
Hari ini adalah hari kepulangan ibu, dan aku bersama pak Pujo menjemputnya di bandara, sekitar setengah jam menunggu ahirnya ibu menelfon dan mengatakan sudah turun dari pesawat, aku langsung menunggu di pintu keluar dan benar saja ibu sudah kelihatan.
"Ibuu,,, "sambil mendekat dan langsung memeluknya.
"Sayangg,,, gimana kabarnya, ?"sambil mencium keningku,ibu bertanya "Sehat dong,ibu gimana kabarnya, ?"tanyaku setelah kulepaskan pelukan ibu.
"Alhamdhulilah ibu juga sehat, ya udah yuk kita ke mobil, "
Aku dan ibu menuju mobil, dan setelah sampai mobil pak Pujo memasukan koper ibu ke bagasi, dan kita langsung masuk. Pak pujo menjalankan mobil keluar dari bandara, dan kita langsung pulang karena ibu katanya mau langsung istirahat.
Sesampainya di rumah ibu langsung masuk kamar. sedang aku langsung berangkat kuliah, karena hari ini aku masuk siang, makanya bisa jemput ibu di bandara.
.
.
.
Jam pelajaran telah berahir, dan saat melihat hpku, ternyata ada pesan masuk dari papah.
"Adek, Keruangan aku bentar ada yang ingin aku bicarakan, "
Setelah aku merapikan buku dan memasukanya ke tas, aku langsung menuju ruangan papah.
Tokk tokkk...
"Masukkk.. "
Aku langsung masuk ketika mendengar papah menyuruhku untuk masuk, setelah di dalam aku mendekat ke papah dan berdiri di samping papah yang sedang duduk di kursinya.
__ADS_1
"Ada apa Ayy,, sepertinya serius banget,? "tanyaku yang langsung tanganku di gemggam oleh tangan papah.
"Ibumu menyuruhku untuk datang ke rumah nanti sore, katanya lebih leluasa ngobrolnya kalau di rumah, dan aku akan mengatakan hubungan kita, semoga ibumu merestui kita, nanti kalau ibumu marah atau menentang kita, kamu tidak boleh ikut marah atau menjawabnya, biar aku yang bicara saja adek cukup mendukungku, adek diam saja dan berdoa semoga tidak ada hal yang buruk nantinya,"lalu papah menarik badanku dan memeluku dengan posisi papah yang masih duduk, ku usap rambutnya lalu aku menjawabnya.
"Iya,, Dinda akan selalu berdoa dan mendukung Ayy untuk kita mendapat restu ibu, kita harus saling dukung, "kataku dan papah mendongakan wajahnya dan tersenyum.
"Kita berjuang bersama ya dek, kita harus saling menguatkan dan selalu mendukung, jangan sampai kita berpisah,aku ngga tau harus gimana kalau kita terpisah, "sambil memeluku lagi papah bicara.
"Kita nanti pulang bareng aja yah,"aku hanya menganggukan kepalaku dan tersenyum.
.
.
.
Sekarang aku sudah bersama papah di dalam mobil, kita sedang menuju ke rumah ibu, sepanjang jalan tanganku selalu di genggam papah, dan sekali kali di ciumnya, aku hanya tersenyum sendiri melihat tingkah papah.
"Iya Ayy, Dinda janji ngga akan ninggalin Ayy, kita harus berjuang bersama, "sambil ku senderkan kepalaku di bahu papah.
.
.
.
Sampai lah kita di rumah ibu, aku langsung turun sedang papah masih di mobil, katanya ingin menenangkan diri dulu sebentar, ahirnya aku masuk rumah duluan, saat aku masuk rupanya ibu sudah tau kedatangan papah.
"Apa Dinda pulang dengan mas Agung sayang, "
__ADS_1
"Iya bu, tadi Dinda pas mau pulang ketemu papah, dan papah ngajakin bareng katanya papah mau ke rumah, "kataku sambil mencium tangan ibu.
.
.
.
"Asalamua'laikum,,"
"Wa'alaikumsalam ,"lalu ibu berdiri dan menyalami papah, mereka berdua seperti janggung melihat dari gerak badan mereka.
"Silakan duduk mas, "papah pun tersenyum dan langsung duduk.
"Iya,, makasih Da, "
"Sayang tolong suruh mba Iis bikin minum dan kue nya juga yah, "aku pun langsung berjalan ke arah dapur untuk mencari mba iis.
.
.
.
Di Ruang Depan
"Gimana kabarnya mas, "tanya ibu pada papah.
"Alhdhulilah sehat, kamu gimana kabarnya, "
__ADS_1
"Sama aku juga sehat,mas agung ingin bicara apa ,?kayanya serius banget, "
"Aku,,, "