
Hari pun berlalu, dan sore ini ibu akan pulang dari luar kota. aku pulang kuliah langsung pulang karena akan menyambut kedatangan ibu, agar ibu juga berfikir aku sepulang kuliah langsung pulang dan berada di rumah.hehe...
Sekitar pukul 5 sore ibu dah sampai rumah, aku tidak ikut menjemput ibu karena pak Pujo sudah berangkat menjemput ke bandara waktu aku pulang dari kuliah.
"Ibu,,, "kataku saat aku buka pintu rumah.
"Hay,,, sayang, "lalu ibu memeluku juga mencium pipi kanan dan kiriku.
Kami pun masuk ke dalam, dan ibu membawa banyak oleh2 makanan dari tempat ibu kerja di luar kota. Aku membantu mba Iis untuk merapikanya di kulkas, sedang ibu langsung ke atas untuk ke kamarnya, mungkin ibu lelah dan ingin istirahat.
Hari ini hari libur, jadi aku bisa bangun siang karena semenjak pindah kuliah aku selalu bangun pagi dan berangkat kuliah juga masih cukup pagi.
Semalam aku sudah mengirim pesan ke pada papah kalau ibuku sudah pulang.Papah juga membalas pesanku mengatakan akan ke rumah ibuku sekitar jam 11 siang nanti.
Aku dan ibu sarapan bersama, untung saat aku basa basi menanyakan apa hari ini ibu ada acara keluar, ibu bilang tidak ada dan juga katanya ingin istirahat di rumah saja, dalam hatiku bersukur masalahnya kalau ibu pergi nanti gagal deh rencana ibunya papah mau membujuk ibuku untuk menyetujui hubunganku dengan papah.
Selesai sarapan aku dan ibu menuju belakang rumah, kita duduk di pinggir kolam ikan sambil mengobrol.
"Gimana kuliahnya Dinda,lancar kan, ?"tanya ibu.
"Lancar dong bu,, Dinda kan anak pintar jadi langsung bisa menyesuaikan, "kataku sambil tersenyum dan memuji diri sendiri.
"Harus dong,, itu baru anak ibu, "jawab ibu yang membuat kita berdua tertawa.
__ADS_1
Saat aku dan ibu sedang mengobrol,mba Iis datang dan memanggil ibu.
"Bu,, di luar ada tamu yang nyariin ibu, "kata mba Iis.
"Siapa mba,,, ?"tanya ibu.
"Ii,, tu bu,,, pak Agung dengan ibunya, "kata mba Iis yang sedikit takut.
Ibu langsung menatapku, dan aku hanya diam dan menundukan wajahku.
"Iya mba nanti saya ke luar, "lalu mba Iis langsung pergi.
"Dinda masuk kamar, ngga usah keluar kalau ibu ngga panggil, "aku pun menurut, dan langsung ke atas menuju kamarku.
POV Ibu Farida
Lalu aku juga pergi ke ruang tamu untuk menemui mas Agung juga ibunya.
"Pagi bu,, "kataku,lalu aku mendekat ke ibu. Ku cium tangan ibu juga menyalami mas Agung.
"Pagi,, gimana kabarnya kamu Da?,"tanya ibu ke padaku setelah aku duduk di sebelahnya.
"Alhdhulilah sehat bu, ibu juga gimana kabarnya, ?"tanyaku.
__ADS_1
"Ibu juga Alhdhulilah sehat, tapi namanya orang tua kadang sering sakit sakitan, "jawab ibu. Sedang aku lihat mas Agung yang sedang mendengarkan obrolan aku dan ibu.
"Mas Agung gimana kabarnya,? "tanyaku ke Mas Agung.
"Alhdulilah sehat, "jawabnya.
"Ibu ke sini ada yang ingin ibu bicarakan dengan kamu Da, "kata ibu sambil menggenggam tanganku.
"Ibu mau bicara tentang apa bu,? "tanyaku. Tapi belum ibu menjawab mba Iis datang membawakan minuman dengan cemilanan jadi ibu belum menjawabnya. Setelah mba Iis pergi barulah ibu bicara lagi.
"Sebelumnya ibu minta maaf, kalau nanti ada kata kata ibu yang menyakitimu atau menyinggungmu, tapi yang ingin ibu katakan murni keinginan ibu bukan karena bujukan siapapun, "aku makin penasaran dengan maksud ibu mas Agung datang ke sini,aku masih mendengarkan apa yang ibu mas Agung bicarakan.
"Ibu ingin melamar anakmu Dinda untuk anak ibu Agung, ibu tau ini salah tapi ibu fikir mungkin ini lebih baik, dari pada mereka nekat sampai melakukan penzinahan, ibu tau kamu pasti tidak setuju dengan hubungan mereka, karena Agung mantan suamimu, tapi di sini Agung tidak memiliki niat untuk mempermainkan perasaan kalian, tapi karena Agung mencintai anakmu dengan tulus, sebenarnya ibu tadinya tidak setuju dengan keputusan kalian untuk berpisah tapi ibu juga berfikir sama seperti Agung ingin punya keturunan, Agung adalah anak tunggal jadi ibu juga ingin Agung mempunyai anak, kalian berpisah juga sama2 saling menyetujui jadi tidak ada dendam atau sakit hati karena kalian saling menyadari, kamu justru sudah tau sifat Agung jadi kalau Dinda menikah dengan Agung pasti tidak akan disakiti atau kurang kasih sayang karena kamu tau sendiri kan Agung orang yang penyayang juga bertanggung jawab, kamu pernah hidup dengan Agung cukup lama pasti tau sifatnya, jadi ibu minta restui lah mereka, ibu mohon padamu demi kebahagiaan anak2 kita,"aku hanya diam dan mencerna setiap ucapan ibu.
"Tidak perlu di jawab sekarang, tapi kamu fikirkan dulu aja, kita sebagai orang tua pasti menginginkan anak kita untuk hidup bahagia bukan, "kata ibu lagi.
"Beri Farida waktu untuk memikirkanya bu, "jawabku, memang yang ibu katakan ada benarnya juga, taoi aku juga harus membicarakanya dengan ayahnya Dinda.
Dan ibu pun tersenyum dan menganggukan kepalanya, aku juga menyuruh ibu juga mas Agung untuk minum.
Setelah kita mengobrol sekitar 30 menit ahirnya ibu mas Agung dan mas Agung oun pamit untuk pulang. Setelah mereka pulang aku langsung memanggil Dinda. Aku menyuruh mba Iis untuk memanghil Dinda.
Dan setelah Dinda turun, aku langsung menyuruhnya untuk duduk.
__ADS_1
"Dinda ibu mau tanya jawab dengan jujur?,apa Dinda mencintai mas Agung atau hanya rasa sayang karena nyaman merasa terlindungi.karena cinta dan sayang itu beda tipis, "