
Setelah Aku di beri istrirahat sekitar 5 menit, Mas Hendra pun mulai menciumiku lagi, katanya mera**sangku lagi agar bisa menikmati permainan Mas Hendra.
Di ciumnya bibirku sambil di luma*nya.Aku pun membalas ciuman Mas Hendra sambil memainkan lidahku dan lidah Mas Hendra.
Tangan Mas Hendra bermain di dadaku dengan gemasnya. sedang tanganku meremas punggung Mas Hendra.
Ciuman Mas Hendra turun ke leherku, dan di jila*inya leherku juga di gigitinya kecil kecil. Ciuman itu makin turun ke bawah dan sampai lah di dadaku.
Sampai di dada Mas Hendra langsung menyed*tnya dengan gemas. tanganya juga sambil meremas dadaku juga.
"Mas lakukan sekarang ya Sayang,,, "sambil berbisik di telingaku. Sedang Aku hanya mengangguk.
Lalu Mas Hendra memposisikan senjata laras panjangnya ke pada inti tubuhku, berlahan di dorongnya sedikit demi sedikit, dan saat baru setengah Aku sudah memejamkan mataku sambil tanganku mencengkram seprei.
"Oohhh,,, Masss,,, aaahhh,,, "kataku saat Mas Hendra makin memasukan senjata laras panjangnya makin masuk ke dalam.
"Oohh,,, sayangg,,, "Mas Hendra sambil terus mendorongnya.
Setelah masuk semuanya, Mas Hendra mendiamkanya sebentar, menungguku untuk lebih nyaman.
Setelah Aku sudah merasa nyaman, Mas Hendra mulai menggerakan pinggulnya dengan pelan. tapi lama lama gerakanya makin cepat,membuatku makin merasakan nikmat.
Lalu Mas Hendra merubah posisiku dengan menyuruhku untuk yang di atas.
Aku pun menurut dan duduk di atas Mas Hendra, sambil senjata laras panjang Mas Hendra masuk sedikit demi sedikit ke inti tubuhku. Setelah masuk semua ,Aku merasakan inti tubuhku rasanya sangat penuh, lalu Mas Hendra membantuku menggerakanya, Aku pun menggerakanya secara berlahan.
"Ooohhhh,,, Massss,,,, Aaahhh,,, "
"Uuuuhhhh,,, Sayanggggg,,,, nikmatnyaaa,, ayo terussss,,, "
Aku menggerak kan pinggulku sambil Aku sedikit jongkok, dan Mas Hendra yang tiduran hanya menikmati permainanku.
Aku gerakan pinggulku naik turun keluar masik,, dan itu sungguh nikmat.
Tanganku dengan Mas Hendra sambil menggenggam karena tangan Mas Hendra buat peganganku.
Mulut kita berdua sama sama mengeluarkan suara indah karena sama sama merasakan kenikmatan.
"Ayo sayanggg,,, terusss,,, oohhh,,, "Aku pun makin cepat menggerakanya, sehingga buah dadaku ikut bergoyang dengan indahnya.
__ADS_1
Lalu Mas Hendra merubah posisi lagi, sekarang Aku digendongnya di depan, Aku pun membantu memasukan senjata laras panjang Mas Hendra, setelah masuk ya ampun,,, Mas Hendra benar benar membuatku merasakan kenikmatan surga dunia benar benar ada.
Aku kalungkan tanganku pada leher Mas Hendra karena takut jatoh.
"Mass,,, awas kakinya jangan di paksain yah,, takut nanti sakit lagi,,, pelan pelan saja,, "kataku..
"Iya Sayang,,, Mas akan pelan,, "jawabnya.
Lalu Mas Hendra menggerakan pinggulnya, sedang pinggulku di tahan oleh tangan Mas Hendra.
"Ooohhh,,, Masss,, "
"Enak sayang,,,, hemmm,,?"sambil mengecup bibirku sekilas. sedang Aku hanya mengngguk malu.
Setelah 5 menit, Mas Hendra meletakanku di kasur, Aku di suruh terlentang saja,sepertinya Mas Hendra akan melakukan tembakan.
