan menyandarkan kepalanya di jok mobil.
"Kenapa Aku tadi rasanya marah melihat dia duduk di tempat dulu Sila duduki,ya Tuhan kenapa Aku belum bisa melupakan Sila,,"sambil memijit keningnya.
Setelah lebih baik Akbar membawa mobilnya dan akan pulang langsung.
Akbar sampai di rumah dan masuk ke kamarnya,sampai di kamar Akbar memainkan hpnya,Akbar merasa sangat bosan karena ngga ada kegiatan.
Akbar telfon Beni,dan Beni langsung mengangkatnya.
"Ada apa Bar,,tumben telfon,,?"
"Ada kerjaan ngga,Aku bosen nih ,,?"
"Ngga ada,,kalau pun ada emang kamu mau kerja kantoran,yang kerjanya duduk mantengin komputer,,"
"Ya jangan yang itu lah,,"
"Ya ngga ada lah,,"
"Aku bosen nih di rumah,,"
"Kenapa ngga bantu di klinik Mamahmu aja sih,bukanya kamu di Amerika juga kerjanya tentang kesehatan,,"
"Iya sih,ya udah maaf yah ganggu waktu kamu,,"
"Iya ngga papa,,"Bemi mengelengkan kepalanya saat telfon mati.
Akbar ahirnya tidur,sekitar jam dua siang Fariya sama Faiza pulang sekolah,dan mereka berdua langsung ke kamar Abangnya.
"Bang,,,bangunn,,,kita jadi kan ke mall,,"Faiza menggoyangkan lengan Akbar.
"Hemmm,,iya Sabar,,tunggu nyawa Abang kumpul dulu,,"sambil.mengucek matanya.
__ADS_1
"Kita siap siap dulu ya Bang,,"kata Fatiya.
"Iya,,sanah kalian siap siap dulu,,Abang juga akan siap siap,,"
Keduanya langsung keluar dengan senang,dan masuk ke kamar untuk siap siap.
Fatiya menelfon Mamahnya dan bilang akan pergi ke Mal,lalu Mamah bilang akan menyusul nanti.
Fatiya dan Faiza sudah siap dan.langsung ke kamar Abangnya,Akbar ternyata baru memakai kaosnya.
"Iihh,,Abang kok belum siap sih,,"kata Faiza.
"Ini Abang tinggal sisir rambut doang kok,sabar napa Dek,,"
Lalu setelah menunggu 15 menit Akbar pun siap,dan ketiganya berangkat ke Mall setelah pamitan pada Papah dulu.
"Papah ngga mau ikut,,?"
"Ngga,,kalian pergilah,"
"Mamah tadi bilang mau nyusul kita loh Pah,,"
"Ya kalian bersenang senanglah,dan bilang pada Mamah untuk belikan Papah cukuran jenggot yah sayang,,"
"Iya Pah,nanti Kaka bilang ke mamah,,"
Sampai di mall,Akbar hanya jadi pengikut saja,kedua adiknya langsung menuju tempat sepatu yang bermerek,setelah dapat lanjut ke baju,dan Akbar lah yang bayar semuanya.
"Bang,,kita nonton yuk,,"
"Tapi Abang cape,,pengin istirahat dan makan dulu,Abang dah laper nih,,"
"Ya udah deh kita makan aja dulu,Adek juga laper,,"
Lalu Akbar memilih tempat makan yang tempatnya enak,tapi Adek penginya makanan korea,ahirnya Abang pun mau ngikutin keinginan Adek.
Fatiya menelfon Mamahnya dan mengatakan kalau sedang makan,Dinda juga sedang di jalan menuju mall.
Abang juga memesankan makanan buat Mamah sekalian,karena cukup rame makanan mereka siap setelah menunggu 20 menit.
Dinda datang karena sudah tau tempatnya,ternyata Adek sudah sering makan di tempat makan korea ini,jadi Dinda sudah hafal.
Dinda datang bersama Vivi,tadinya Vivi tidak mau ikut karena tau ada Akbar,Vivi rupanya jadi sangat takut sama Akbar.
"Mah,,,sinih,,kaka Vivi sinih,,"kata Faiza saat melihat Dinda dan Vivi datang.
Akbar melihat Vivi ikut terliahat tidak suka,Vivi pun menundukan wajahnya terus karena takut melihat Akbar yang terlihat tidak suka padanya.
__ADS_1
"Mah,,ini kita udah pesenin buat Mamah,"
"Iya sayang makasih ,,"
"Loh buat Kak Vivi ngga di pesenin ya Bang tadi,,?"tanya Fatiya.
"Ngga,,Abang mana tau kalau dia ikut,,"jawabnya sambil sibuk makan.
"Ya udah ini kak Vivi makan punya Fatiya aja,Fatiya mau makan mie udon aja,,"
"Ngga usah Tiya,,kaka ngga lapar kok,,"
"Dek,,ngga usah,biar dia nanti Abang pesankan lagi,"sambil memangil pelayan.
"Mas,,pesan satu lagi,tanyain tuh padanya mau makan apa,,"kata Abang pada Mas pelayan sambil menujuk ke arah Vivi.
"Vi,,udah pesan aja,kamu mau makan apa,"kata Dinda dengan perkataanya yang lembut.Vivi pun mengangguk,lalu Vivi memesan pada mas pelayanya.
Vivi hanya diam saat semuanya sedang mengobrol,dan tidak berani mengangkat wajahnya.
"Mah nanti kita mau nonton yah,,Mamah mau ikut ngga,,?"kata Faiza.
"Ya kalian nonton lah,Mamah mau pulang aja habis makan,ajak juga kak Vivi yah,,"Kata Dinda.Akbar langsung membuang nafas kasar tanda ngga suka dengan perkataan Mamah.
"Iya,,nanti Kaka Vivi ikut kita nonton yah,,"Fatiya yang langsung mengiyakan.
"Ngga deh,kaka mau pulang aja bareng Ibu,"kata Vivi.
"Ngga papa Vi ikut aja,lagian kamu udah kuliah kan hari ini,,jadi mumpung ada waktu bersenang senanglah,jangan kuliah terus,kamu juga butuh hiburan,,"kata Dinda.
Ahirnya Vivi pun mengangguk setujua,Fatiya juga bilang pada Dinda pesanan Papahnya,setelah selesai makan mereka berempat berpisah dengan Dinda.
Dinda akan beli pesanan Agung,sedang ke empatnya menuju bioskop.
Fatiya sama Faiza yang sibuk mencai filem,sedang akbar dan Vivi hanya diam dan mengikuti si kembar saja.
Lalu si kembar memutuskan menonton filem komedi,Akbar menyuruh Kembar beli makanan dan minuman dulu,setelah itu baru masuk.
Duduk mereka ternyata si kembar bersebelahan,dan Fatiya langsung mengajak Vivi duduk di sebelahnya,alhasil Akbar jadi sebelah Vivi.
Filem pun mulai dan filemnya sangat lucu ,sampai satu gedung tertawa,Akbar memang orangnya datar jadi biasa aja ngga sama orang yang tertawa sampai terbahak bahak.
Mata Akbar tidak sengaja melihat ke sebelah Dan melihat Vivi yang sedang tertawa ,Lesung pipit Vivi terlihat karena terkena pancaran sinar dari filem,membuat Akbar sedikit terpana.
"Manis juga ternyata dia,,dan ada lesung pipitnya ,,"kata Akbar dalam hatinya.
Vivi yang merasa ada yang memperhatikanya lalu menengok,dan benar saja Akbar sedang.melihat ke arahnya,mata mereka pun bertemu.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...