
Akbar mengatakan kangen pada Vivi dan Vivi Hanya diam,karena merasa kaget dengan kata kata Akbar.Sedang Akbar yang merasa biasa aja malah tersenyum melihat wajah Vivi yang diam saja dan terlihat kaget.
"Aden belum minum obat yah,,?"
"Udah,,tinggal yang bikin ngantuk yang belum Aku minum,kenapa emangnya,tadikan Aku dah bilang saat di telfon,,"
"Soalnya Aden.ngomongnya aneh,jadi kirain Saya Aden ngigo,,"Akbar justru tertawa.
"Jujur ya Vi,Aku aja ngga tau kenapa Aku selalu kepikiran kamu,rasanya Aku ingin bertemu dengan mu dan selalu dekat denganmu,,"Vivi mendengar perkataan Akbar makin kaget aja.
"Kalau kamu gimana kalau sedang di dekatku Vi,,?"Vivi diam karena bingung mau jawabnya.
"Kenapa ngga jawab,kamu pasti benci yah padaku,karena Aku sering ngatur kamu,bicaraku ketus dan Aku galak,,"Kata Akbar karena dari tadi Vivi diam.
Sebenarnya yang di katakan Akbar semuanya benar,Vivi merasakan itu semua,tapi Vivi juga kadang ada rasa aneh saat bersama Akbar yang ngga bisa di ungkapkan dengan kata kata.
"Maaf sebelumnya,tapi perkataan Aden memang benar semuanya,Saya selalu takut kalau di dekat Aden,karena Aden membingungkan,kadang baik,,kadang jutek kadang galak,,Saya jadi bingung sendiri melihat sifat Aden itu,,"
"Aku seperti itu ya karena ada sebabnya kan,ngga mungkin Aku marah marah ngga jelas kalau kamu ngga salah atau kamu bikin kesel Aku,"Vivi mengangguk pelan.
"Makanya kalau Aden ngga suka dengan apa yang saya lakukan atau katakan,ngomong aja langsung sama Saya,jangan tiba tina marah ngga jelas,saya kan bukan cenayang yang bisa tau isi hati orang,,"Akbar tersenyum.
"Iya baiklah,,Aku akan lakukan seperti yang kamu mau,"tangan mereka masih saling genggam.
"Gimana luka lukanya,apa sudah pada kering,?"sambil Vivi melihat ke lengan kiri Akbar.
"Yang Tangan kiri belum kering bener,makanya masih di perban,kalau yang paha sudah,kamu mau lihat,,lihat aja,,?"Vivi menggeleng merasa ngga enak karena harus membuka selimut dan lihat paha.
"Kenapa ngga mau,,?ngga usah malu kamu kan calon Dokter dan nati akan sering lihat luka kaya gini,,"
"Ngga papa,besok aja,"
"Coklatnya minum dulu yah Den,mumpung masih hangat,,"Akbar mengangguk.
Lalu tangan Vivi di lepaskan,Akbar lalu bangun dan duduk,itu di bantu Vivi,karena tangan satunya belum bisa di ajak gerak.
"Udah enakan,,?"tanya Vivi setelah Akbar Duduk.
"Iya sudah,,"Vivi lalu mengambilkan gelas yang berisi coklat hangatnya.
Akbar langsung meminumnya dan habis setengah.
"Ini sudah malam,Saya pergi dulu ya Den,,"
"Baru jam setengah 10 ,"
__ADS_1
"Ya ngga enak kalau tiba tiba ada yang datang"
"Ya sudah,,tapi kamu langsung tidur,jangan main Hp,,"Vivi mengangguk.
Tapi Vivi sebelum keluar menyuruh Akbar minum obatnya dulu,setelah Akbar minum obatnya baru Vivi keluar dari kamar Akbar.
"Selamat malam,,mimpi yang indah,,"kata Akbar saat Vivi mau keluar dari kamarnya.
Vivi setelah menutup pintu,kedua kakinya merasa lemas,dan jantungnya berdetak kencang.
"Ya Tuhan,,Aku ini kenapa,,"Vivi lalu berjalan dengan pelan sambil membawa gelas yang bekas coklat.
