
Aku dan Papah sekarang sudah sampai di apartemen Papah, siang tadi kita langsung berangkat setelah sebelumnya berpamintan ke pada Paman dan juga Ibu mertua untuk kita pulang ke kota.
Sebelum pulang dari tempat Ibu mertua,Papah juga menelfon Ayah dan mengatakan kalau Kita berdua langsung pulang ke Kota. Sedang Mobil Papah yang di titipkan di bandara kata Papah akan menyuruh jasa Paket yang akan mengambilnya.
.
.
.
"Cape,, hemm... "tanya Papah saat melihatku yang langsung menidurkan badanku di sofa setelah pintu terbuka.
"Iyaaa,,, rasanya lelah sekali ,"jawabku. Dan Papah langsung menarik koper menuju kamar.
"Ya udah Adek langsung masuk kamar aja, tidur di kasur biar posisi tidurnya enak, "kata Papah lagi setelah keluar dari kamar habis menaro koper.
"Tapi Dinda males jalan.Gendong,,, "kataku, sambil Aku angkat tanganku.
Lalu papah tersenyum, dan menggendong badanku menuju kamar.
Sesampainya di Kamar, Papah langsung menidurkanku di kasur.Lalu Papah langsung pergi ke kamar mandi untuk mengganti baju.
Aku merasakan tangan Papah memeluku dari belakang badanku, Aku pun membalikan badan agar kita saling hadap, kita pun saling melempar senyum.
"Adek tidak tidur,,, ?"tanya Papah sambil mengusap pipiku.
"Ngga ngantuk, cuman pengin tiduran aja, "jawabku.
"Adek,,, Mas berterimakasih telah mau nereima pria tua seperti Mas untuk jadi suami Adek.Semoga kita selalu bahagia dan cepat mendapat momongan, "
"Adek yang berterimakasih, Mas telah mau menerima anak kecil seperti Dinda untuk menjadi pendamping Mas.Ya semoga kita cepat di beri kepercayaan untuk mendapat momongan,"
"Amin,, Amin,, "kita pun berdua saling mengucap Amin bersamaan. dan kita saling berpelukan.
"Mas,,, di kulkas ngga ada bahan masakan yah, "kataku sambil ku mendongakan mukaku.
"Iya,, ngga ada, apa Adek mau belanja,?"
"Boleh,, Tapi nanti sorean aja ya Mas, "
"Iya,, sekarang Kita tidur aja dulu yah, "
"Tapiii,,, Hemmm Dinda pengin, "kataku sambil membenamkan mukaku di dada Papah karena malu.
"Hahaaa,,, Apa Adek tidak cape, hemm,,,,"Papah tertawa karena Aku yang meminta.
Aku hanya menggelengkan kepalaku. Lalu Papah mengangkat daguku agar terangkat, berlahan Papah mendaratkan bibirnya di bibirku, Papah men*gecap bibirku dengan sangat pelan dan nikmat, Aku pun membalas dengan mel*umat bibir Papah.
__ADS_1
Setelah berciuman cukup lama,Papah melepas ciuman kita, dan Papah langsung melepas kain yang menempel di badan kita berdua, Kita pun melakukan penyatuan kita di siang hari dengan keringat yang bercucuran.
Setelah selesai dengan nafas yang masih belum setabil,Papah menyelimuti tubuh polosku, tapi sebelumnya mengusap perutku dan menciumnya, sambil berucap.
"Semoga cepat tumbuh di dalam sini yah Dek, "dengan tangan yang mengusap perutku dan lalu diciuminya perutku Papah berkata.
"Iya,,, semoga, "dan Aku pun langsung tertidur karena merasa lelah, begitu juga Papah sambil memeluku dari belakang ikut tidur.
Aku terbangun saat mendengar suara telfonku berbunyi, Aku angkat tangan Papah yang memeluku lalu mengambil hpku yang ada di atas meja dekat ranjang kasur.
Dan Aku melihat Ibuku yang menelfonku.
"Hallo,, Bu,,"kataku.
"Hallo sayang, Gimana kabarnya,?"
"Baik Bu, Ibu gimana kabarnya, ?"
"Ibu juga Baik, Dinda sudah pulang ke kota belum,? "
"Udah Bu,, tadi siang baru sampai.Ini Dinda sekarang di apartemen Mas Agung, "
"Oh,, gitu. Ibu mau bertemu Dinda besok apa bisa,? "
"Bisa kok Bu, memang niatnya besok Dinda mau ke rumah Ibu untuk mengambil baju Dinda, "
"Iya Bu,, sampai jumpa besok, "
Setelah Aku matikan telfonya, Aku letakan kembali hpku di atas meja.
