MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Ibu Sadar


__ADS_3

Tokkk... Tokkk...


Aku mengetuk ruangan Suamiku sebelum masuk, karena tidak ada suara juga Aku pun memutuskan masuk, Saat Aku buka pintu dan masuk ke dalam ternyata Suamiku masih tertidur di sofa, dengan posisi miring dan meringkuk seperti kedinginan.


Aku suruh Ayah untuk ganti baju ke kamar mandi yang ada di ruangan Suamiku, saat Ayah sudah masuk kamar mandi, Aku lalu membangunkan Suamiku.


"Mas,,, bangun, udah pagi, "kataku sambil jongkok di depan wajah suamiku. sambil ku usap wajah juga rambutnya Aku membangunkan Suamiku.


"Heemm,,, iya,, Adek kapan datang, "sambil mengucek matanya.


"Belum lama,, ini Dinda bawain baju ganti sama sarapan, Ayah juga lagi di kamar mandi,"kataku sambil mengbilkan minum untuknya.


Setelah Suamiku minum, Ayah keluar dari kamar mandi, dan mereka pun bergantian, Aku menyiapkan sarapan di meja, Aku membuka rantangnya dan mengambilkan Nasi juga lauk di dua piring.


"Ayah makan yang banyak, Ayah kurang istirahat dan makan takutnya nanti Ayah Drop juga lagi, "kataku.


"Ayah ngga enak makan Din,, "


"Paksain Yah, walau ngga enak harus di paksa masuk, nih Dinda juga sudah siapin vitamin buat Ayah,, sekarang Ayah makan dulu, "sambil Aku berikan piring yang sudah berisi makanan.


Aku selalu menasehati Ayah untuk kuat dan sabar, sebenarnya Aku juga sedih tapi Aku pura pura kuat agar Ayah tidak tambah kepikiran tentang kondisi Ibu.


Suamiku pun keluar dari kamar mandi dan sudah mandi, lalu Aku suruh duduk dan makan langsung, mereka berdua pun makan dengan tenang, suamiku makan seperti orang kelaparan kalau Ayah makan kaya orang udah kenyang, Aku lihat hanya geleng geleng kepala aja.


Saat Aku sedang merapikan piring kotor, Ada suster masuk.


"Permisi Dok,, pasien Ibu Farida sudah sadar, "Ayah langsung berdiri dan berlari keluar sedang Aku mengejarnya.


Suami dan Suster berjalan di belakangku, sesampainya di ruangan Ibu, Ayah sedang tersenyum bahagia bersama Ibu, dengan tangan yang saling menggenggam.

__ADS_1


"Ibu,,, "Kataku sambil ku cium keningnya.


Suamiku dan Suster pun masuk, lalu Suamiku memeriksa kondisi Ibu, dan Suamiku pun menganggukan kepala tanda baik baik saja.


Setelah selesai di periksa Aku dan Suamiku pergi ke ruangan Suamiku, biar Ayah dan Ibu menikmati waktu berdua.


"Apa ke adaan Ibu baik baik saja Mas,,, ?"tanyaku saat ada di depan ruangan Suamiku.


"Semua itu berkat doa Ayah, Adek dan keluarga semua, tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan doa dari apa pun, Karena Tuhan lah pemilik semuanya,"sambil Suamiku menariku ke arah sofa, dan sebelumnya mengunci pintunya dulu, tumben fikirku.


"Mas kurang istirahat, Mas pingin Adek pijitin kening Mas,,, "sambil Aku duduk dan Suamiku menjatuhkan kepalanya di pangkuanku dan badanya selonjor di atas sofa, untung aja sofanya panjangnya cukup jadi bisa buat istirahat.


Aku pijit keningnya dan Suamiku sepertinya menikmatinya, karena dia memejamkan matanya.


"Dek,,, Mas udah pengin banget ini, Adek kapan selesai nifasnya sih,,,? "masih sambil mata terpejam.


"Masih lama Mas, seminggu lagi kayanya,, "jawabku.


