
"Mas,, lepas sakit,, "kata Hani sambil melepaskan tanganya dari tangan Doni.
"Kamu kenapa jadi begini,, "sambil melepaskan tangan Hani setelah melihat kening Hani yang memar dan juga tanganya yang biru biru karena memar.
"Ngga kenapa napa kok Mas, "sambil berjalan meninggalkan Doni.
Tapi Doni sepertinya tidak puas dengan jawaban yang Hani berikan, Doni langsung menyusul Hani ke ruanganya.
Hani yang kaget saat melihat Doni masuk ruanganya langsung berdiri dari duduknya.
"Kenapa Mas malah kesini, Istri Mas sedang sakit kan,, "Kata Hani sambil mendekat ke Doni.
"Jawab yang benar, ini kenapa jangan bohongin Mas, "sambil mengajak Hani duduk di sofa.
"Ini Hani jatuh terpleset di kamar mandi kok Mas, "jawab Hani tapi tidak berani menatap ke arah Doni.
"Mas bukan anak kecil yang bisa di bohongi, tatap mata Mas kalau bicara, "sambil sedikit keras bicara Doni.
"Mas ngga perlu simpati pada Hani, Mas bukan siapa siapa Hani, jadi Hani mohon jangan paksa Hani untuk menjawab pertanyaan Mas, "sambil bangun dari duduknya.
"Jangan seperti ini, Mas kuatir, "sambil menarik tangan Hani agar tidak pergi.
Hani tiba tiba menangis, dan Doni bangun dari duduknya langsung menarik badan Hani dan memeluknya.
"Mas hanya kuatir, kalau ngga mau cerita ngga papa, "sambil mengusap punggung Hani.
Hani hanya diam tanpa kata saat Doni memeluknya, Air mata Hani justru makin mengalir tanpa henti.
Kenapa kamu membuatku selalu begini Mas,selalu merasa nyaman dan di lindungi. Aku berusaha untuk melupakanmu, tapi sikapmu selalu membuatku sulit untuk melupakanmu, laki laki baik, dewasa dan pengertian, apa Aku harus egois kali ini, karena ingin memilikimu, Batin Hani.
Doni pun melepaskan pelukanya dan mengusap air mata Hani. "kalau mau cerita telfon Mas aja, Mas harus pergi,"
Doni pun pergi dari ruangan Hani dan langsung pergi keruang rawat Istrinya.
Doni masuk ke kamar rawat Farida, di sana sudah ada Dinda dan Dokter Agung.
"Ayah dari mana,, Ibu dari tadi nanyain Ayah, "kata Dinda.
"Tadi Ayah bertemu teman Sayang, gimana sekarang kondisi Ibu,?"sambil mendekat ke ranjang Ibu.
__ADS_1
"Sudah lebih baik, sekarang biar Ibu istirahat dulu agar lebih baik lagi, "kata Agung.
"Sayang Ayo keruangan Mas,, biar Ibu istriahat, ada Ayah ini, "kata Agung pada Dinda.
"Iya udah sanah kamu istirahat, biar Ibu Ayah yang jaga, "
"Ya udah,, Dinda ikut Mas Agung, kalau ada apa apa telfon Dinda ya Yah,"Doni pun mengangguk.
Dan Agung juga Dinda keluar dari kamar rawat Farida.
.
.
.
Keesokan harinya
"Yah,, Ibu mau ke kamar mandi, "Doni pun langsung membantu Farida untuk ke kamar mandi.
"Ayah tunggu di luar aja yah, "kata Farida.
" Ayah ikut masuk, takutnya Ibu susah pegang tiang infusnya, "kata Doni. Dan Farida pun hanya mengangguk.
"Makan dulu Bu, Ayah suapin, "sambil mengambil nampan nasi.
Farida hanya menurut, dan langsung membuka mulutnya saat Doni menyuapinya. Saat sedang makan, Dokter serta suster datang untuk mengecek keadaan Farida.
"Permisi Ibu bapa, di priksa dulu yah ibunya, "kata Suster.
"Silakan Sus,, "jawab Doni, dan Saat melihat Dokter yang akan memeriksa Farida Doni pun sedikit kaget karena ternyata Dokternya adalah Hani.
Sungguh bahagianya mempunyai suami yang menyayangi dan perhatian,batin Hani saat melihat Doni yang sedang tlatenya menyuapi Farida.
Doni langsung bangun dari duduknya dan mundur ke belakang sambil menaro tempat makan.
Doni pun melihat ke Hani yang sedang memeriksa Istrimya, sedang Hani pura pura tidak melihat Doni yang sedang menatapnya. Hani dengan profesional memeriksa dan memberikan nasehat pada Farida untuk tidak telat makan juga jangan terlalu cape. setelah selesai memeriksa Hani pun langsung keluar.
