MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Merawat


__ADS_3

Aku pergi untuk kuliah, saat kuliah pun rasanya sangat lama, kenapa aku justru memikirkan papah, bukan ibuku


Aku tidak mengerti tentang pikiran ibu,yang tidak mau memiliki anak lagi, aku sebenarnya tidak ingin ikut camur urusan ibu dan papah, tapi kalou melihat perkataan papah tentang ibu yang tidak mau punya anak lagi membuatku merasa kasian pada papah, memang yang namanya membangun rumah tangga akan sangat bahagia kaliu memiliki anak,, mungkin karena papah umurnya sudah sangat cukup untuk memiliki anak membuatnya terlalu memaksa ibu, tapi itu wajar juga,dan ngga salah kalou papah menginginkan seorang anak dari ibu,


Memang semenjak aku tinggal bersama ibu, aku melihat ibu yang sangat sibuk, jarang di rumah dan selalu kerja ke luar kota, kadang aku kasian melihat papah yang sering melamun seperti merasa kesepian,mungkin itu penyebab papah meluapkan emosi, karena papah ingin sekali punya anak sedang ibu selalu sibuk dengan kerjaanya dan selalu keluar kota,gimana bisa hamil kalou ibu selalu cape dan selalu jarang di rumahh,,


"Din,,, lo dari tadi kenapa sih, aku lihat ngelamun aja, ada masalah cerita aja ke gue kalo lo butuh temen curhat, "kata Sisi yang langsung membuatku tersadar dari lamunan..


"Ngga papa ko Si, aku baik2 aja, "sambil aku meminum es jeruku, karena sekarang aku dan Sisi sedang di kantin


Jam ke dua pun sudah di mulai, aku rasanya ingin sekali kabur dari kelas sekarang, karena merasa waktu lama sekali, padahal tinggal 30 menit lagi sudah selesai, tapi rasa nya ko lama banget...


Ahirnya jam pulang pun telah tiba, aku langsung berpamitan pada Sisi untuk langsung pulang, aku langsung memesan ojek onlain, setelah dapat aku langsung meminta cepat agar bisa sampai rumah..

__ADS_1


Setelah sampai rumah, aku langsung masuk dan melihat mba Iis yang sedang membawa nampan berisi makanan dan minum..


"Apa itu buat papah mba, "tanyaku saat aku mendekati mba


"Iya non, ini untuk bapa, dari tadi bapa tidak turun jadi mba mau nganter ke kamarnya, "


"Biar Dinda aja mba yang mengantarkanya, Dinda mau sekalian ke atas, :dan mba Iis pun memberikan nampan itu ka padaku


Aku mengetuk pintu,tapi tak ada jawaban ahirnya aku masuk, karena pintu tida di kunci, aku taro makanan di meja dan kulihat papah yang sedang tertidur, saat ku lihat papah sepertinya papah berkringat, aku mendekat dan ku pegang tangan lalu ke kening, dan sepertinya papah demam, karena badanya panas juga berkringat,,


Aku kompres kening papah, dan aku lihat lukanya, memang tidak parah dan tidak sobek hanya goresan goresan di jarinya, tapi memang luka seperti itu juga bisa membuat kita sakit panas dingin,


Aku merawat papah dengan sangat tlaten, ku oleskan salap setelah perbanya aku buka, dan berlahan papah bangun..

__ADS_1


"Pah,, Dinda bantu duduk yah, papah makan dulu setelah makan papah minum obat biar ngga demam, "kataku sambil membantunya duduk, dan setelah papah posisi duduknya nyaman aku mengambilkan makananya


"Dinda suapin aja ya pah, "kataku yang duduk di tepi kasur dan sangat dekat


Papah hanya menganggukan kepalanya, aku mulai menyuapinya, beberapa kali mata kita saling bertemu membuatku deg degan saja,,


Tatapan mata papah membuatku merasakan desaran di dada yang sangat aneh,, rasanya ingin sekali ku usap wajahnya dan ku cium bibirnya, gilaaaa.. otaku kenapa kotor sekali iniiii,,,,


Setelah selesai makan ,aku mengambilkan obat dan minum, aku suruh papah untuk meminumnya, setelah meminumnya aku akan keluar,, tapi papah menahanku


"Mau ke mana,, hemm... "tanganku di pegang papah


"Mau menaro piring kotor pah, "jawabku

__ADS_1


"Nanti saja,, sekarang temani papah dulu,, "aku pun duduk lagi dan menemani papah,, ku nyalakan tv di kamar papah dan Kita hanya menonton tv...


__ADS_2