MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Ibu Membeli Cincin


__ADS_3

Cekrekkkk..


"Maaf,,,,, "


Papah langsung melepaskan ciumanya pada ku, setelah mendengar ada orang yang membuka pintu dan bilang maaf.


"Udah di anterin samapi mobil Do,?"tanya Papah pada Kak Aldo saat sudah berdiri. Sedang Aku karena masih malu kepergok sedang ciuman masih duduk dan menundukan mukaku.


"Udah Pak,,, tapi Saya taro samping Mobil ,karena tadi lupa minta konci Mobil ke Bapa,"jawab Kak Aldo.


"Ya udah ngga papa.Kamu angkat yang itu dan Saya yang ini,dah selesai kan,? "


"Udah Pak, "


"Ya udah kita pergi sekarang. Sayang ayo kita pulang, "kata Papah, Aku pun langsung bangun dari duduku dan berjalan di belakang Papah.


Sampai Mobil Papah menyuruhku untuk masuk dulu, sedang Papah dengan Kak Aldo menata kardus di bagasi Mobil.


"Do,, makasih untuk bantuanya, maaf kalau selama ini Saya ada salah sama kamu, dan sampai jumpa lagi, "kata Papah sambil mengajungkan tanganya untuk berjabat tangan.


"Iya Pak sama sama, Saya juga minta maaf kalau ada salah, "sambil menjabat tangan Papah Kak Aldo bicara.


Setelah kak Aldo pergi Papah langsung masuk Mobil dan kita langsung akan pulang ke apartemen.


.


.


.


Di Tempat Lain


"Mau pilih yang mana Bu,, ?"tanya Doni pada Farida. Saat ini Doni dan Farida sedang ada di toko perhiasan.


"Menurut Ayah bagus yang mana, Ibu bingung milihnya,soalnya ini dua duanya bagus Yah, "jawab Farida sambil mencoba 2 cincin saling bergantian.


"Kalau Ibu suka beli aja dua duanya,"


"Ngga ah,, satu aja juga cukup. Sebenarnya cincin yang lama aja masih kok Yah, ngga harus beli lagi, "


"Biarin yang lama di simpen aja Bu, sekarang kita akan memulai dari awal lagi, jadi harus beli yang baru,Ibu ambil dua duanya aja yah kan bagus semuanya itu cincinya, "


"Ngga ah,, buat apa banyak banyak, yang ini aja deh, modelnya simpel tapi bagus, "kata Farida sambil menyodorkan jari manisnya yang sudah di masuki cincin.Setelah minimbang nimbangnya dengan satunya lagi.


"Ya udah terserah Ibu ajah, Ayah bayar dulu yah, "lalu Doni melakukan pembayaran.


"Udah yu Bu,, "ajak Doni setelah membayar.


"Ibu pengin ke mana lagi sekarang,? "sambil berjalan keluar dari toko perhiasan Doni bertanya.


"Ibu terserah Ayah saja, kan kita udah dapat yang kita cari sekarang Ayah pengin pergi ke mana Ibu ikut aja, "jawab Farida.


"Ya udah yuk kita cari tempat buat minum teh dan mengobrol ,"sambil mengulurkan tanganya untuk menggandeng tangan Farida, Doni bicara. Lalu tangan Farida pun menyambutnya.

__ADS_1


Lalu mereka berdua keluar dari mall dan pergi untuk mencari caffe yang enak buat mereka mengobrol.


Setelah Mobil berjalan sekitar 20 menit, Farida mengajak Doni untuk berbelok di sebuah caffe yang cukup bagus, merekapun lalu keluar bersama.


Sampai di dalam mereka mencari tempat duduk yang paling pojok agar terasa nyaman untuk mengobrol, dan setelah duduk Doni langsung memesan kopi hitam dan Farida memesan teh hijou.


"Ibu sudah punya rencana untuk kapan kita menikah, ?"tanya Doni.Setelah pesananya datang lalu sambil meminum kopinya.