"Maaassss,, ooohhh,, ohhh,,, "karena Mas Hendra menggunakan tenaga, Aku sampai kualahan.
"Tahan sayang,,, Mas akan keluarrrr,,,, "
Aku memejamkan mata sambil mencengkram punggung Mas Hendra, dan menggigit bibirku agar suara dari mulutku tidak sampai keluar dengan kencang.
Ngkekkk,,, ngkekkk,,,,,
Dan Mas Hendra langsung ambruk di atas tubuhku, dengan badan yang penuh keringat juga nafas yang masih ngos ngosan.
Mas Hendra lalu menggulingkan badanya ke samping lalu menariku untuk di peluknya.
"Apa Mas Hendra ingin punya anak dari Dea dengan cepat,,? "tanyaku, hanya obrolan biasa.
"Kenapa tanya begitu,,,? "
"Ya Dea pengin tanya aja,, Dea takut kalau ngga bisa hamil,, "
"Jangan di fikirkan masalah itu,,kita serahkan saja pada Tuhan,, kita hanya perlu rajin buatnya sama berdoa ,,"sambil mencium keningku.
"Mau lagi ngga,,?"sambil mengusap pipiku.
"Iihh,, Cape tau Mas,, Dea lemas,, Dea mau tidur ah pengin istirahat,, "kataku.
__ADS_1
"Kirain pengin lagi,, "
"Ngga,,"kataku sambil berjalan menuju kamar mandi sambil menutupi badanku dengan selimut.
Sedang Mas Hendra tersenyum melihatku yang langsung kabur...
Selesai Aku dari kamar mandi, Aku pun langsung memakai baju rumahan, karena Aku pengin sedikit lama di di rumahku.
"Mas,,, kamu tidur,, ?"tanyaku saat melihat Mas Hendra memejamkan matanya.
"Hemmm,,, Mas ngantuk,,"
"Ya udah Mas tidur aja,Dea mau bersih bersih rumah yah,, "kata ku setelah selesai menyisir rambutku. dan Mas Hendra menjawab Iya.
Aku pun keluar kamar, dan mengambil lap untuk bersih bersih pajangan di atas meja dan rak.
Saat Aku sedang mengelap hiasan, pintu rumahku ada yang mengetuk, Aku pun membukanya, saat ku buka pintu ternyata yang datang adalah ibu ibu tetangga rumah dan ada pak RT juga.
"Mari pak Rt dan Ibu ibu,, silakan masuk,, "kataku.
"Iya Mba Dea,, makasih,, "lalu mereka ber4 pun masuk ke dalam.
"Gini Mba Dea, kedatangan kita ke sini karena ada yang ingin kami tanyakan pada Mba Dea,, "kata Pak Rt. Aku masih mendengarkan.
"Apa benar Mba Dea pelang ke sini bawa laki laki,, dan apa hubungan kalian, karena warga pada mempertanyakan siapa laki laki itu,, "Aku pun mengangguk dan tersenyum.
"Laki laki yang datang bersama Saya itu adalah suami Saya Pak Rt ,kita sudah menikah di kota, memang baru akad belum resepsi, karena suami Saya baru kecelakaan dan ini jyga baru sembuh,, "jawabku.
"Oh gitu,, apa ada buktinya Mba,, ya sebagai bukti aja kalau nanti ada warga yang tanya,, "
"Ada,, nanti saya ambil hp saya dulu,,"kataku, dan langsung menuju ke kamar mengambil hp.
"Ada yang datang,,? "tanya Mas Hendra yang baru keluar dari kamar mandi.
"Iya Mas,, ada Pak Rt juga ibu ibu tetangga,, "
"Mau apa mereka,,? "
"Nanyain Mas,, katanya Mas siapanya Dea,, ya begini lah Mas yang namanya di kampung, Dea pernah bilang kan dulu juga,, "Mas Hendra lalu ikut Aku ke luar juga.
__ADS_1
Besok lagi
Jangan lupa like, komen dan votenya yah,, mksh...