MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Iza Jatuh Dan Membuatnya Malu


__ADS_3

Tiya langsung menelfon Papahnya,tapi tidak diangkat,sedang Iza telfon Mamah nya,pun sama ngga di angkat.


Keduanya sudah terlihat cemas,lalu tidak lama Dinda telfon Iza.


"Halo Mah,,Mah siapa yang meninggal Mah,yang meninggal bukan Kak Torik kan,"Iza langsung bertanya pada intinya.


"Iya Sayang,,yang meninggal bukan Torik,yang meninggal anak teman Papah ,anaknya masih kecil ini mah,"Iza dan Tiya langsung bernafas lega,karena mendengar bukan Torik yang meninggal


"Sukur lah Mah bukan kak Torik,karena kita pikir yang meninggal kak Torik,soalnya Mba bilang anak temen papah,"


"Ya udah ya sayang,Mamah sama Papah mau pulang ,"


"Iya Mah,"telfon pun mati,keduanya bisa bernafas lega.


Lalu Meraka sarapan bersama,saat sedang makan Zee datang.


"Pagi,,,eh kalian udah tau kabar tentang Torik belum,?"tanya Zee,keduanya menjawab sudah dengan kompak.


"Kok kalian sudah tau,,?"sambil ikut duduk.


"Semalam kita dari rumah sakit,"


"Seriusan,kok bisa,,terus gimana keadaanya,?"


"Tulang lututnya retak dan harus di oprasi,semalam langsung di oprasi,tapi kita pulang sebelum tau hasilnya,"


"Ya Tuhan kasian banget kak Torik,Iwan tadi pagi menelfonku,dan memberitahu ku tentang Kak Torik,dia ada di rumah sakit sekarang,"kata Zee.


Kembar selesai makan,lalu ketiganya naik ke atas menuju kamar Iza,mereka sambil mengobrol dan juga menelfon Iwan,karena ingin tau keadaan Torik sekarang.


"Torik belum sadar dari semalam ,tapi kata Dokter udah melewati masa kritisnya sih,"kata Iwan saat di tanya keadaan Torik sekarang.


"Kalian pada mau datang ngga,siapa tau kalau kalian datang Torik jadi sadar ,?"


"Aku nanti coba izin sama Mamah dan papah dulu,boleh ngga kesitu,"kata Iza.


"Oh gitu ya udah yah,,"telfon pun mati.


Dinda dan Agung sudah pulang,Iza yang mendengar orang tuanya pulang langsung lari turun,karena pintu kamar tidak di tutup jadi saat Dinda memangilnya langsung pada dengar.


"Mah,,Pah boleh ngga Adek sama Kaka ke rumah sakit untuk jengukin kak Torik,sama Zee juga kok,,"


"Boleh,,kalian pergilah,tapi di antar pak supir yah,"


"Iya Mah,,makasih,,"

__ADS_1


"Iya,Mamah sama Papah ke kamar yah,mau istirahat,"


"Iya,,kita juga akan langsung bersiap,"


Iza naik ke atas,sedang Dinda dan Agung masuk ke kamar.


Sampai kamar Iza bilang ke Tiya kalau boleh ke rumah sakit.keduanya langsung bersiap untuk berangkat.


Setelah siap ketiganya berangkat,sebelumnya mereka berpamitan pada Dinda dan Agung.


Pak supir mengantar ke rumah sakit,Tapi Zee mau pulang sebentar karena ada yang ketinggalan di rumahnya,untungnya rumah Zee searah jadi ngga bolak balik.


Sampai rumah Zee,,Zee turun dari mobil dan masuk ke rumah,Iza tiba tiba pengin pipis.


"Kak Adek pengin pipis nih,,gimana yah,"


"Tahan aja,nanti pipisnya di rumah sakit aja,"


"Tapi Adek dah pengin banget ini kak,"


"Ya udah Sanah turun,pipis di rumah Zee aja,"Iza langsung turun dan lari masuk ke dalam rumah Zee.


Karena pintu terbuka Iza langsung masuk,dan tidak melihat di depanya ada orang apa ngga.


Bukk,,,,


Mata mereka saling pandang dan terbuka lebar,Iza langsung mengangkat kepalanya dengan sangat kaget dengan posisi jatuhnya,jantung Iza juga deg degan karena tadi bibirnya saling menempel dengan yang bertabrakan denganya.


"Kalian sedang ngapain,,!"teriak Zee saat melihat Iza ada di atas badan Kakanya sambil berbaring di lantai.


Keduanya langsung bangun dan gugup.


"Tadi dia menabrak Kaka Zee,kita jadi terjatuh,"kata Beni,sedang Iza menunduk karena malu sambil menahan pipis.


"Zee ayo kita pergi,,"Iza tidak jadi pipis dan langsung pergi menuju mobil sambil menunduk,Iza tidak berani mengangkat wajahnya karena malu.


Zee langsung menyusul,Beni tersenyum tipis melihat Iza berjalan menuju mobilnya.


"Maniss,,,"kata Beni sambil mengusap bibirnya.


Iza masuk mobil dan terus menunduk,Tiya yang melihatnya langsung bertanya.


"Kamu ngga jadi pipis Dek,?"


"Ngga usah Kak nanti aja di rumah sakit,"Tiya lalu diam.

__ADS_1


Zee masuk ke mobil,Zee melihat ke belakang melihat ke Iza.


"Kamu tadi menyusul ku ada apa Za,,?"


"Ngga jadi,tadinya Aku mau numpang pipis di rumahmu,tapi malah tabrakan dengan kakamu itu,"Zee tersenyum.


"Ngga usah senyum gitu deh,,sakit tau,"


"Bukanya enak ya Za jatuhnya kan ngga kena lantai,tapi,,"


"Zee cukup jangan di bahas,"sambil menutup mulut Zee Iza berkata.


"Kalian ngomongin apaan sih,,"


"Ngga ngomongin apa apa kok kak,ngga penting juga,"Zee senyum senyum ngga jelas,sedang Iza menatapnya tajam karena di ledekin Zee.


Sampai di rumah sakit ketiganya langsung turun,dan masuk kedalam dimana ruang Torik di rawat.


Iwan sudah menunggu mereka di luar ruang rawat.


"Gimana Kak,apa kak Torik sudah sadar,?"tanya Zee.


"Sudah,,ayo masuk,di dalam ada mamahnya Torik,"


Ketiganya mengikuti Iwan masuk ke dalam,dan Mamah Torik sedang menyuapinya.


Torik berbaring dengan dua kakinya penuh perbankan dari paha ke bawah.


"Siang Tante,,"


"Siang,,eh kalian,,ayo sinih,,ini Toriknya sedang makan,"


Iwan,Zee,Tiya dan Iza berdiri di dekat ranjang,dan melihat Torik yang masih terlihat lemas.


"Makasih kalian sudah mau datang,"kata Torik pelan.


"Iya kak,,Kaka semoga cepat sembuh yah,"Torik hanya tersenyum tipis saat Iza berkata.


"Kalian ngobrol aja dulu yah,Tante mau keluar bentar beli makanan,"


"Tante ngga usah repot repot,"kata Zee.


"Ngga kok,,ngga repot,"


Mamah Torik pun pergi,dan sekarang mereka lanjut mengobrol,Tiya dari tadi paling dikit bicara,Torik selalu curi pandang ke arah Tiya,membuat Tiya ngga nyaman.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...


__ADS_2