
Setelah ijab selesai aku dan papah langsung di suruh untuk meminta doa restu kepada para orang tua, aku mencium tangan ibu ,ayah dan juga ibu dari papah, papah pun juga sama bersalaman meminta doa restu pada mereka tidak lupa juga kepada sodara sodara yang berada di situ , selesai meminta doa restu aku dan papah langsung di suruh berganti baju pengantin yang ke dua.karena di kampungku acara seperti ini adanya hanya pagi sampai sore, kalau malam hanya sodara sodara yang kumpul. Jadi aku berganti baju dan akan menyambut para tamu undangan yang hadir di acara pernikahanku.
Sekarang aku dan papah akan masuk ke kamarku, saat aku membuka pintu papah mengikutiku dari belakang. Kita pun sekarang sudah di dalam kamarku yang sudah di sulap menjadi kamar yang sangat indah. Banyak sekali bunga mawar di kasur yang hampir menutupi semua kasur.
Aku duduk di bangku yang ada di meja rias, sedang papah melepas jasnya dan di taro di sofa yang ada di kamarku.
"Adekk,,,"papah memanggilku dan aku langsung menengok.
"Ada apa Mas,,? "
"Eemmm,,,, kalau nanti malam kita nginep di hotel dulu mau ngga, buat semalam aja, "aku langsung bingung dengan ke inginan papah.
"Emang kenapa dengan kamar ini Mas,, bukanya udah bagus yah,,,? di mana kurang nya.. "kataku. Dan papah lalu mendekatiku yang masih duduk.
"Bagus kok,, cuman Mas merasa ngga bebas malam ini untuk memakan adek,,, "aku langsung memukul lengan papah saat papah berbisik di telingaku berkata seperti itu.
"Aww,,, sakit, " aku hanya tersenyum saat papah mengusap lenganya yang aku pukul. Lalu papah mengangkat daguku, "Adek sangat cantik, membuat adek kecil Mas ngga tahan lagi ingin keluar dari dalam, "sambil tanganku di surung memegang benda yang sudah mengeras di dalam celana papah.
"Iiihhh,,, Mas mesum,,, "kataku yang langsung aku tarik tanganku untuk lepas dari tangan papah.
"Kan udah halal sekarang, jadi adek udah boleh pegang dong, biar adek kenal dulu makanya adek pegang biar ngga kaget liat adek kecilnya mas,,, "sambil tanganku di suruh memegangnya lagi, karena aku kesel dengan tingkah papah ahirnya aku pegang dari luar celana, saat aku sudah memegangnya gilaa,, ini mah bukan adek kecil tapi besar dan sangat keras, dan aku pun membalas ke isengan papah dengan aku yang meremas dengan kuat adek nya Mas.
"Awww,,adek jangan di remas dong sakit ini Masnya, "kata papah sambil meringis kesakitan, aku pun tertawa puas, sukurin emang enak....
Lalu papah langsung mencium bibirku dengan rakusnya,dan aku yang belum siap langsung terdorong ke belakang, untungnya aku langsung memeluk tubuh papah,dan papah menarik pinggangku, aku pun membalas ciuman papah yang berubah menjadi lembut. saat papah masih menciumiku tiba tiba pintu terbuka.
Krekkkk..
"Maaf,,, "aku dan papah langsung melepas ciuman kita saat mba yang akan membantuku untuk mengganti baju masuk ke kamar.
"Iya mba ngga papa,silakan masuk, "kataku. Dan papah langsung menuju sofa untuk duduk. Aku yang sangat malu karena ketahuan berciuman ahirnya aku hanya menundukan wajahku saat mbanya masuk dan mendandani aku lagi.
Dan setelah Selesai aku berganti baju juga papah memakai jas yang berwarna senada dengan baju pengantinku kita pun keluar menuju tempat untuk menyambut para tamu undangan.
Kita melakukan foto keluarga, aku menyuruh ibuku untuk berdiri di sebelah aku, sedang ayah di sebelah ibu begitu juga ibunya papah berdiri di sebelah papah, rasanya aku senang sekali seperti memiliki keluarga yang utuh.
Hari sudah semakin sore tamu undangan pun sudah tidak begitu ramai lagi, sekarang aku dan papah bisa duduk untuk istirahat, karena dari tadi kita selalu berdiri.
"Mas adek pengin minum dulu yah, "kataku saat aku akan berdiri mau mengambil minum.
"Adek sini aja, biar Mas yang ambil, "lalu papah pergi mengambil minum untuku.
Saat papah pergi aku memijit kakiku yang merasa pegal, "Kaki adek sakit, ?"tanya papah saat sudah di sampingku sambil memegang gelas yang berisi air minum.
"Iya,,, tapi nanti juga sembuh kok, "jawabku sambil aku ambil gelas dari tangan papah.
"Nanti Mas pijitin, "
__ADS_1
"Ngga usah Mas,, nanti juga sembuh kalau Dinda istirahat, "jawabku.
Jam pun sudah pukul 5 sore, ibu ku dan ayah datang mendekat ke arahku.
"Sayang ibu mau pulang dulu yah, "aku langsung kaget mendengarkan ibu mau pulang.
"Kok pulang sih bu,, nginep sini aja yah,, kan udah sore, "jawabku.
"Ngga enak sayang, ibu kan bareng sama mereka, "kata ibu sambil menujukan ke arah mba Iin, pak Udin juga pak Pujo.
"Besok Dinda dateng ke rumah ibu lagi kan, kita bisa ketemu lagi hemmm, "
Aku melihat ke arah ayah yang sepertinya juga tidak ingin ibu untuk pulang dulu, tapi aku ingat perkataan ibu kemaren yang mengatakan sedikit rasa tidak nyaman kalau di dekat papah dan sekarang di tambah lagi bertemu ayah, jadi aku sebaiknya mengizinkan ibu pulang karena merasakan ketidak nyamanan pada ibu.
