
"Kalian berdua Bisa jelaskan tentang video itu, Saya sangat malu mempunyai mahasiswa seperti kalian, apa kalian di didik di sini untuk melakukan kekerasan HAH... jawab, "kata Pak Adi pada mereka berdua.
"Apa kamu tau, orang yang kamu tampar itu adalah Istri dari seorang Dokter yang ada di depamu ini, "Aku melihat mereka berdua sepertinya sangat kaget.
"Maa,,,, aaff Pak,, saya ngga sengaja melakukanya, "kata yang perempuan,sedang yang laki laki hanya diam, sepertinya Dia sangat kaget.
"Ngga sengaja kamu bilang, menapar orang di depan umum kamu bilang ngga sengaja, omong kosong apa itu, "Aku langsung bangun dari duduk dan mendekat ke perempuan itu.
"Asal kamu tau yah, istriku itu tidak sama sekali tertarik dengan cowomu itu, dan kamu juga perlu dengar Istriku itu bukan ayam kampus seperti apa yang kamu tuduhkan, setiap hari itu saya yang mengantarkan ke kampus ini, dan tidak pernah sama sekali Istriku di antar oleh orang lain, video ini bisa saya bawa ke kantor polisi untuk menjebloskanmu ke penjara, sebagai tuduhan kekerasan dan pencemarkan nama baik, "kataku.
"Ampun Pak,, maafkan saya, saya mengaku salah tapi tolong jangan laporkan saya ke kantor polisi, "kata si perempuan sambil bersujud di depanku.
"Saya tidak bisa memaafkan orang yang telah menyakiti Istri saya dan saya akan melaporkanya kepada yang berwajib,"tegasku.
"Pak Agung, Saya sebagi Retor di sini juga tidak suka dengan kelakuan Dea, tapi saya jaga mohon pada Pak Agung untuk memberi Dea kesempatan, tolong jangan laporkan kepada pihak berwajib, ini saya lakukan juga karena demi nama baik kampus ini, tolong Pak pertimbangkan lagi, dan sebagai hukuman untuk Dea akan saya kasih sekors satu semester"kata Pak Adi padaku.
"Baik,, saya tidak akan melaporkanya, tapi kamu juga harus meminta maaf pada istri saya dan membersihkan nama baik Istri saya pada mahasiswa dan mahasiswi di kampus ini bahwa Istri saya bukan ayam kampus, dan jika sekali lagi kamu membuat masalah lagi ke pada Istri saya, tidak ada ampun untuk kedua kalinya.Mengerti kamu,!"perempuan itu langsung berterimakasih padaku dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.Aku juga setuju untuk memberinya hukuman sekors selama satu semester.
"Untuk kamu, "kataku menujuk laki laki yang bernama Hanan, "Jadi laki laki itu harus tegas,kalau ada masalah jangan sampai melibatkan orang luar untuk disakiti, dan jangan berani berani kamu dekati Istri saya lagi, saya tidak suka, Mengerti, "kataku.Dan Hanan hanya menjawab "Iya, dan minta maaf atas kejadian yang kemaren, "
Setelah selesai dengan mereka berdua, Aku langsung berpamitan untuk pergi kepada
Pak Adi.
Saat akan masuk mobil ada yang memanggilku dari belakang, dan saat kulihat ternyata Hanan yang memanggilku.
"Pak Agung,, maaf boleh bicara sebentar, "
"Ada apa,? "
"Saya benar benar minta maaf tentang kejadian kemaren,saya juga tidak tau kalau Dinda sudah menikah, karena Dinda tidak pernah mengatakanya, dan saya dengan Dinda hanya berteman tidak lebih, mohon Bapa memaafkan saya atas kejadian kemaren, "
"Saya akan memaafkan kamu tapi kamu juga harus berjanji pada saya, kalau kamu tidak akan mendekati Istri saya dengan berfikiran akan merebutnya dari saya, karena sekali saya dengar kamu mendekati Istri saya dengan maksud yang tidak baik, saya pastikan kamu akan mendapatkan pelajaran setimpal dari saya, "kataku dengan mengatakan ancaman.
"Baik Pak, akan saya lakukan seperti yang Bapa inginkan, tapi saya mohon untuk boleh berteman dengan Dinda, saya tidak ada maksud apa apa, hanya murni ingin berteman,"kata Hanan.