"Ya mau bagai mana lagi Mas,, sabar napa dulu aja waktu lahiran Akbar Mas kuat nahan,, "


"Tapi itu beda Dek,,, bantuin Mas bentar dong Dek, biar kepala Mas ngga pusing, ini Mas bawa kepala dua dan dau duanya merasa pusing, "Aku lagi lagi tersenyum.


"Mas serius loh Dek, malah Adek ketawain sih,,, "sambil mata Suamiku sedikit melotot, dan ketawaku makin pecah.


"Adekk,,,, "Suamiku langsung bangun dari tiduranya dan langsung membungkam mulutku dengan mulutnya, dengan sangat rakus dan kasar suamiku menciumiku, posisiku yang Duduk memudahkan Suamiku untuk menciuminya karena kepalaku bersandar pada sandaran sofa.


"Masss,,,,Dinda ngga bisa nafas, "kataku karena suamiku menciumiku tidak ada jeda.


"Maaf Dek,, Mas hilaf, "sambil duduk di sampingku. sedang Aku mengelap bibirku yang basah oleh bekas ciuman Suamiku.

__ADS_1


"Mas mau di bantu yang bagai mana, hemm,, sinih dinda bantuin,,, "kataku, Aku juga merasa kasian karena Suamiku normalnya aja kalau minta itu seminggu bisa 4 kali, sedang ini sudah berminggu minggu tidak melakukanya pasti kepalanya pusing tuh,,,


"Terserah Adek aja, yang penting nih adek kecil Mas ngga bangun bangun terus, ngga enak Dek soalnya,, "Aku pun mengangguk.


Lalu Aku jongkok di depan Suamiku, Aku buka celanyanya dan Aku turunkan sampai paha. benar saja adek kecilnya Suamiku sudah berdiri tegak, Aku hanya tersenyum dan langsung memainkanya dengan tanganku.


Suamiku sudah memejamkan matanya sambil mengeluarkan suara rintihan dari mulutnya.


Lalu Aku menggunakan mulutku, Aku masukan adek kecil Suamiku dan Aku memaonkanya dengan lidahku dan ku sedot seperti memakan permen lolipop.


"Dek,,, nikmatnya Dekkk,,,, uuuhhhh,,, "kata Suamiku.


Kocokan mulutku makin cepat ,dan Suamiku makin menggeram ke enakan,,, dan tangan Suamiku membuka kancing bajuku lalau meremas daging kenyalku, Aku seperti mendapatkan rangsangan ,dan Aku makin cepat mengocok adik kecil suamiku dan sampai ahirnya Suamiku berteriak tapi dengan di tahan, karena takut ada yang dengar di luar,,,


"Ooohhh,,,, Dekkk,,,, "


Dan seperti biasanya pasti tembakanya itu mengenai wajah dan mulutku, Suamiku tuh katanya ngga puas kalau tidak di buang di wajahku, menyebalkan banget Suamiku kan..


Selesai dengan kegiatan itu, Aku dan Suamiku langsung membersihkanya di kamar mandi.


Jam pun cepat berlalu, Aku sekarang ada di ruangan Ibu dan sedang menemaninya, karena Ayah sedang membeli minuman ke mini market.


"Sayang,, Ibu titip Ayah, kalau nanti Ibu ngga ada umur,, "sambil menggenggam tanganku.


"Ibu ngomong apa sih,Ibu udah banyak perkembanganya kok, Ibu harus kuat melawan penyakit ini, kita semua Sayang Ibu, jadi Ibu harus berjuang melawan penyakit ini, "kataku.


"Ibu akan berjuang melawan penyakit ini, tapi kalau Tuhan sudah berkata lain Ibu mau gimana,, Ibu hanya berpesan Jaga Ayah untuk Ibu,Ayah itu orang yang sangat rapuh,"Aku hanya mengangguk.


Maaf kalau ada tempo,,

__ADS_1


**Aku tuh mau bikin Farida ilang, tapi ngga ngedadak yah,, biar yang di tinggalin ngga terlalu kaget...


Jangan lupa like, komen dan votenya ya kak, trimakasih**...


__ADS_2