MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Akbar Tidak Suka Melihat Vivi Di Ledekin


__ADS_3

Tangan Akbar mengusap noda hitam di pipi Vivi,Vivi yang kaget dengan kelakuan Akbar hanya diam mematung.dan mata mereka pun bertemu.


Pipi Vivi langsung memerah karena perlakuan Akbar.


"Biar nanti Saya bersihkan sendiri,,"kata Vivi sambil mundur.dan langsung masuk mobil.Vivi mengambil kaca dari tasnya dan menganbil tisu basah untuk mengusap noda hitam di pipinya.


Akbar lalu masuk mobil setelah cuci tangan dengan air minum yang dari botol minum.


Akbar membawa mobilnya lagi menuju klinik.setelah sampai Vivi dan Akbar membawa kantong kresek yang berosi makanan.


"Kok kalian lama sih,,"kata Mamah.


"Iya Mah,tadi ban mobil bocor,Abang menggantinya dulu ,makanya lama sampainya,,"


"Oh gitu,,ya udah sekarang bagiin makananya pada pekerja yah,Vi kamu juga bantu yah""


"Iya Bu,,"


Vivi lalu membagikan makanan pada para pekerja,Karena para pekerja banyak anak mudanya,Vivi pun jadi banyak yang memperhatikanya,dan ada juga yang meledeknya.


"Makasih cantikk,,"


"Enaknya di kasih makanan sama wanita cantik,"


"Boleh kenalan ngga mba,"


"Minta no wanya dong cantik,"


Para pemerja banyak yang godainVivi,sedang Vivi hanya menanggapinya dengan tersenyum saja.


Akbar yang melihat Vivi banyak yang meledeknya,langsung mendekatinya.


"Sinih Aku yang selesaikan,kamu masuk saja sanah bantu Mamah siapkan makanan ,"sambil mengambil kantong keresek dari tangan Vivi.Vivi hanya mengangguk karena takut dengan tatapan Akbar.


Vivi pun masuk dan membantu Dinda menyiapkan makan buat Dinda,Agung dan Akbar juga dirinya.

__ADS_1


Setelah selesai memberikan bungkusan pada pekerja,Akbar lalu masuk.


"Sudah selesai Bang,,?"tanya Dinda.


"Sudah Mah,,"


"Ya udah kita makan yuk,"Akbar lalu duduk di depan Dinda dan Agung,sedang Vivi duduk di sebelah Akbar.


Vivi lupa belum mengambil Minum untuk semua,Vivi lalu bangun dari duduknya,dan menuang minum untuk ketiganya,Akbar yang melihat perlakuan Vivi diam tapi hatinya sedikit tersentuh.


Mereka berempat lalu makan bersama,sambil mengobrol.


"Mah kita pulang jangan terlalu sore yah,takutnya macet nanti,,"


"Iya,,kita nanti jam 3 pulang kok,"


"Vi kamu sudah dapat materi buat bikin sekripsi belum,kalau belum biar Bapak buatkan,biar kamu cepat lulus,soalnya 2 atau 3 kamu sudah harus tinggal di sini,?"tanya Agung.


"Saya belum bikin pak,trimakasih atas tawaranya,tapi saya pengin buat sendiri aja Pak,biar saya lulus kuliah dengan usaha sendiri,,"jawab Vivi.


Sedang Akbar hanya jadi pendengar,Akbar melihat pada orang tuanya yang seperti sangat menyukai Vivi.


"Apa dia sangat hebat dan istimewa,sampai orang tuaku sepertinya sangat menyukainya,"batin Akbar.


Selesai makan Dinda dan Agung bicara pada pemborong untuk cepat menyelesaikanya,Sedang Vivi membereskan tempat tadi yang di gunakan untuk makan.kalau Akbar duduk diam sambil memainkan hpnya.setelah selesai beres beres Vivi mau keluar,Akbar langsung mencegahnya.