Saat Vivi di dapur sedang meletakan gelas ,tiba tiba dari belakang ada yang mengagetkan Vivi.
"Vi,,kamu lagi ngapain,kamu kok belum tidur,,"
"I,,ibu,, "kata Vivi langsung gagap karena kaget.
"Kamu kenapa,,lihat saya kaya luhat hantu saja,"
"Ma,,maaf Bu,Saya hanya kaget saja,,"
"Kamu lagi ngapain,kenapa belum tidur,"
"I,,ini Saya habis bikin minuman,"
"Iya Bu saya Mau,"
"Ya udah kalau gitu saya ke kamar dulu yah,"Dinda sambil membawa gelas yang berisi minum.
Vivi lalu keluar dari dapur,menuju kamarnya ,sampai kamar Vivi lamgsung tidur karena mengantuk.ternyata sudah jam11 malam.Vivi mengatur alaram di hpnya,biar besok tidak kesiangan.
Pagi harinya Vivi bangun saat alaramnya bunyi,dan Vivi keluar kamar lalu menuju kamar mandi,Vivi langsung mandi sekalian.
Selesai mandi Vivi pakai baju,dan saat sedang menyisir rambut,hpnya berbunyi tanda panggilan.
"Iya hallo freng,,"
"Hallo Vi,tadi Dokter Dinda Aku di suruh jemput kamu,kira kira mau di jemput jam berapa kamu Vi,"
"Oh gitu nanti Saya kabarin yah jam berapa jemputnya,"
"Ya sudah,Aku tunggu telfon dari mu yah,"setelah Vivi jawab Iya telfon pun mati.
Vivi masuk ke dapur,dan membantu Mba siti dan mba iis bikin sarapan.
__ADS_1
"Vi,,saya mau berangkat,tolong Abang kamu yang urussin dulu yah sebelum pergi ke klinik,"kata Dinda pada Vivi saat masuk ke dapur.
"Iya Bu,,"
Dinda pun pergi dan Vivi menyiapkan sarapan buat Akbar.
"Vi,,ini sayur yang buat Aden,yang ngga pake cabe,,"kata mba iis.
"Iya bi,,"jawab Vivi.
Setelah siap Vivi membawa sarapan untuk Akbar menuju kamarnya.di tangga Vivi bertemu si kembar yang akan berangkat sekolah.
"Pagi Kak,,mau ke kamar Abang yah,"
"Iya,,kalian mau berangkat,,"
"Iya,,"jawab keduanya.
"Hati hati yah,semoga hari kalian menyenangkan,"
"Iya harus dong kak,,dah kak,"
Vivi lalu naik ke atas lagi,Saat membuka kamar Akbar setelah Vivi mengetuknya,Vivi melihat Akbar yang akan bangun tapi ke susahan.
"Aden mau bangun,"
"IyaVi,Aku mau ke kamar mandi,"
"Tunggu Saya bantu bamgun yah,"Vivi lalu meletakan nampan di meja,setelah itu membantu Akbar bangun,dan menutunya untuk ke kamar mandi.
Vivi hanya sampai depan pintu saja,dan tidak masuk,Akbar sebelum masuk menggoda Vivi dulu.
"Ayo masuk,bantu Aku membuka celananya sekaian,"Vivi langsung melotot,sedang Akbar hanya tersenyum.
Akbar pipis juga cuci muka,dan juga sikat gigi,walau sedikit kesulitan tapu Akbar masih bisa melakukanya dengan tangan kanan.
Setelah selesai Akbar keluar ,dan Vivi menuntunya lagi.
"Sarapan dulu yaDen,setelah itu baru ganti perban,,"Saat Akbar sudah duduk.
"Iya,,tapi suapin yah,"
"Kan tangan kananya bisa Buat makan,kok jadi manja gini,,"
"Ngga papa lah manja dikit,,mumpung lagi sakit,nanti kalau sudah sembuh,mana berani,"
__ADS_1
Ahirnya Vivi pun menyuapi Akbar makan sarapanya.
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...