
Rizki dan Zara langsung melepaskan ciumanya karena sama sama kaget mendengar pintu yang tertutup dengan kencangnya.
"Abang sih,,Zara jadi malu tau, pasti Kak Bumi
tadi lihat,, "sambil mengusap bibirnya yang basah.
"Ya biarin aja, dia juga pasti pernah pacaran, ya udah kita lanjut di apartemen kamu aja yuk, "
Duggg..Zara memukul Rizki dengan bantal sofa.
"Aduh,,, sakit Yang,, "sambil mengusap lenganya.
"Lagian kalau ngomong, kenapa sih Abang otaknya mesum terus,, "
"Abang ini normal Yang, siapa sih yang ngga mau mesra mesraan sama pacar,, apa lagi besok Abang mau pulang ke jakarta,, "
"Tapi kan tadi juga udah,,"sambil bangun dari duduknya.
"Kamu mau ke mana Yang,,? "
"Mau pulang lah, ini udah malam,, panggilin tante gih Bang, Zara mau pamitan dulu,, "Rizki pun menurut dan memanggilkan Mamahnya di kamar.
"Zara mau pulang,,? "saat Mamah keluar dari kamar.
"Iya Tan,, ini udah malam,, "
"Iya udah, besok besok. harus main yah walau ngga ada Rizki,, "
"Iya Tan,, "sambil cipika cipiki.
Lalu Rizki mengantar Zara ke apartemenya, saat masuk lif, ternyata di dalamnya ada Fatah.
"Hai Za,,, kamu dari mana, bukanya apartemen kamu yang di sebrang,, "
"Hai,, Aku dari apartemen Tanteku,, "
"Oh Tantemu tinggal di apartemen ini juga, "Zara hanya mengangguk, sedang tangan Rizki sudah menggemggam erat tangan Zara.
"Za,, Aku boleh minta no telfon kamu ngga,,? "
"Saya ngga izinkan, Zara di sini buat belajar, bukan untuk mencari teman cowo,, "dan selesai Rizki bicara pintu lif terbuka, lalu Rizki langsung menarik tangan Zara untuk keluar.
__ADS_1
Sebelum Zara menjauh dari Fatah, Zara meminta maaf pada Fatah.
"Maaf yah,, "sambil tersenyum tanda Zara merasa tidak enak.Fatah hanya mengangguk.
"Kenapa minta maaf padanya,, Abang tuh ngga suka sama dia, dia itu suka sama kamu dan kamu harus menjauh darinya, ngerti,, "saat mereka sudah ada di luar apartenen dan Rizki berhenti berjalan.
"Tapi Bang,, Zara merasa ngga enak, Abang tadi tuh ngomongnya sedikit kasar,, "
"Ya memang orang begitu harus di kasarin, biar ngga berani deketin kamu lagi,, "
"Tapi cara Abang salah,, "
"Jadi Kamu nyalahin Abang,, "
"Ngga gitu maksud Zara Bang,, tau ah ngomong sama Abang lama lama bikin kesel,, "lalu Zara meninggalkan Rizki, Zara berjalan duluan.
"Zara,,, tunggu,,, "Rizki mengejar Zara.
Zara berjalan dengan cepat, dan saat menekan tombol lif ,pintunya tidak langsung terbuka, alhasil Zara pun tersusul oleh Rizki.
"Yang,,, "Zara tetap diam.
"Kamu marah Yang,, "Zara masih diam dan. pintu lif pun terbuka, Zara langsung masuk dan Rizki pun ikut masuk juga.
Saat pintu lif terbuka, Zara langsung keluar dan langsung menuju pintu apartemen nya. Rizki juga ikut masuk ke dalam.
"Ini udah malam, Zara mau tidur, "sambil berjalan ke kasur, secara tidak langsung Zara mengusir Rizki.
"Abang ngga akan pulang kalau kamu masih marah kaya gitu,, "
"Terserah,, "jawab Zara lalu menarik selimutnya dan langsung memejamkan matanya.
Rizki lalu duduk di pinggir kasur sambil melihat ke Zara yang memejamkan matanya.Rizki merasa ngga enak karena Zara sedang kesal padanya, jadi Rizki tidak berniat pulang dulu,Rizki lalu naik ke kasur dan duduk sambil bersandar pada sandaran kasur.
Rizki memainkan hpnya untuk menghilangkan rasa bosanya, tak terasa sudah jam 12 malam, dan Rizki masih aja belum mengantuk dan masih tetap duduk sambil memainkan hpnya.
Zara terbangun karena merasakan kasurnya bergerak, Rizki rupanya akan bangun karena merasa haus.
"Abang,,, "kata Zara saat membuka matanya.
"Kok Abang masih di sini?,dan Abang ngga tidur juga?"Rizki tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Ya Tuhan,,, ini kan udah malam, besok bukanya Abang mau balik ke jakarta,? "
"Ya gimana Abang bisa tidur, kamunya aja cuekin Abang gitu,,lagian kan menurut Abang, Abang itu ngga salah,Abang hanya ngga suka ada laki laki yang mendekati kamu, "Zara membuang nafasnya dengan kasar saat mendengar perkataan Rizki.
"Ya udah Zara ngga cuekin Abang lagi,iya Abang ngga salah, sekarang lebih baik Abang pulang sanah, ini udah malam dan besok Abang harus bersiap juga kan,, "
"Iya Abang akan pulang,tapi cium dulu,, "Sambil menujuk ke pipi.
Zara pun menurut menciun pipi Rizki, karena biar cepat pulang. dan Zara juga mengantar sampai pintu.
"Abang pulang, tidur lagi yah,, "Zara mengangguk.
"Besok sebelum pergi, Abang akan ke sini dulu,, "Zara menjawab Iya.
Rizki pun pulang dan Zara lalu lanjut tidur, sampai di apartemen nya, Rizki langsung masuk ke kamar, dan ternyata Bumi belum tidur.
"Belum tidur Dek,,? "saat masuk ke kamar Rizki bertanya.
"Belum, ini lagi ngerjain tugas,, "
Rizki lalu merebahkan badanya di kasur, sedang Bumi merapikan mejanya, karena Bumi juga sudah merasa mengantuk.
"De,, besok kalau Abang balik ke Jakarta, Abang titip Zara yah, "
"Dia kan sudah besar Bang, kenapa sih harus segitu kuatirnya ,,"Bumi lalu tiduran.
"Abang merasa temanya Zara yang bernama Fatah itu suka sama Zara,dan takutnya Fatah itu nekat, Abang merasa kuatir,, "
"Tenang aja sih Bang, kalau jodoh ngga akan kemana,, "
"Bukan begitu,, Abang takut kalau Fatah itu berbuat tidak baik pada Zara, takutnya nekat gitu,, "
"Iya, nanti Adek akan menjaganya, agar Abang tenang,, udah puas kan,, "
"Trimakasih,,, "kata Rizki sambil tersenyum.
"Bang,, apa Adek boleh tanya,? "Rizki mengangguk.
"Mau tanya apa,, "
"Tapi ini sedikit ke hal pribadi,, "Rizki mengangguk lagi.
__ADS_1
"A,, apa Abang dan Zara sudah pernah ML,? "
Jangan Lupa like, komen dan votenya, trimakasih...