
Selesai sarapan Kakek dan Rizki mengobrol di teras depan rumah, kakek dengan Rizki cepat akrab di lihat dari mereka mengobrol sangat nyambung.
Sedang Zara sedang membantu Dian di dapur, kalau Aditiya tertidur di setolernya.
Hp Dian berbunyi tanda panggilan, dan ternyata Doni menelfon. Doni meminta Dian untuk mengantarkan bahan kue yang kemaren Doni beli saat pulang dari toko, dan Doni tadi pagi lupa untuk membawanya.
"Sayang,, bisa tolong Mah ngga, anterin bahan kue ke toko, Ayah tadi pagi lupa membawanya, "
"Iya Mah,, sini Zara antarkan,, "kata Zara.
Lalu Dian menyiapkanya, dan satu kantong penuh yang akan di bawa Zara, dan Zara akan naik taxsi onlaine.
"Zara mau kemana,,? "tanya Kakek.
"Zara mau antar bahan kue ke toko kek,"
"Mau naik apa,,? "tanya kakek lagi.
"Taxsi onlaine kek,, "
"Biar Abang antar aja ,ngga usah naik taxsi, "
"Tapi Zara ngga enak takutnya Abang cape, bukanya Abang nanti sore mau balik ke kota, entar kecapean lagi,, "
"Ngga papa,, entar siang kan bisa tidur dulu sebelum berangkat ke kota,, "
"Iya Za benar kata nak Rizki di antar aja, biar lebih aman,, "kata Kakek.
"Ya udah kalau ngga ngerpotin Abang,, ayok,, "
Lalu Rizki dan Zara pun pergi.
"Za,, di sini ada tempat yang bagus ngga buat di datangin,, ?"tanya Rizki saat sudah di dalam mobil.
"Banyak,, Abang sih cuman bentar di sini, coba kalau lama Zara ajakin muter muter ke tempat tempat wisata yang ada di kota ini,"
"Ya udah,,kalau kita nanti nikah, bulan madunya di kota ini aja yah, biar kita bisa muter muter dan lihat tempat wisata di kota ini, gimana,,? "
"Abang iihh,, apaan sih,kenapa ngomongnya kaya gitu,, "pipi Zara langsung merah karena malu.
"Ya kan Abang pengin muter muter kota ini, dan enaknya ya sama kamu kalau udah nikah, biar kalau mau ngapa ngapain enak karena sudah halal,,benar kan,, "
"Bang,,, udah ah jangan bikin Zara malu ,"
__ADS_1
"Kenapa mesti malu,, "kata Rizki sambil tersenyum.
"Soalnya Zara belum mikir sampai ke situ, Zara masih terlalu kecil,dan Papah pasti tidak akan setuju kalau Zara nikah muda,, "
"Iya Abang juga tau,dan Abang akan sabar menunggu kamu sampai siap untuk menikah, asal kamu mau sama Abang, Abang pasti akan sabar menunggu kamu,,"
"Bang,, maaf Zara saat ini belum memikirkan untuk pacaran, "
"Iya,, Abang juga tidak memaksa kamu untuk memberi jawabanya sekarang kan, jadi jangan di fikirkan yah, cuman Abang pengin Zara tau kalau Abang suka sama Zara dan serius akan menunggu Zara sampai siap menikah,, "Zara hanya diam dan menganggukan kepalanya dengan pelan.
Ahirnya mobil Rizki sampai juga di toko, Zara dan Rizki turun dari mobil, Rizki yang membawakan kantong kresek bahan kuenya.
"Pagi Mba,, "kata Zara pada kasir.
"Eh Mba Zara,,, pagi,, "
"Ayah di mana Mba,,? "
"Bapak lagi di ruanganya,, "
"Oh ya udah Zara ke sana dulu ya Mba,, "kata Zara, lalu Zara dan Rizki menuju ruangan Ayah Doni.
"Pagi yah,, "saat Zara buka pintu.
"Pagi,, ayo masuk,, "Zara dan Rizki langsung duduk di sofa yang ada di ruangan.
"Iya,,Zara mau lihat ,?ayo Ayah antar biar Zara tau toko kue Mamah sekarang sudah berkembang,, "
"Boleh Ayo Yah,, "
"Ayo Ki ikut,, "kata Ayah pada Rizki.
Lalu mereka bertiga naik ke lantai atas,Zara melihatnya langsung tersenyum senang, karena dulu Mamah Dian hanya punya toko kue yang kecil, penghasilanya aja cuman seberapa dan itu buat memenuhi segala kebutuhan keluarga, sekarang semenjak Mamah Dian menikah dengan Ayah Doni, toko kuenya jadi berkembang pesat, dan sekarang jadi menambah ada cafenya,membuat Zara sangat bersukur karena Mamahnya menikah lagi dengan Ayah Doni.
"Gimana bagus ngga Cafenya Za,,? "tanya Ayah Doni.
"Bagus banget Yah,, kalau malam rame dong Yah,, "
"Rame,, banyak anak anak muda yang nongkrong sambil ngopi gitu,, "
"Nanti Zara boleh bantuin di sini ya Yah, biar di rumah ngga jenuh, "Rizki yang mendengar Zara bicara seperti itu langsung melototkan matanya pada Zara,tanda Rizki ngga setuju dengan keinginan Zara.
"Iya boleh,, nanti pulangnya bisa sama Ayah,, "
__ADS_1
Zara tersenyum tipis, karena melihat tatapan. mata Rizki.
"Ayo kalian duduk,, Ayah akan pesankan minuman juga cemilan dulu yah, "
Zara dan Rizki duduk sedang Ayah menuju meja pemesanan.
"Jangan keseringan ikut di sini nanti, Abang ngga suka kalau nanti banyak laki laki yang godain kamu di sini,, "
"Abang ngomong apa sih,, ngga jelas deh,, "
"Maaf,, Abang hanya takut aja,, "
"Ngga usah segitunya deh, itu nantinya jadi penyakit buat Abang sendiri,, "
"Hemmm,, "jawab Rizki cuman deheman saja.
Ayah datang sambil membawa nampan yang berisi minuman dengan kentang goreng.
"Kalian nikmatin dulu minuman sama cemilanya yah, Ayah mau memberikan bahan kue dulu ke dapur,, "
"Iya Yah,,iya Om, "jawab Zara dan Rizki.
Ayah pun pergi, Zara dan Rizki lalu menikmati minumanya. setelah setengah jam Zara mengajak Rizki untuk pulang. Rizki pun mengiyakan.
Setelah berpamitan pada Ayah Doni,Zara dan Rizki lalu masuk ke mobil, dan Rizki membawa mobilnya menuju rumah Mamah Dian.
"Abang mau pulang jam berapa nanti,,? "
"Ngusir nih,, "
"Iihh,, apa an sih,, serius Bang,, "
"Emaknya menurut kamu jam berapa,,? "
"Kalau menurut Zara Abang pulangnya sorean aja, sekitar jam 4 .Karena kalau jam segitu masih sore dan sampai kota juga belum malam banget,, kalau kemalaman takutnya ada apa apa di jalan, seperti ngantuk gitu,, "
"Kayanya kuatir banget sih sama Abang, udah mulai suka yah,, "
"Abang ih ngeselin banget sih,, bodo ah,, "sambil cemberut dan tanganya di lipatkan ke dadanya.
"Iya,, Abang akan ikuti usul kamu, Abang akan pulang sore,, "sambil Rizki tersenyum.
"Za,,, nanti Abang boleh telfon atau kirim pesan ngga ke kamu, "Zara hanya mengangguk.
__ADS_1
"Makasih yah,, "kata Rizki lagi.
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...