"Baik akan saya izinkan, tapi jangan sekalipun kamu melanggar janjimu, "dan Aku langsung masuk mobil dan pergi dari kampus itu.
Aku hampir lupa dengan titipan Istriku untuk membeli batagor, untungnya Aku melihat ada orang yang menjualnya, jadi langsung ku tepikan mobilku dan langsung membelinya.
.
.
.
Hari pun berlalu, sekarang hari dimana akan berlangsungnya pernikahan Ayah dan Ibu mertuaku. Acaranya akan di langsukan sore ini, dan kita sedang bersiap.
__ADS_1
Sekarang di rumah sudah ada mba yang bekerja, namanya mba Siti, Ibu mertuaku yang mencarikanya, jadi kalau Aku kerja sampai malam ada yang menemani Istriku di rumah, karena pekerjaan seorang Dokter kadang tak bisa tepat waktu kalau pulang.
Dan semenjak kejadian di kampusnya, Istriku belum mulai kuliah, karena Aku juga masih melarangnya dan juga sepertinya Istriku masih troma, padahal Aku sudah bilang pada Istriku kalau semua sudah selesai.
"Mba,, kita pergi dulu yah, tolong jagain rumah dan kita pulang mukin malam, jadi mba ngga perlu masak, masak buat mba makan saja yah, "kata Istriku saat kita akan berangkat. Dan mba Siti hanya menjawab, "Iya"
Ayah juga sudah rapi dan keliatan masih gagah,karena tatanan rambut juga baju yang Ayah pakai sangat pas dan cocok di badan Ayah.
"Adek,,, pelan jalanya. Adek ngga usah pakai sendal tinggi itu deh, Mas takut Adek cape dan takut kesimpet, "kataku karena Istriku memakai sendal lumayan tinggi.
"Iya,,, Mas Dinda pelan kok jalanya, "kata Istriku sambil berjalan menuju mobil. Sedang Ayah sudah duduk di dalam mobil dengan wajah sedikit tegang.
"Yah,,, santai saja, jangan tegang begitu, kaya baru mau nikah aja, "kataku. Sambil menyalakan mobil.
"Hemmm,, tau nih Ji, rasanya kok deg degan, "jawab Ayah.
"Hahaaa,,,, "Aku langsung tertawa mendengar pengakuan Ayah.
Setelah menempuh perjalanan 30 menit kita sampai di rumah Ibu mertuaku.
Istri ku langsung menuju kamar Ibunya, karena ingin melihat Ibu yang sedang di rias.
Sedang Aku mengobrol dengan orang dari KUA, bersama Ayah.
Sekitar 15 menit ahirnya akad pun akan di mulai, Istriku menggandeng Ibunya menuju ke Ayah yang sudah duduk di depan penghulu.
Sehingga para saksi mengucapkan kata SAH. Aku melihat kelegaan di wajah Ayah yang tadi sangat tegang.
Selesai acara akad kita semua langsung menikmati hidangan yang sudah tersedia di meja.
Ahirnya setelah selesai makan, orang orang pada pulang satu persatu meninggalkan rumah Ibu mertuaku.
Tinggal tersisa Aku, Istriku, Ayah dan Ibu yang ada di ruang tamu .
"Dah lega sekarang Yah,, ?"tanyaku sambil tersenyum meledek.
"Udah dong,, gila Ji tadi Aku grogi banget,"Jawab Ayah sehingga semua tertawa.
"Yah, Bu. Dinda pulang dulu yah, "kata Istriku.
"Kenapa kalian ngga nginep aja ,"kata Ibu mertuaku.
"Ngga ah Bu, takut ganggu acara malam pertama kalian, hehee..., "kata Istriku.
"Sayanggg,,, apaan sih, "sambil tersenyum malu Ibu mertuaku berkata.
Tak sengaja mataku dan mata Ibu bertemu untuk berapa detik, Aku langsung membuang mukaku ke arah lain, Aku tidak lah cemburu hanya kita berdua pernah merasakan posisi seperti sekarang menunggu malam pertama.
__ADS_1
"Ayo Mas kita pulang, "untungnya Istriku langsung mengajaku pergi dari rasa canggung ini.