"Ibu udah ngajuin cuti ke kantor untuk 2 minggu tapi belum keluar surat izinya, kalau sudah keluar Ibu langsung ngabarin Ayah nanti. Kalau kita rencanakan tanggal pernikahan sekarang takutnya meleset dari tanggal cuti Ibu, "jawab Farida. Yang langsung di balas anggukan oleh Doni.


"Trimakasih sudah mau kembali pada Ayah, dan Ayah masih sama seperti dulu, orang ngga punya apa apa, beda dengan Ibu yang sudah sukses, "kata Doni sambil menggengam tangan Farida.


"Ayah ngomng apa sih, justru Ibu yang berterima kasih karena Ayah mau menerima Ibu yang banyak kekuranganya, dan sudah pernah menikah lagi,"jawab Farida.


"Bu,, mari kita lupakan masa lalu ,dan Ayah menerima segala kekurangan Ibu juga masa lalu Ibu, biarlah masa lalu kita kubur dalam dalam, kita sekarang hanya akan melihat masa depan saja dan kita akan menua bersama hingga maut yang bisa memisahkan kita, "setelah bicara Doni mencium tangan Farida.


"Teimakasih banyak Yah, "sambil mengeluarkan air mata Farida berkata.


"Kenapa menangis hemmm,,,? "


"Ini tangisan bahagia Yah,,, "dan mereka pun tersenyum bersama.


mereka menikmati suasana cafe sampe sore hari.


"Nanti gimana dengan kerjaan Ayah.Apa kita akan jarang bertemu dan hanya sebulan sekali bertemunya,? "


"Ibu juga jarang di rumah kan sibuk kerja, dan sering pergi ke luar kota,? "


"Tapi Ibu sudah mengajukan ke kantor untuk bekerja hanya di kantor saja, Ibu udah ngga mau kerja ke lapangan lagi, dan udah dapat izinkan dari kantor tapi jabatan Ibu di turunkan, "jawab Farida.


" Ibu Tidak menyesal sama sekali,memang Ibu sudah mengajukan surat itu dari sebelum Dinda menikah, karena Ibu fikir Ibu makin tua jadi kondisi badan Ibu yang sudah merasa cepat lelah karena terlalu banyak kerja dan selalu pergi pergi,jadi Ibu mengajukan surat untuk kerja di kantor saja,"


"Oh,,, sukurlah kalau begitu, Ayah ikut senang juga. Kalau seperti itu apa baiknya Ayah ikut tinggal di rumah Ibu aja, biar nanti Ayah bisa cari kerja di sini jadi kita bisa tenggal bersama, "


"Itu ide bagus,, Ibu tadinya pengin seperti itu tapi takut Ayah ngga mau tinggal di rumah bersama Ibu dan meninggalkan pekerjaan yang Ayah sukai.Itu juga nantinya menjadi rumah kita, dan ngga boleh ada kata itu rumah Ibu atau milik Ibu, semua yang Ibu atau Ayah punya menjadi milik kita berdua,"


"Baik lah terserah Ibu aja. Dan demi untuk hidup dengan Ibu ,Ayah akan lakukan dan korbankan apa saja asal bisa bersama Ibu, "Farida pun terenyum karena merasa sudah mendapat jawaban yang dia inginkan dari Doni.


"Udah sore pulang yuk Yah, "kata Ibu.


"Ya udah ayok,,,"


Mereka berdua pun pulang setelah mereka puas mengobrol tanpa ada masalah.


.


.


.


Di Apartemen.


"Adek ngga usah ikut bantu angkatin kardusnya, biar nanti mas suruh orang untuk membawa ke atas, "kata Papah saat Aku akan membantu membawa kardus.

__ADS_1


"Iya baiklah Mamas ku sayang, "kataku sambil melepaskan tanganku dari kardus yang tadi sudah ku pegang.


Setelah Papah menurunkan kardus kardus dari mobil, lalu Papah meminta tolong pada orang yang suka bersih bersih taman apartemen untuk membawakan kardus ke atas.