"Ya udah bu,, ibu hati hati di jalan yah, "kataku, Dan kita pun berpelukan.
Setelah aku mengantar ibu sampai mobil dan pergi lalu aku masuk, dan aku mengantar ibu hanya dengan ayah, sedang papah sedang mengobrol dengan ibunya.
"Dek,,, ibu dan paman ku katanya mau pulang juga,"kata papah saat aku mendekat pada mereka.
"Loh,, kok pulang sih bu, kenapa nga besok aja,? "kataku.
"Maaf ya sayang ibu di telfon katanya anak pamanya Agung sakit jadi kita harus segera pulang, kapa kapan kalau rumah kalian sudah jadi ibu pasti mengunjungi kalian yah, "aku juga ahirnya membiarkan ibunya papah pulang.
.
.
.
"Mas mau mandi dulu apa adek dulu nih, "tanyaku setelah masuk kamar. Oh ya sekarang kamarku sudah di bikinin kamar mandi oleh ayah, katanya sih ide dari papah.
"Mas aja dulu yah,, "sambil berjalan masuk kamar mandi papah berkata.
Sambil menunggu papah mandi aku menghapus dandanan di wajahku, dan membuka sanggul yang ada di kepalaku, untungnya aku di ajarin mba yang memakaikanya tadi, jadi aku tidak kesulitan melepasnya.
Papah keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang, aku baru pertama kali melihat papah bertelanjang dada sehabis mandi, mataku tidak berkedip melihat pemandangan indah ini.
"Kenapa dek,, hemmm "kata papah tiba tiba sudah di depanku.
"Ngga kenapa napa, "kataku yang langsung membuang muka melihat ke arah lain, aku merasa malu ketauan ngeliatin tubuh papah. Lalu Aku langsung berdiri dan akan masuk kamar mandi.
"Adek ,,,mau ke mana,? "
"Mau mandi dulu, "jawabku.
"Mau di bantuin buka sleting bajunya ngga, "aku langsung melihat reksleting bajuku, ternyata ada di belakang sampai groginya aku ngga inget di mana letak seletingnya.
__ADS_1
"Hemmm, iya bo,,lehh"jawaku.
Lalu papah mendekat ke arah ku, dan berdiri di belakang, di tariknya reksleting bajuku sampai bawah,saat baju akan jatuh aku langsung menahanya dari depan, tapi papah memeluku dari belakang dan memegang tanganku agar baju itu terlepas ke bawah.
Ahirnya baju pun terlepas ke bawah sedang aku hanya memakai dalaman saja, papah menciumi punggungku dan tanganya sudah berada di danging kenyalku sambil meremasnya.
"Emmm,,,, Ma,, s,, "kataku saat papah sudah menciumiku di leher dan berlahan turun ke bawah.
Papah masih saja menciumiku dan juga tangan yang masih bermain di depan, aku hanya bisa mengeliat karena rasa keli dan rasa yang susah di ungkapkan, tangan papah satunya melepaskan tali yang membungkus benda kenyalku dan saat terbuka di lembarnya ke sembarang..
"Maass,,, Dinda maandii dulu yahh,,, "kataku.tapi papah tetap saja menciumi leherku dengan meng*hisap dan mengigit kecil di leher. Dan juga menggesekan adek kecilnya di belakang tubuhku.
Berlahan papah malah mengangkat tubuhku,dan membawaku ke kasur.
Di tidurkanya tubuhku dan papah mengungkung tubuhku.karena benda kenyalku yang sudah tidak tertutup tanganku pun menutupinya, tapi tanganku di tarik oleh papah, dan di arahkanya tanganku ke adek kecil papah, tapi sebelumnya papah menarik handuk yang menutupinya. Tanganku sekarang sedang memengang adek kecil papah,yang sangat hangat dan menggemaskan.
Papah sedang sibuk menyiumi dan menye*oti daging kenyalku sapai rasanya sangat nikmat, saat kita sedang menikmati permanan kita tiba tiba..
Krayakkk bhugg.....
Tiba tiba ranjang yang kita tiduri ambruk, Aku dan Papah langsung kaget dan tersenyum karena kita terjatuh.
Tok Tokk....
"Ji,, ada apa kenapa ada suara yang seperti ranjang yang ambruk, Tokk... Tokk..., "
"Mas ,Ayah tuh buka pintu yah, Dinda mau ke kamar mandi, "kataku. Papahpun menganggukan kepalanya.
Ceklekk,,,
"Tadi bunyi apa,? "tanya Ayah sambil mengintip ke dalam kamar.
" Itu ranjangnya ambruk, "jawab Papah. Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kok bisa,, kamu main kasar ya Ji,? "
"Kasar gimana, orang baru pemanasan malah ranjangnya ambruk, dasar ranjangnya udah jelek kali Ayahhhh, "jawab Papah sambil memanggil Ayah dengan panjangnya.
"Trus mau gimana ini, ?"
"Aku dan Dinda akan menginap di hotel aja deh, sekitar dua hari,"
"Ya itu ide bagus, besok Aku akan ganti ranjangnya dengan yang baru, "
"Ya udah Aku mau siap siap deh mau ke Hotel, nih badan udah lelah ingin istirahat, "Lalu Ayah pun pergi .
Setelah Dinda keluar dari kamar mandi Aku langsung mengajaknya untuk menginap di Hotel.Dan juga menyuruh Dinda untuk membawa baju untuk persediaan 2Hari.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan votenya ya kak, makasih😘🙏🙏**