
Selesai acara 4 bulanan, dan setelah semua orang sudah pada pulang, Aku dan Dian masuk kamar, setelah Adeku dan mertuanya pun pulang ke tempatnya menginap, sedang Papah mertua juga langsung masuk kamar untuk istirahat.
Sedangkan Zara juga Hendra memang mereka belum pulang, tapi tadi saat Adekku dan Mertuanya pergi Zara menelfon Dian, katanya mau ikut Hendra tidur di hotel.
"Cape,,, sinih Mas Pijitin,, "kataku saat melihat Dian memijit kakinya di atas kasur.
"Ngga juga sih Mas,, cuman tadi kesemutan,, "jawab Dian.tapi Aku tetap menijitnya.
"Udah Mas ngga usah,, mending Mas bersih bersih sanah,, ganti bajunya,, "kata Dian sambil menarik kakinya yang sedang Aku pijit.
"Ya udah,, Mas bersih bersih dulu yah,, "sambil bangun dari duduku dan Aku masuk ke kamar mandi.
Aku pun membersihkan badanku,dan melepaskan bajuku dan mau ganti baju tidur.
"Mas,, ini bajunya,, "kata Dian saat Aku keluar dari kamar mandi.
"Iya sayang,, makasih,, "sambil ku dekati Dian.
Cuppp,,,
Aku mengecup bibirnya sekilas saat Dian memberikan baju padaku. dan kita pun saling senyum.
Lalu Dian bergantian masuk kamar mandi, dan Aku pun langsung memakai bajuku.
Selesai memakai baju Aku naik ke kasur dan sambil memainkan hpku, Aku melihat foto foto tadi pas acara sukuran 4 bulanan.
Aku menatap Dian tanpa berkedip saat Dian baru keluar dari kamar mandi. Dian memakai daster transparan yang tanpa lengan hanya ada talinya saja, dan panjangnya di atas lutut, dengan perut yang sudah kelihatan menonjol membuatnya kelihatan seksi, dengan rambut yang di gulung ke atas dan memperlihatkan leher yang putih juga mulus membuatku ingin menerkamnya.
"Sayang,, itu baju kapan belinya, kok Mas baru lihat,,?"tanyaku.
"Ini dari Dea Mas,, pantes ngga,,? "
"Sangat cantik,Mas sangat suka,, "lalu Dian pun naik ke kasur.
Saat Dian sudah di kasur Aku langsung memeluknya.
__ADS_1
"Makin hari kamu makin cantik sih sayang,, "sambil ku ciumi pipinya.
"Iihh,, Mas geli ih,, "kata Dian.
"Boleh nengok dede ngga yang,,? "sambil Aku usap pipinya .
"Emang Mas ngga cape apa,,? dari pagi kan kerjanya Mas mondar mandir nyiapin acara,,? "
"Mas ngga ngerasain cape kok,, semuanya kan demi dede,, "sambil tanganku mengusap perutnya Dian.
"Apa lagi kalau soal jenguk Dede,, bagi Mas itu ngga ada capenya,, "sambil alisku Aku naik turunkan.
Kemarin selama 2 bulan lebih, Aku merasa pusing karena Dian yang selalu tidak mau di dekatku, dan Aku kalau lagi pengin suka nyolong aja saat Dian tidur,jadi seperti Aku yang sedang memper**sa istri sendiri.
Tapi semenjak kandungan Dian sudah memasuki 4 bulan, Dian sudah kembali seperti dulu,, sekarang melihatku sudah tak menutup hidung dan kalau Aku mendekatinya atau memeluknya Dian sudah mau tidak marah marah kaya saat hamil 2 bulanan.
"Boleh yah sayang,,,, "sambil Aku sedikit ekting memelas.
"Ya udah Dian izinin,, tapi pelan pelan aja yah, ngga boleh kencang kencang takut Dedenya di dalam terganggu tidurnya,, "sambil tersenyum Dain mengatakanya.
