MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Dua Jam Bersama


__ADS_3

Rizki dengan berani mencium bibir Zara untuk pertama kalinya. Zara yang kaget langsung membulatkan matanya, sedang Rizki memejamkan matanya.


Zara membuka mulutnya, dan itu membuat Rizki lebih bisa leluasa untuk melu*mat bibir Zara, Rizki pertama sangat pelan dan sampai Zara menikmatinya, tapi saat Zara memejamkan matanya dan ikut mel*umat bibir Rizki, Rizki langsung lebih bersemangat, dan mereka saling meng*hisap dan melu*mat bibir pasangan mereka masing masing.


Zara lalu bersandar di jok mobil saat Rizki sedikit mendorongnya ke belakang. Zara sedikit mendongakan kepalanya.membuat Rizki lebih mudah menciumnya.


Tangan Zara mencengkram baju Rizki dengan kuat, saat tangan Rizki memegang leher belakangnya dengan menekan ke mulutnya, rupanya ciuman Rizki makin rakus,dan Zara yang nafasnya sudah sedikit tersengal tapi Rizki tidak mengerti juga, Zara langsung menggigit bibir Rizki.


"Aawww,,sseettt,,"Rizki langsung melepaskan ciuman dan memegang bibirnya. sedang Zara langsung menghirup udara banyak banyak saat Rizki melepaskan ciumanya.


"Abang iihh,, "lalu Zara mengusap mulutnya yang basah dan sambil melihat ke Rizki yang sedang kesakitan sambil memegang bibirnya.


"Bang,, bibirmu berdarah,, ya Tuhan,, maaf ya Bang sinih Zara lap pake tisu,, "


Lalu Zara mengunakan tisu untuk mengelap bibir Rizki yang berdarah. dan sambil meniupinya.


"Maaf ya Mas,, lagian tadi Zara udah kehabisan nafas, dan Abang ngga mau melepaskan ciumanya, jadi Zara gigit, tapi kirain Zara ngga sampai berdarah gini,, "


"Iya sayang,, ngga papa,, tadi soalnya Abang sangat bersemangat, bibirmu sangat manis,, "


"Manis,, kaya permen aja,, "sambil tersenyum dan menekanya sedikit.


"Awww,,,sakit sayang,, "


"Maaff,, maaff,,, ngga sengaja,,"sambil meniupinya.


"Cium lagi biar sembuh,, "sambil sedikit memonyongkan bibirnya.


"Iihh,, emang itu bikin sembuh dengan di cium,, "


"Iya,, cium,, "Zara tersenyum melihat tingkah Rizki.


Lalu Zara mendekatkan bibirnya lagi,tapi Rizki tidak menyia nyiakan kesempatan itu, Rizki langsung menekan leher belakang Zara agar tetap menempel di bibirnya, dan Rizki menciumnya lagi dengan rakus, Rizki melihat posisi Zara yang sedikit susah membuatnya langsung menarik badan Zara untuk duduk di pangkuanya.

__ADS_1


"Bang,, udah jangan kaya gini, takut ada orang yang lihat, nanti akan jadi masalah buat kita, "kata Zara mengingatkan saat Zara sudah di pangkuan Rizki.


"Lima menit lagi,, hanya lima menit yah,, mau ya,,"sambil mengusap pipi Zara.


"Tapi ini ngga baik Bang,, sabar yah, "lalu Zara memegang tangan Rizki yang sedang memegang pipinya.


"Iya Abang tau,, maaf,,Abang hilaf, "lalu Rizki hanya memeluk Zara, dan Zara meletakan kepalanya di dada Rizki.


(Posisi mereka duduk di mobil kalian bayayangin sendiri aja yah, Aku ngga usah jelasin)


Lima menit pun ahirnya sudah habis, Zara lalu membetulkan posisi duduknya, Zara lalu menelfon pak supir untuk memastikan kalau pak supir ada di mobil, setelah itu Zara akan keluar dari mobil Rizki setelah telfon mati.


"Zara pulang dulu ya Bang,, "Rizki mengangguk lemah dan tersenyum tipis.


Saat Zara mau buka pintu, Rizki mencegahnya lalu mencium kening Zara dulu.


"Hati hati di jalan,, "setelah Rizki mencium kening Zara. Zara mengangguk lalu Zara pun keluar dari mobil Rizki.


"Ya Tuhan,, apa Aku akan kuat dan sabar menunggunya sampai dia lulus kuliah, rasanya pasti sangat berat,,"kata Rizki dalam hatinya berkata.


Keesokan harinya Zara pulang sekolah mampir ke kantor Papahnya ,Zara beralasan kalau mau minta uang untuk beli buku pada Hendra. padahal Zara ingin bertemu Rizki.


"Siang Pah, "kata Zara saat baru masuk ke dalam ruangan Papahnya.


"Siang,, tumben ke sini.ada apa hemmm,, "sambil merapikan meja.


"Zara pengin mampir aja,, soalnya Zara mau beli buku ,bentar lagi ujian dan Bu Guru menyarankan beli buku yang untuk pembelajaran ujian, tapi uang Zara kurang,, "sambil tersenyum. dan duduk di bangku depan meja Hendra.


"Kenapa ngga telfon Papah, Papahkan bisa tranfer tadi,untung Papah belum pergi, Papah mau ke kantor cabang soalnya, "


"Iya,, Zara ngga kepikiran ke situ, tadi saat lihat kantor Papah Zara langsung aja minta sama pak supir untuk kesini dulu,, "


"Oh gitu,, Zara mau berapa uangnya,, "

__ADS_1


"Mau 300 rb aja,, "Hendra lalu mengambil dompetnya, dan mengambil uang 300 rb.


"Segitu cukup,, "


"Cukup,, makasih ya Pah,, "


Lalu Rizki masuk ke dalam ruangan Hendra untuk memberikan map yang akan di bawa Hendra. Rizki cukup kaget saat melihat ada Zara, tapi kaget senang.


"Ya udah ayo kita turun bareng,, "kata Hendra pada Zara setelah Hendra siap untuk pergi.


"Papah duluan aja, tiba tiba perut Zara sakit,, "Zara pura pura, dan langsung masuk ke kamar mandi. Rizki yang tau hanya tersenyum tipis melihat tingkah Zara.


"Iya udah Papah pergi,, "Zara hanya bilang Iya sambil berjalan.


"Ki saya berangkat, dan tolong kamu selesaikan kerjaan yang di map kuning itu,, saya pulang harus selesai,, "


"Siap Bos,, "lalu Rizki dan Hendra keluar dari ruangan Hendra.


Rizki menuju ruanganya, sedang Hendra dengan sekertarinya langsung masuk Lif untuk pergi.


Rizki sampai di ruanganya kirim pesan pada Zara kalau Papahnya sudah pergi. dan tidak begitu lama Zara pun masuk ke dalam ruangan Rizki.


"Dasar nakal yah,, bohongin Papah sendiri, "saat Zara sudah ada di depanya.


"Jadi ngga suka nih,, ya udah Zara mau pergi aja kalau gitu,, "


"Eehhh,, sapa bilang Abang ngga suka, Abang justru sangat suka,, "sambil memegang tangan Zara.


Lalu Rizki menarik Zara,agar Zara duduk di pangkuanya .


Apa yang akan terjadi, kita lihat besok..


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2