MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Devandra Dan Devano


__ADS_3

"Sudah,, Mas sudah siapkan nama buat putra kita,,"


"Siapa Mas namanya,,? "


"Semoga kamu suka yah Yang dengan namanya, namanya adalah Devandra dan Devano, suka,,? "Dea langsung tersenyum dan mengangguk.


"Suka,, nama yang bagus, semoga kelak mereka jadi anak anak yang soleh, berpakti pada orang tua dan sukses seperti Papahnya,"


"Amin,, semoga ya sayang,, "jawab Hendra dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


Sekitar 20 menit suster datang lagi untuk mengambi sikembar.


"Apa Bapa dan Ibu sudah memberi nama pada anak anak Ibu dan bapa ini,, ?"tanya suster sambil mengambil bayi yang ada di samping Dea.


"Sudah sus,, Yang saya gendong bernama Devandra dan yang di box Devano"jawab Hendra.


"Wah nama yang bagus,, "kata Suster.


Setelah itu susterpun pergi dengan membawa si kembar, dan sekarang tinggal Hendra dan Dea di ruangan.


"Mas,, sudah telfon ke Kak Doni sama Dinda belum,,? "


"Mas sudah telfon kak Doni, tapi ke Dinda belum Yang,, "


"Kenapa ke Dinda belum,, ?"


"Ini sudah malam sayang, besok pagi aja yah,, udah sekarang tidur yah, udah malamm,, "sambil Hendra duduk di sebelah Dea.


🌸🌸🌸


Hari pun berlalu, Dea sudah di rawat di rumah sakit selama 5 hari, Dinda dan suaminya juga sudah datang menjenguk, sedang kak Doni akan datang bersama anak dan istrinya nanti saat acara sukuran beri nama pada si kembar.


Hari ini Dea dan si kembar akan pulang ke rumah, Oma menggendong Devandra,sedang Hendra menggendong Devano. Dea duduk di kursi roda yang di dorong suster, sedang Rizki dan Zara berjalan bersama di belakang mereka bersama pak sopir yang membawa tas dan barang si kembar.


Sampai di mobil semuanya masuk ke dalam, Rizki membawa mobil sendiri di temani Zara, karena yang lainya satu mobil dengan pak sopir.


Sampai di rumah semuanya turun dari mobil, dan si kembar langsung masuk ke kamarnya dan kamar si kembar sebelahan dengan kamar Dea dan Hendra, di tengah juga di beri pintu penghubung agar mudah untuk keluar masuk Dea atau Hendra menemui anaknya.


Oma dan Hendra sibuk di kamar si kembar, sedang Zara dan Rizki ada di ruang tamu.

__ADS_1


"Abang mau minum apa,,? biar Mba nati bikinkan,,"tanya Zara.


"Sebenarnya Abang pengin kopi biar ngga ngantuk, tapi kalau mba yang bikin ngga mau , Abang penginya Zara yang bikinin,, "


"Kok gitu, kalau Zara yang bikin nanti ngga enak loh,, "


"Kok tau ngga enak, emang ngga pernah bikin kopi apa,, "Zara menggeleng.


"Ya udah Abang minum air putih aja, ambilin gih,, dan jangan nyuruh mba harus kamu yang ambilkan,, "


"Iihh,, Abang kok jadi ribed sih,, "sambil Zara berjalan menuju dapur.


Segelas air putih di berikan pada Rizki oleh Zara, dan Rizki meminumnya.


"Segernya,,, air putinya terasa manis,, "


"Kok bisa, "


"Bisa lah, karena yang memberikan air putihnya manisnya sampai tumpah ke airnya sih,,


"Ihh apaan sih, Abang ngga pantes ngegombal tau, garing,, "lalu mereka berdua tertawa.


"Ki,, tolong kamu datang ke panti asuhan ini dan ini, besok akan di adakan acara sukuran dan AQiQah buat si kembar, "Sambil Hendra memberikan kertas alamat panti asuhanya.


"Iya Pak,, "


"Dan kamu juga sekalian pesan makanan buat besok ,buat sekitar 200 orang yah, pilih yang enak saya ngga mau yang murahan, agar rasa dan kualitas makananya terjamin,, "


"Acaranya untuk jam berapa ya Pak,, "


"Untuk jam 3 sore,, "


"Siap pak, kalau gitu saya langsung berangkat sekarang ,,"Hendra lalu mengangguk.


Setelah Rizki pergi, Doni dan Dian datang berserta anaknya Aditiya yang sudah besar dan sedang belajar jalan.


"Kak,, gimana perjalanan lancar,, "


"Lancar,, "sambil Hendra dan Doni berjabat tangan.

__ADS_1


Setelah itu Hendra juga berjabat tangan dengan Dian.


"Selamat ya Hen,, sekarang sudah tambah anak,, "


"Iya terimakasih,, "


Zara yang melihat Dian datang langsung berlari senang.


"Mamahhh,,,, "kata Zara, setelah dekat Zara langsung memeluk Dian.


"Gimana kabarnya Zara,,? "setelah melepaskan pelukanya.


"Zara sehat mah, Mamah gimana,? "


"Mamah juga sehat,,


Lalu Zara juga mencium tangan Ayah Doni, dan saat melihat Aditiya yang sudah besar, Zara lalu mengajaknya untuk ke belakang rumah melihat kolam ikan.


Setelah Zara dan Aditiya pergi, Doni dan Dian di ajak Hendra untuk ke atas untuk bertemu Dea dan si kembar.


"Kaka,, "kata Dea yang ada di atas kasur.


"Selamat yah,, ahirnya apa yang di inginkan. kamu Tuhan memberinya,,dua sekaligus lagi"kata Kak Doni sambil memeluknya.


"Iya kak,, Dea juga sangat bahagia,dan bersukur banget Tuhan telah mengabulkan doa Dea, "


"Iya kaka tau itu, jaga dan rawat mereka dengan baik yah,, "Dea mengangguk sambil mengusap air matanya.


Doni bagi Dea itu lebih dari kaka, Doni bagi Dea adalah Ayah juga Ibu, karena Dea di tinggal orang tuanya saat masih belum dewasa.


Lalu Dian pun memberi selamat pada Dea, lalu Dian dan Doni melihat ke bayi kembarnya.


"De,, anak anakmu dua duanya kok mirip ke Hendra semuanya yah,, "kata Dian.


"Iya Kak,, memang mirip ke Mas Hendra semuanya,, "


"Ya ngga papa sih orang bapanya yah,, "kata Dian lagi sambil tersenyum ke Dea.


"Iya kak,, "

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...


__ADS_2