Setelah sampai di dalam apartemen Aku langsung masuk kamar.Sedang Papah masih menata kardus kardus itu di ruang depan, setelah tadi di antarkan oleh orang yang di suruh Papah.


"Dek,,, Adek tidur,?"tanya Papah saat masuk kamar.


"Heemmm,,, Dinda ngantuk Mas, "jawabku setengah sadar.


"Tapi ini udah sore sayang,, ngga baik tidur nanggung gini, "sambil mengusap kepalaku.


"iyaa,,, tapi Mas gendong ya ke kamar mandinya,Dinda malas jalan,, "Papah lalu bangun dan mengangkat badanku menuju kamar mandi.


"Mau sekalian di mandikan ngga Dek, ?"tanya Papah saat Aku sedang membuka kancing bajuku.


"Terimakasih aja deh Mas,,, sekarang Mas boleh keluar, silakannn,,, "kataku.


"Mas sini aja deh pengin lihat Adek mandi yah, "


"Ngga ngga nanti adek Mas bangun lagi, Dinda ngga mau di salahkan, mending Mas keluar dehhh... "kataku sambil Aku dorong Papah keluar dari kamar mandi.


Setelah Aku selesai mandi, sekarang gantian Papah yang mandi, dan Aku langsung keluar dari kamar menuju dapur untuk memasak makan malam.


Saat sedang masak Papah memeluku dari belakang, dan sambil mencum rambutku.


"Masak apa Dekk,,, "sambil meletakan kepalanya Papah di pundaku.


"Masak ayam goreng sama tahu tempe juga di goreng, Mas doyan ngga,?"tanyaku.


"Semua yang Adek masak pasti Mas suka, "jawabnya, "Ini Mas kayanya makin gendut deh Dek, gara gara masakan Adek yang enak jadi Mas nafsu makanya meningkat, "kata Papah lagi.


"Sukur deh jadi Dinda ngga sia sia masakin suami, "jawabku sambil tersenyum.


"Dek,, inget janjinya yah yang tadi pagi, Mas nanti malam mau mita dobel jadi Adek ngga boleh nolak titik, "kata Papah sambil melepas pelukannya dari badanku.


"Iyaaa,,, tapi nanti kalau Dinda udah lemas jangan di paksa ya Mas,, "jawabku.


"Tenang aja nanti Mas bikin Adek enak kok ngga di suruh angkat barang, jadi pasti ngga bakal lemas, "jawab Papah.


"Iiihhh,, Mas,, serius tau Dinda, "kataku sambil menghadap ke Papah yang sedang tersenyum dan duduk di bangku yang ada di dapur.


Ahirnya perdebatan kita pun selesai dan kita langsung makan malam setelah semuanya matang.


"Mas,,Ayah kok belum pulang yah, "tanyaku saat kita berdua duduk di sofa sambil nonton tv setelah selesai makan.


"Tadi Ayah kirim pesan ke Mas, katanya pulangnya agak telat,"Aku hanya menganggukan kepalaku.


"Dek kita ke kamar yuk,kita cicil mumpung Ayah belum pulang jadi kita bebas "


"Ayo,, tapi gendong yah, "jawabku sambil Aku mengacungkan tanganku ke pada Papah.


**Buat kaka kaka semua semoga ngga bosan sama ceritaku yah, aku bukanya bertele tele dalam bercerita tapi aku menceritakan alur cerita tanpa di singkat singkat terlalu cepat, karena aku di sini ingin mengkisahkan laki laki dewasa yang mendapatkan gadis yang masih muda ,jadi aku hanya fokus pada ke uwuan mereka berdua dan nanti juga aku sambung dengan ke uwuan ayah dan ibu Dinda.

__ADS_1


Dan jangan lupa buat like, komen juga votenya ya kak, mau kasih tips juga boleh hehee,,, tremakasih**.


__ADS_2