Tidak begitu lama Dinda datang untuk menjenguk Ibunya.
__ADS_1
"Ibu,,, gimana udah baikan,? "sambil duduk diranjang pasien.
"Sudah,, Ibu dah ngga muntah muntah lagi sekarang, "jawab Ayah. "Dinda kesini sama siapa, "
"Sukur deh,, Dinda kesini sama Mas Agung. Ibu dah makan belum yah, "tanya Dinda.
"Udah tadi di suapin Ayah,, "Dinda pun menganggukan kepala.
"Dinda kupasin buah ya Bu,,? "
"Iya,,, "
Saat Dinda sedang memotong buah, Doni
bilang pada Farida dan Dinda mau merokok sebentar di luar, dan anak ibu itu pun mengiyakan.
Doni keluar dari kamar rawat Farida dan langsung berjalan ke arah taman yang ada di belakang rumah sakit. lalu mencari tempat duduk untuk merokok.
Saat Doni sedang menikmati sebatang rokok, tiba tiba Doni mendengar ada orang yang sedang marah marah di belakangnya Doni duduk. Saat Doni menengok ke belakang Doni pun kaget melihat siapa yang sedang di marahi.
"Papah sudah bilang padamu, jangan membuat malu keluarga, kamu itu sudah cukup umur untuk menikah, kenapa kamu tuh selalu saja menolak setiap ada yang mau menikah dengan mu, mau mu apa sih Papah dan Mamah hanya ingin melihat kamu menikah dan hidup bahagia,"kata Bapa bapa yang sudah berumur sekitar 65 tahun.
"Sudah Pah,, jangan seperti ini, malu kalau ada yang melihat, "kata ibu ibu yang sepertinya istri dari bapa yang marah marah.
"Pah,, sebaiknya kita bicara di ruangan Hani aja yuk Pah, "kata perempuan yang ternyata adalah Dokter Hani.
"Ngga perlu,, Papah kesini hanya mau bilang, kalau nanti malam kamu harus pulang, karena besok kamu mau tidak mau harus menikah dengan Gunawan, ngirti kamu, "lalu Bapa Bapa itu menarik tangan Istrinya dan pergi meninggalkan Dokter Hani.
Hani belum melihat Doni yang sedari tadi melihat dan mendengar kemarahan Papahnya. karena posisinya Doni ada di belakang Hani yang menatap ke delan.
Tidak begitu lama terdengar isakan tangis yang memilukan, sampai dengan ahirnya Doni bangun dan langsung membalikan badan Hani dan langsung memeluknya.
Hani yang kaget langsung berusaha untuk melepaskan pelukan Doni,tapi tenaga Doni benar benar kuat sehingga Hani pun tidak dapat melepaskan pelukan Doni. Hani mendongakan wajahnya ke atas dan langsung melihat wajah Doni dengan jarak yang sangat dekat.
Untuk beberapa saat mereka berdua berpelukan dan hanya saling diam. lalu Doni melepaskan pelukanya dan mengajak Hani untuk duduk.
"Besok Hani harus menikah, dengan pria pilihan orang tua Hani, Hani sudah mencoba untuk dekat dengan pria itu, tapi sepertinya pria itu orang yang suka mabuk juga suka gonta ganti perempuan, waktu kemaren malam dia datang ke apartemen Hani dengan ke adaan mabuk dan diantar dua wanita yang berpenampilan sexsi, saat dia masuk ke apartemen Hani dua perempuan itu langsung pergi, dan saat di dalam dia menyakiti Hani dengan dia yang ingin memperkosa, saat Hani melawan dengan kasarnya dia justru memukuli Hani dan untungnya malam itu teman yang tinggal bersama Hani pulang, dan Hani terselamatkan, kalau seumpama teman Hani tidak pulang entah apa yang sudah terjadi dengan Hani, hik... hik..., "
Doni hanya mendengarkan cerita Hani tanpa berbicara apa apa.
__ADS_1
Terimakasih untuk kaka kaka semuanya yang sudah komen dan likenya juga votenya hehe,untuk Doni dan Farida juga Hani Aku hanya memberi ujian untuk gimana Doni bisa kuat dengan cobaan hidup dalam rumah tangganya, istri sakit dan ada wanita cantik muda yang mencintainya juga mengharapkanya, ikuti terus ya kak kisah mereka, biar ngga bosen. kadang Aku sampe bingung mau menceritakan apa lagi, kalau aku tamatin kayanya sayang gitu karena aku senang membaca komen komen dari kaka semuanya.
Jangan lupa untuk like, komen serta votenya ya kak,,biar aku semangat nulis, trimakasih...