MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Keputusan Dinda


__ADS_3

POV AGUNG PAMUJI


Semalam Doni menelfonku, dia menyuruhku untuk datang kerumahnya besok pagi, dari cara bicaranya Doni seperti sedang marah, aku juga meng iyakan untuk datang.


Karena aku penasaran kenapa Doni menelfonku, aku pun menelfon dia untuk menanyakan apa ada masalah, aku menelfon sampai berapa panggilan tapi tidak di angkatnya.


Ahirnya aku mengirim pesan, tapi lama tidak di balas hanya centang dua, hingga aku mengirim pesan lagi. setelah menunggu sekitar 20 menitan, dia membalas pesanku, dan benar saja dia bilang ayahnya sudah tau tentang hubungan kita, dan juga ayahnya sangat marah,


Saat pagi setelah sarapan aku langsung menuju rumahnya, dalam hati aku slalu berdoa semoga tidak akan terjadi hal buruk dan juga Doni merestui hubungan kita.


Sampai lah aku di rumahnya, saat aku turun dari mobilku aku melihat Doni yang sedang duduk di teras sambil membaca koran.


"Asalamua'laikum Don, "kataku mengucap salam.


"Wa'alaikum salam, ayo masuk, "sambil berdiri dan mengajaku masuk.


Aku mengikuti Doni masuk ke dalam sampai di dalam kita duduk di sofa.sesaat kita hanya diam dan aku menunggu Doni yang berbicara terlebih dahulu, dan ahirnya Doni berbicara.

__ADS_1


"Kenapa kamu menjadi orang yang sangat brengsek sekarang Ji, kenapa kamu tega ke keluargaku, kita sudah berteman lama, tapi sekarang aku sangat kecewa padamu, "aku masih mendengarkan apa yang ingin Doni katakan.


"Kenapa kamu membuat anaku menjadi anak yang tidak menurut pada orang tua, hubungan kalian salah, mungkin kalau kamu bukan bekas suami ibunya aku bisa menerimanya, tapi kalian ini bekas ayah dan anak,"


Doni membuang nafas dengan kasar, dan aku mengerti dengan perasaan Doni,aku yang menikahi bekas istrinya dan sekarang aku ingin menikahi anaknya juga,pasti Doni sangat marah padaku. karena aku mencintai anaknya akan aku trima perlakuanya padaku.


"Don, sebelumnya aku minta maaf padamu dulu sebelum aku bicara. aku memang salah telah mencintai anakmu, tapi aku bersungguh sungguh mencintainya, aku baru merasakan nyaman dengan seorang wanita itu hanya dengan anakmu, dia bisa membuatku merasa nyaman dan di hargai sebagai laki2, aku menikah dengan Farida waktu itu hanya karena kita saling membutuhkan saat itu, kita tidak saling mencintai,"belum aku selesai bicara tiba2 Doni memukulku.


Di tariknya kerah bajuku hingga aku terbangun dari duduku dan tangan Doni melayang ke wajahku.


Bukkk... satu pukulan lagi melayang di wajahku.


Aku tersungkur ke belakang dan menabrak lemari yang ada di ruangan itu. saat Doni akan memukulku lagi aku mendengar suara dia yang berteriak.


Ayah... jangan...! "


Dia memeluk ayahnya dari belakang dan membuat Doni berhenti memukulku.

__ADS_1


"Ayah,,, Dinda mohon jangan, hik hikk... "aku melihat dia menangis membuat hatiku merasa sakit.


Aku mengusap darah yang mengalir di sudut bibirku, dan aku melihat dia yang masih memeluk ayahnya sambil menangis.


"Dinda akan menurut kata ayah, tapi Dinda mohon jangan memukuli papah, dia ngga salah yah, Dinda lah yang salah, "masih dalam posisi yang sama dengan Dinda memeluk ayahnya dari belakang.


Dia melepaskan tanganya dari pelukan ayah, dan dia juga melihat ke arahku, dari sorot matanya aku melihat kesedihan.


"Sebaiknya papah pulang, dan jangan temuin Dinda lagi, Dinda ingin menjadi anak yang berbakti pada orang tua, maaf kalau keputusan Dinda menyakiti papah, semoga papah bahagia, "setelah dia berbicara, dia langsung berlari dan masuk kamarnya,aku hanya bisa melihatnya,tanpa membalas kata katanya, biarkan dia dan ayahnya tenang dulu baru nanti aku bicara padanya.


Aku mendekat ke Doni dan berbicara sebagai laki2 yang mencintai anaknya, bukan berbicara sebagai teman.


"Don, aku mencintai anakmu dengan tulus, akan aku perjuangkan cintaku ini , aku tidak main2 dengan perasaan ini.aku mohon restui kami, aku akan berbicara pada Farida tentang masalah ini, dan semoga Farida bisa menerima dan merestui kami, "aku berbicara pada Doni, sedang Doni hanya diam saja.


"Aku akan kembali ke kota siang ini, aku mohon jangan terlalu menekan Dinda, di sini aku yang salah dan maafkan aku, "


Aku langsung melangkah keluar dari rumah Doni, dan menjalankan mobil dengan rasa yang hancur.....

__ADS_1


__ADS_2