"Siapa yang menelfon Dek,? "tanya Papah yang ikut duduk dan bersandar pada sandaran kasur.
"Ibu Mas, besok Dinda di suruh ke rumah Ibu,"
"Oh,,, ya udah besok Mas antar yah, tapi Mas ngga ikut mampir ngga papa kan, "Aku hanya menganggukan kepalaku dan tersenyum.
Mungkin Papah masih merasa canggung kalau bertemu Ibu, dan Aku pun memakluminya.
.
.
.
Aku dan Papah sekarang sudah bersiap untuk pergi berbelanja untuk membeli bahan kebutuhan dapur dan kebutuhan lainya.
Aku dan Papah menggunakan motor untuk pergi ke supermaket,karena mobil Papah baru besok pagi samapinya.
__ADS_1
Sekitar 20 menit kita pun sampai di supermaket, kita berdua langsung menuju tempat yang kita butuhkan untuk membeli kebutuhan dapur.setelah semua yang kita butuhkan sudah komplit kita pun langsung menuju kasir untuk membayar.
"Dek kita makan di luar aja yah, tar baru pulang, "kata Papah setelah keluar dari supermaket.
"Terserah Mas aja, Dinda ikut,"Lalu Papah mengajaku makan di tempat makan yang menjual sate kambing dan gulei kambing.
Setelah sampai di rumah makan,Papah memesan sate kambing 2 porsi dan satu porsi gulai kambing.
"Kenapa pesan banyak banget sih satenya Mas,? "kataku.
"Biar buat tambah setamina, karena nanti malam Mas pengin ngajak Adek berkuda, "Aku langsung mengkerutkan keningku tanda tidak mengerti apa yang Papah maksud.
"Mas,,, Ngapain juga malam malam ngajakin Dinda berkuda emang masih ada tempat yang di sewakan apa. Dinda ngga mau ah,, "jawabku.
Lalu Papah hanya tersenyum dan mengajaku langsung makan.Papah makan sangat lahap dan menghabiskan dua porsi sate kambing dan sepiring nasi. Sedang Aku hanya makan nasi dengan gulai aja ngga habis banyak.
"Mas,, kita langsung pulang kan habis ini, ?"tanyaku setelah kita membayar makannya.
"Iya,, kita langsung pulang,"
Saat di jalan hampir sampai apartemen tiba tiba hujan turun dan saat Papah mau menepikan motornya untuk kita berteduh aku menolaknya, karena sebentar lagi sampai jadi aku minta lanjut, dan Papah pun melanjutkan perjalanan kita.
Saat Sampai di dalam apartemen,Papah langsung menyuruhku untuk ganti baju, sedang Papah langsung membawa barang belanjaan ke dapur, setelah itu Papah menyusulku ke kamar untuk ganti baju juga.
"Dingin ngga Dek,? "tanya papah sambil membuka baju dan celana di depanku.
"Lumayan sih Mas. iiihhh kenapa ganti bajunya di sini sih Masss,,, di kamar mandi dong, ngga malu apa ih,, "kataku yang sebal melihat Papah dengan seenaknya membuka baju dan celana di depanku.
"Ngapain malu sih Dek,, orang Adek juga udah lihat semuanya kan, malah Adek suka mainin nih Adik kecil Mas,, "sambil mengacungkan adek kecilnya ke arahku. Sedang Aku langsung melotot melihat kelakuan Papah.
"Dekk,, bentar yuk, dingin nih Kita bikin hawa panas di badan kita yuk,, "kata Papah yang mendekat padaku.
"Apaan sih Mas,, tadi kan udah, "kataku sambil berjalan mundur karena Papah terus maju ke arahku.
"Tapi dingin Dek,, tega amat sih Dek liat Suami tersiksa bengini, Dosa loh nolak suami, "kata Papah yang langsung mengungkung tubuhku yang sudah mentok di tembok.
"Tapii,, eeemmmm,,,, "Papah langsung mencium bibirku dengan rakus.
Ahirnya untuk kedua kalinya hari ini kita melakukan penyatuan.Papah menggendoku menuju sofa yang ada di dalam kamar, kata Papah agar ganti suasana dan gaya.
"Maassss,,, eeemmmmm,, "
"Oohhhhhh,,, Dek nikmat banget,,, "
Ahirnya selesai juga penyatuan kita setelah Papah menyiramkan benih di rahimku.
Terimakasih buat kaka kaka semua yang masih suka dengan ceritaku, dan aku tidak bosan bosan untuk selalu meminta kaka kaka semua untuk like ,komen serta votenya, trimakasih... 😘🙏
__ADS_1