
Aku tak menghiroukan perkataan Dian, Aku tetap membuka kaki Dian, dan Dian pun tidak melarangnya.
"Mass,,, Dian masih sakit,, "Rengeknya lagi.
"Mas hanya mau lihat sebentar saja,,, "sambil ku lebarkan kakinya dan di depan wajahku sekarang terpampang bakpau Dian yang pink kemerahan.
Berlahan Aku memdekatkan bibirku dan ku julurkan lidahku,setelah itu Aku menjilatinya, rasanya sangat gurih.
"Masss,,,,, "sambil meremasi rambutku.
"Eeemmm,,,, "Kataku.
"uuuhhh,,,, "saat Aku mainkan lidahku keluar masuk pada bakpaunya.
Setelah 10 menit Aku mainkan bakpau Dian dengan mulut dan lidahku, tiba tiba Dian meremas kepalaku dan menekanya dengan kedua pahanya sambil berteriak memanggil namaku.
"Mass,,, Doniii,,,,, aaahhhh,,,, "Dian pun terkulai lemas ke belakang, Dian rupanya habis melakukan pelepasan.sedang Aku walau menahan sakit di kepala akibat remasan tangan Dian dirambut juga gempetan pahanya, tapi Aku merasa senang karena pagi pagi Aku bisa menikmati selai yang keluar dari bakpau Dian.
Setelah ku jilat dengan habis Aku pun menyudahinya.dan ternyata air hangat di dalam bak pun sudah penuh.
Aku membantu Dian untuk masuk ke bak, lalu Aku duduk di belakangnya.
Aku membantu Dian menggosok punggungnya tapi biasa lah sambil modus dikit.
Aku sesekali sambil meremas daging kenyal miliknya.
"Mas,, nanti kita ngga jadi sarapan kalau mas iseng terus, jadinya kita makan siang ini mah,, "sambil cemberut.
"Iyaaa,,, ini Mas udah ngga iseng lagi,,"
Sekitar satu jam lebih kita baru selesai mandi, dan sekarang kita sedang bersiap untuk turun ke bawah untuk sarapan.
__ADS_1
"Mas,, nanti jalanya pelan pelan saja yah, soalnya Dian kalau jalanya cepat ngerasa sakit,, "kata Dian yang berjalan mendekatiku yang sudah di depan pintu.
"Siap sayangku,, "sambil ku cium pipinya.lalu kita pun keluar dari kamar dan kita akan sarapan di bawah karena dari tadi Pamuji sudah menelfon terus untuk cepat turun.
Dian menggandeng tanganku dan Aku pun berjalan mengimbanginya. sampai restoran Aku melihat anaku, menantuku juga cucuku masih duduk di restoran, Aku pun mendekati mereka.
"Pagi semuanya,,, "kataku sambil menarik bangku untuk Dian.
"Kakee,,, "sambil meminta gendong, dan Aku langsung menggendongnya.
"Akbar,,,turun sayang, kasian kakek,soalnya kakek habis main bola, nanti pinggangnya sakit,, "kata Pamuji. sambil senyum senyum ngga jelas.
"Bener kek,, kakek kenapa ngga ajak Akbar main bolanya,?"
"Papah Akbar bohong,, kakek baru bangun tidur dan sekarang kakek laper, Akbar duduk dulu yah,, "kataku sambil mendudukan Akbar di kursi.
"Papahh,, udah jangan ngeledekin Ayah, biar Ayah sama Mamah Dian sarapan dulu, Ayah dan Mamah pasti udah pada laper ,,"kata anaku.
"Mah Dinda udah pesanin makanan, semoga Mamah sama Ayah suka yah,, "
"wah suami pengertian yah rupanya,, "dasar ini menantu ngga bisa apa sehari aja jangan ngelekin Aku, Aku pura pura ngga denger aja. Tapi Pamuji rupanya ngga nyerah ngeledekin Aku.
"Itu tangan kenapa,, kok bisa lecet kaya gitu, awas loh infeksi nanti tanganya di potong lagi, buruan kasoh obat,, "Aku langsung melotot ke Pamuji, tanda untuk diam dan jangan banyak omong.
"Serius luka kaya gini bisa infeksi,,"Dian langsung kaget saat mendengar perkataan Pamuji.
"Ngga lah Yang,,, Pamuji tuh cuman iseng aja, nanti Mas kasih salep juga kering dan sembuh,,, "kataku menenangkan Dian.
"Ya Mah,, benar kata Ayah, Mas Agung hanya iseng, kasih salep juga sembuh,, emang kenapa sih Yah tanganya kok sampai lecet kaya gitu,, coba Dinda lihat,,? "kata Anaku Akan menarik tanganku dan memeriksanya.
"Ngga usah,,, ini ngga kenapa napa cuman tadi ada orang bawa kucing, terus Ayah pengin gendong, baru gendong sebentar eh malahan Ayah di cakar,, "kataku, dan Dian langsung melotot karena Aku samakan dengan kucing.
__ADS_1
"Wah kayanya itu Kucingnya liar kali ya Yah,, belum jinak jadi masih perlu di belai,,, "aduhhh,,, menantu ngga ada ahlak bener, kalau ngga lagi di tempat umum sudah Aku bejek tuh mulut.
"Iya kali, "jawabku dengan malas.
"Masss,, udah jangan ngeledekin Ayah,, biar Ayah makan dulu,, "Aku tersenyum puas saat anaku membelaku, dan Pamuji langsung diam,suami takut istri hahaaa..
Selesai makan Dinda mengajak Dinda dan Akbar untuk ke minimarket yang ada di depan hotel, Anaku katanya ingin membeli sesuatu, sekarang tinggal Aku dan Agung.
"Gimana rasanya buka puasa,, kuat berapa ronde,, trus obat di minum ngga,,? "
"Kamu nanya kok kaya wartawan aja sih,, "kataku.
"Heheee,,, soalnya penasaran,, "
"Ngapain juga penasaran, kamu juga pernah rasain kan,, "
"Udah,, iya kita sama, tapi Aku kan dah lama dan yang Aku pengin tau Ayah tercinta ku ini pakai obat ngga,,, "
"Ngga pakai obat juga Aku masih Kuat Ji,, kamu tuh bener bener nyepelein Aku,, "
"Iya kuat,tapi baru muncrat sekali langsung KO hahaaa,,,"
"Dasar brengsek,, bener bener kamu tuh kurang ajar,, kalau bukan karena temen udah Aku hajar kamu Ji,, "kataku, tapi dasar Pamuji dia hanya tertawa saja.
"Udah lah jangan bahas ini lagi,kita bahas yang lain,, omong omong kamu mau pulang ke kotanya kapan,,? "
"Aku sih maunya entar malam, karena besok siangnya Aku ada oprasi,, "Aku pun mengangguk.
"Oh gitu,, Aku titip adeku ya Ji,, kasian dia, sudah menikah lama dan sangat setia malah lakinya selingkuh, dan gara gara belum di kasih momongan dia berhianat,, "
"Masalah adikmu tenang aja,, iya ngga papa mau sampai kapan di rumahku Aku ngga masalah,, kita ngga perlu marah dan benci terus terusan sama mantan suami Dea, kita berfikir panjang aja mungkin dia bukan jodoh terbaiknya, makanya Tuhan juga belum kasih momongan pada mereka kan,, "Aku pun mengangguk,memang ada benarnya juga yang Pamuji katakan,semoga nanti adiku mendapatkan jodohnya yang benar benar baik dan mau menerima segala kekuranganya.
__ADS_1
**Besok lagi ya kak,, maaf kalau ada typo..
Jangan lupa like, komen, dan votenya trimakasih**...