"Mau kemana,,?"tanya Akbar yang membuat Vivi kaget.


"M,,mau buang sampah,"jawab Vivi.


"Ngga usah di buang dulu,udah duduk diam lah,"Vivi sedikit bingung dengan perkataan Akbar,karena tumben menyuruhnya duduk.


Vivi pun menurut,karena tidak mau membuat Akbar marah,Vivi lalu duduk di depan Akbar,dan mengambil hpnya .


Keduanya hanya saling diam dan memainkan hp masing masing tanpa ada yang bicara.Akbar menyuruh Vivi duduk karena tidak ingin para pekerja melihat atau menggoda Vivi.

__ADS_1


Sekitar setengah 3 sore Agung dan Dinda lalu mengajak Akbar dan Vivi untuk pulang.


Di mobil ternyata Dinda dan Agung yang merasa lelah memejamkan matanya,sedang Vivi tetap terjaga walau serasa mengantuk tapi di tahan,karena Vivi takut Akbar butuh sesuatu.


"Kamu kalau mengantuk tidurlah,,"kata Akbar dengan bicaranya pelan.


"Ngga,,Saya ngga mengantuk,,"Akbar hanya mengangguk pelan.


Akbar di jalan Tol mengisi bahan bakar mobil,setelah di isi Akbar memarkirkan mobilnya di depan minimarket,Abang lalu keluar dan membeli minuman agar tidak mengantuk.


Setelah dapat,Akbar masuk lagi kemobil,dan meminum minumanya.


"Ini untukmu,,Minumlah,,"Akbar membelikan minuman kopi kepada Vivi,Vivi mengambilnya dan berterimakasih.


Akbar melanjutkan perjalananya.ahirnya mereka sampai di rumah.Akbar membangunkan Agung dan Dinda,setelah itu semuanya keluar dari mobil dan masuk ke dalam.ke empatnya masuk kamar masing masing karena sudah merasa lelah.Akbar tanpa ganti baju langsung tidur,begitu juga dengan Vivi.


Saat makan malam Akbar tidak ikut,karena masih tidur dan ngga mau bangun.ahirnya sampai jam 10 malam Akbar baru bangun karena merasa perutnya lapar.


Akbar lalu masuk ke kamar mandi untuk ganti baju dan bersih bersih,setelah selesai Akbar lalu keluar dari kamar dan menuju dapur.


Rumah sudah sepu karena sudah malam,saat Akbar masuk dapur,Akbar melihat ada orang dan Akbar langsung menyalakan lampu.


"Ya Tuhan,,"Vivi kaget saat lampu menyala.Akbar tadinya sedikit kaget tapi ngga sekaget Vivi.


"Kamu tuh kalau malam suka klayaban ke dapur yah,kaya pencuri aja sih kamu tuh,harusnya kalau mau ke dapur nyalain lampunya,jadi ngga kaya maling,dan ngga bikin kaget orang,,"Vivi hanya diam dan menunduk saat Akbar berbicara.


"Iya Maaf,besok besok saya nyalakan lampunya kalau ke dapur,permisi,,"kata Vivi dan akan pergi.


"Tunggu,,"kata Akbar membuat Vivi berhenti berjalan.


"Aku mau makan,tolong siapkan semuanya,soalnya Aku ngga bisa menghangatkan lauknya,"Akbar rupanya sengaja mengerjai Vivi,padahal Akbar bisa karena di Amerika mengerjakan apa pun sendiri.


Vivi pun menurut,karena tidak berani menolak anak bosnya,Akbar lalu duduk dan menunggu Vivi menyiapkan makananya.


Vivi menghangatkan ikan bakarnya di alat penghangat,sambil menunggu ikan bakar,Vivi menyiapkan yang lainya.Akbar melihat ke arah Vivi terus karena melihat Vivi yang begitu cekatan,Vivi justru merasa grogi karena dari tadi Akbar menatapnya terus.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2