"Iihhh,,, geli Mas,, "sambil tanganya menghalangi ciumanku yang terus terusan di wajahnya.
Aku pun menghetikan ciumanku, setelah itu Aku. langsung menciumi perut Dian yang sudah terlihat menonjol, Aku naikan bajunya dan ciumanku di perutnya sangat pelan pelan.
"Mas buka dulu yah bajunya,, nanti pakai lagi,, "sambil Aku melepaskan baju Dian ke atas.
Setelah terlepas Mataku langsung tertuju pada dada Dian, karena mungkin sedang hamil membuat dadanya makin besar dan sangat kencang. Aku langsung meremasnya dan memainkan daging kecil di ujungnya.
"Maasss,,,,, "suara Dian justru makin membuatku makin gemas dengan dadanya.
Mulutku langsung menye**tnya tanpa jeda dada satunya, yang satunya Aku pun memainkanya dengan meremasnya.
Tangan Dian meremas rambutku dengan kedua tanganya, samil mulutnya merintih sambil memanggilku.
Setelah puas bermain di dada Dian, ciumanku terus turun ke bawah, dan sampai di dekat inti milik Dian, Aku melepaskan kain segitiga yang masih menempel di badanya.
__ADS_1
Setelah terlepas Aku langsung menciuminya,, dan juga menji**tinya, Dian hanya merintih karena merasakan sensasi permainan lidahku, dan sampai ahirnya Dian pun merasakan pelepasan. dirasa sudah cukup basah Aku pun langsung mengeksekusinya. dan tadi juga sudah Aku beri Dian waktu istirahat.
Aku masukan senjataku pada inti milik Dian, setelah itu Aku pun mendorongnya dengan pelan pelan, setelah masuk semuanya Aku mulai menggerakan senjataku dengan keluar masuk dengan pelan pelan juga. sebisa mungkin Aku berusaha untuk membuat Dinda juga merasakan nyaman.
Lalu Aku merubah posisiku,dengan Aku suruh Dian yang di atas.setelah posiainya pas Dian pun menggerakan pinggulnya dan tanganku sambil bermain di dada Dian.
Gerakan Dian makin membuatku sangat nikmat, tubuh Dian yang se*si seperti menari di atas badanku.
"Oohh,, Masss,,, Dian sudah ngga kuat,,, "
"Apa mau keluar lagi,,? "tanyaku pada Dian dan Dian mengangguk sedikit malu sambil menggigit bibirnya.
Aku pun menyuruhnya merangkak.
"Kita keluarkan bareng ya sayang,, "kataku dengan pelan memasukan senjataku. setelah itu Aku pun mulai menggerakanya dengan pelan pelan.
Tidak lama pun Aku sudah mau merasakan akan datangnya kenikmatan. dan gerakanku juga makin cepat tapi tidak sepenuhnya, Dian juga sudah menyuruhku untuk cepat menyelesaikanya.
"Maaassss,,,, ayo Masss,,,, Dian sudah ngga tahan,,, "Aku pun langsung makin cepat menggerakanya.
Dan Ahirnya ledakan pun terjadi di dalam,dengan Aku dan Dian berteriak bersama, karena kita merasakan kenikmatan datang bersama sama.
Aku pun menarik senjataku dan menjatuhkan badanku di kasur, dan begitu juga Dian dengan keringat juga nafas yang masih memburu.
"Apa ada yang sakit,,? "tanyaku pada Dian sambil ku usap perutnya. Dan Dian hanya menggelengkan kepalanya dan matanya pun sambil terpejam.
Setelah itu Aku bangun dan menuju kamar mandi untuk bersih bersih. sedang d
Dian yang masih lemas masih tiduran di atas kasur.
**Besok lanjut Dea sama Hendra yah,, Ayah Doni sama Mas Agung nantinya akan muncul juga kok,, kita seling seling biar ceritanya lanjut,,,
Jangan lupa like komen dan votenya,, terimakasih..
Jangan. lupa mampir ke cerita baru ku MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH**.
__ADS_1