"Iya,, ayo Dek, "Aku bangun dan membantu Istriku untuk berdiri.
Setelah pamitan kita pun langsung pulang ke rumah.
Sampai di rumah kita berdua langsung masuk kamar, dan Istriku langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan badanya.
Istriku keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk ,dan langsung ke arah lemari untuk mengambil baju tidurnya.
Aku hanya bisa melihat Istriku berganti baju dengan melihatnya saja, tidak berani mendekatinya, karena Aku takut kebablasan.
"Mas,,, ganti baju sanah, udah malam ayo kita istirahat, besok Mas kerja kan,"kata Istriku.
"Iya Sayang, "sambil ku cium kening Istriku.
Selesai Aku bersih bersih dan berganti baju, Aku langsung naik ke kasur, dan menggeser tubuh Istriku untuk mendekat dan langsung Aku peluk.
Malam ini Aku sulit untuk tidur, dan merasa gelisah. Bagai mana Aku bisa tidur kalau udah berapa hari adik kecilku tidak dapat jatah,membuat kepalaku serasa pusing. Di tambah lagi Istriku hanya memakai daster tipis dan tidak memakai pembungkus daging kenyalnya, yang seperti mau keluar lagi dari dalam bajunya karena saking montoknya itu daging kenyalnya, dan membuatku menjadi semakin gelisah juga uring uringan.
"Mas kenapa sih tidur ko ngga bisa tenang, Mas sakit, ?"tanya Istriku sambil mendongakan wajahnya.
"Hemmm... Mas ngga bisa tidur Dek, adik Mas ngga mau tidur, dia tegang terus nih,,, "jawabku."Coba Adek pegang deh"kataku lagi.
Lalu istriku mengarahkan tanganya ke adek kecilku,.Uuhhhh genggaman Istriku rasanya membuatku makin gairah.
"Uuuhhh Dek,, enaknya... "kataku.karena Istriku menaik turunkan tanganya di adek kecilku.
"Kalau Mas mau, lakukan aja Mas,,, "kata Istriku sambil tanganya masih memainkan Adik kecilku.
"Eemmmm,,, ngga Dek, Mas takut kandungan Adek kenapa napa, "jawabku sambil merem melek menikmati kocokan tangan Istriku.
Lalu Istriku bangun dari tidurnya, dan membuka slimut yang menutupi badanku, setelah slimut terbuka, Istriku menarik celana pendeku, dan adek kecilku langsung berdiri tegak menjulang ke atas.
Istriku langsung mengarahkan bibirnya untuk menciumi adik kecilku,setelah semua tercium Istriku memasukan adik kecilku ke dalam mulutnya.
"Uuuhhhhh Dek,,, enaknya, "kataku sambil mengusap kepala Istriku.
Istriku dengan mulutnya terus menyedot dan menjilat adek kecilku, membuatku makin kelojotan.
Aku menyuruh istriku untuk tiduran ,setelah tiduran Aku langsung melakukan 69.Aku juga melakukanya dengan sangat hati hati.
"Mmeeemmmm,,,,, "suara Istriku yang mulutnya penuh oleh adik kecilku.
Sedang Aku menj*ilat dan meny*edot tempat sensitif istriku, hingga berapa menit Aku memainkanya keluarlah ca*iran nikmat dari tempat sensitif istriku, "Aaaaahhhhhh,,,,,Masss, "ucap Istriku sambil menjepit kepalaku dengan kedua pahanya. Aku langsung menjil*atinya sampai bersih. Dan Aku juga merasakan Adek kecilku akan memutahkan laharku lalu Aku bangun dari atas tubuh Istriku dan langsung ku keluarkan di kain segi tiga kepunyaan Istriku yang Aku pegang. Aaaahhhhhhhhh.......
**Aku lagi bingung nih kak, malam pertama Ayah sama ibu mau di lompatin apa ngga yah,kalau aku tulis takutnya di tolak oleh aplikasi, atau da yang laporin.tapi kalau aku ngga tulis kayanya kurang puas, apa aku tulis dikit aja ya kak,, coba kaka kaka ada yang mau kasih pendapat ngga, silakan komen ya kak...
__ADS_1
Dan jangan lupa untuk like, komen juga votenya ya kak, trimakasih๐๐๐๐**