
"Kek,,, Saya mau bicara sebentar bisa ngga,,? "Kataku mendekati Kakek yang sedang duduk sambil nonton tv.
"Bisa,, silakan duduk,, "Aku pun duduk di sebelah Kakek.
"Gini Kek,, Saya dan Dian sudah memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih serius, dan Saya tidak ingin lama lama, menurut Kakek bagai mana,? "
"Sukur kalau kalian sudah punya niatan untuk serius,Kakek sangat setuju dengan keinginan Nak Doni untuk tidak lama lama punya niatan baik,, "Aku pun mengangguk.
"Nanti Saya akan kabari Kakek untuk hari lamaran pada Dian, "
"Iya akan Kakek tunggu kedatangan Nak Doni dan keluarganya, "
"Kek,, Saya juga mau minta izin untuk mengajak Dian ke rumah Saya, apa boleh,,, "
"Boleh,,, tapi nanti di anterin pulang lagi yah,, dan jangan malam malam,, "
"Siapp,,, kak,"
Setelah mengobrol dengan Kakek cukup lama, Aku pun akan bersiap akan pulang. Dian pun sudah rapi karena tadi Aku mengirim pesan padanya mengatakan kalau Kakek mengijinkanya ikut ke rumahku.
"Pah Dian pergi dulu yah,, "sambil mencium tangan Kakek.
"Iya hati hati di jalan, dan pulangnya jangan malam malam,, "Dian pun menjawab "Iya"
Aku juga berpamitan pada Kakek, dan tak lupa Aku juga mencium tanganya, setelah itu Aku dan Dian masuk mobil dan berangkat.
"Rumah Saya jelek, kecil dan berantakan, jadi nanti jangan kaget yah,, "saat kita di jalan sedang menuju rumahku.
"Iya,, Dian maklumi kok,, emang Mas tinggal sendiri ngga ada sodara apa,,? "
"Ada,, Adek perempuan Saya rumahnya di samping rumah ,adek juga yang sering me. asakan untuk Saya,,, "
"Oh,, Adek Mas sudah bersuami belum ?, "
"Udah,, tapi belum di beri momongan,, "Dian pun mengangguk.
"Mas,, beli oleh oleh dulu buat Adik Mas yah,, "Aku pun mengiyakan.
Saat Dian melihat kios yang menjual buah buahan, Dian minta di berhentikan mobilnya, Aku pun menghetikanya, Dian. membeli buah buahan untuk adiku.
Setelah selesai, Aku melanjutkan kembali mobilku. tidak begitu lama kita pun sampai, Aku memasukan mobilku di samping rumah. Adiku melihat kedatanganku pun langsung berlari dan mendekati mobilku.
"Ahirnya Kaka pulang juga,,, "saat Aku turun dari mobil, Tapi mata Adeku menuju ke Dian.
__ADS_1
"Iya,,, kangen yah sama Kaka,, "Lalu Adeku mencium punggung tanganku.
"Ngga tuh,,, Kak siapa tuh,, "sambil matanya yang memberi kode.
"Oh iya,,, ini Dian teman Kaka,, "saat Dian sudah berdiri di dekatku.
"Haiii,,,, Kak Dian, Aku adeknya Kaka,, salam kenal,, "samb berjabat tangan.
"Iya,, salam kenal juga,, "
Aku pun mengajak Dian dan Adeku masuk rumah, sedang buah yang Dian beli tadi di serahkan pada Adeku.
"Katanya rumahnya kecil dan berantakan,, orang besar dan juga bersih kok,, "saat Dian masuk ke dalam rumah, Aku hanya tersenyum.
"Kak Dian, Kata siapa rumah kaka kecil dan berantakan,? "
"Kata Kaka kamu,,, "
"Kaka percaya gitu aja emangnya,, "Dian pun mengangguk.
"Kak Doni itu orangnya suka kebersihan kak, dan kaka juga ngga bakalan dan ngebiarin rumahnya itu kotor atau bau,"
"Ya ngga segitunya kali Dek,,, "
"Emang iya,,, "
Sedangkan Dian yang di ruang tengah di tinggal sendiri tidak mau, lalu ikut Adeku menuju dapur.
Selesai Aku ganti baju, Aku pun keluar dari kamar, Aku melihat Adeku dan Dian sedang mengobrol dan mereka cepat sekali akrab.
"Dek,,, Suamimu pulang tuh,,, "kataku, saat mendengar suara motor adik iparku.
"Iya,,,, "sambil bangun dari kursi.
"Kak Dian Saya tinggal dulu yah,, "Dian hanya mengangguk dan tersenyum.
Setelah adeku pergi, Dian Aku ajak duduk di sofa. kita oun mengobrol.
"Saya mau pesan makanan dulu yah,, "saat melihat Aplikasi dan melihat lihat mau pesan apaan.
"Mas lapar,,,? "
"Ngga,, pengingin ngemil aja,,! "
__ADS_1
Aku memesan pizza dua, karena yang satunya akan Aku kasih ke adeku.
Sekitar 30 menit pizza pun datang, setelah Aku antar ke adiku satu dus, sekarang Aku dan Dian sedang makan yang satu dusnya lagi.
Saat kita sedang makan, rupanya hujan turun dengan derasnya.
"Mas ujanya deras banget,, "
"Iya,, biarin aja,, malah Saya berharap hujanya ngga berhenti sampai malam,, "
"Kok gitu,, ?"
"Biar Dian nginep di sini, temani Saya tidur biar hangat,, "
Bukkk....
Dian melempar bantal sofa ke wajahku"Dasar mesum,,, "Aku hanya tertawa.
"Saya mau bikin minum hangat dulu yah Di, "
"Mas,,, boleh ngga kalau bicara jangan pakai kata Saya, itu terlalu formal, "
"Baiklah,,, Say,, eh Mas akan turuti,, "lalu Aku berjalan menuju dapur.
Sekitar jam 8 malam hujan tak kunjung reda, Dian mulai gelisah. Kakek tadi menelfon Dian menanyakan di sini ujan ngga,, dan Dian pun bilang hujanya sangat deras,kakek juga bilang kalau di tempatnya hujan sangat deras.
"Menginap saja yah di sini,, "Dian seperti berfikir.
"Di jalan depan kalau ujanya seperti ini terus pasti banjir, dan mobil ngga bisa lewat,"
Ahirnya Dian pun mengangguk dan menelfon kakek untuk izin tidur di rumahku, saat Dian memberi tanda mengangguk ,Aku tersenyum senang.
"Dian tidurnya di kamar yang mana Mas,? "
"Di kamar Mas aja yah,, "
"Masss,,, "sambil matanya melotot lalu bibirnya dimemanyunkan.
Cupp..
Karena kita duduk di sofa dan sangat dekat membuatku gemas melihat bibirnya yg di manyunin. dan ku cium sekilas bibirnya, Dian hanya diam mematung.
Lalu secara berlahan Aku mendekatkan bibirku pada bibir Dian lagi.
__ADS_1
Maaf kalau ada typo..
Jangan luoa like, komen dan votenya..