
"Kenapa kamu tidak bicara dari awal kita menikah, ?"tiba2 ada suara yang sangat aku kenal, aku dan ibu langsung menengok ke arah suara itu,, dengan muka yang kelihatan sedang marah, dan suara papah naik satu oktaf..
Aku dan ibu langsung berdiri, saat melihat papah yang datang, apa papah dengar semua yang ibu bicarakan padaku yah,, ya alloh semoga ngga akan ada keributan lagi..
"Aku sudah dengar semua yang kamu bicarakan dengan anakmu, "Sambil duduk di sofa papah bicara dan aku serta ibu juga ikut duduk.
"Sekarang apa mau mu, ?"tanya papah pada ibu, aku hanya bisa diam dan duduk dekat ibu,suara papah udah sedikit melembut.
"Setelah aku pikir lebih baik kita berpisah, "jawaban ibu membuatku kaget, "Aku tidak bisa memberimu ke turunan, lebih baik kamu cari istri yang sempurna, yang bisa memberimu anak, "papah tersenyum dengan sinis,,,
"Baik kalou itu keputusan yang kamu inginkan, besok aku akan ke pengadilan untuk mendaftarkan perceraian kita, "mendengar jawaban papah, kenapa aku merasa sedih dengan ke adaan ini..
Papah langsung menuju kamarnya, dan aku hanya bisa diam karena tidak mau ikut campur dengan masalah mereka,
"Ibu,, kenapa jadi begini, kenapa ibu dan papah ngga adopsi saja dari panti asuhan, "kataku.
"Ngga semudah itu sayang, sudah kamu jangan ikut memikirkan masalah ibu, kamu cukup pikirkan kuliah mu saja, "sambil mengusap rambutku,
__ADS_1
Aku melihat wajah ibu,dari sorot mata ibu aku pun tau sebenarnya ibu ngga menginginkan perceraian ini, mungkin karena ibu merasa ngga ingin egois ,dalam mempertahan papah karena keinginan mempunyai seorang anak yang papah inginkan dan ibu tidak dapat memberikanya turunan untuk papah,
Aku melihat papah yang turun dari tangga dengan menarik koper yang lumayan besar, aku dan ibu langsung berdiri,,
"Rumah ini aku kasih untukmu, aku akan tinggal di apartemen,besok pengacaraku akan menghubungimu, semoga kamu selalu sehat dan bahagia, "sambil mendekat ke ibu papah berkata, ibu mengulurkan tanganya..
"Terimakasih untuk waktu 5 tahun lebih, untuk hidup denganku, semoga mas menemukan wanita yang baik dan yang bisa memberi mas keturunan, "lalau ibu mencium punggung tangan papah dan papah mencium kening ibu.
Sesaat akan pergi, papah melihat ke padaku, dan memeluku,,,
"Jaga ibumu, jangan menyusahkanya, jadilah anak yang penurut, "saat melepaskan pelukanku.
#####
Sudah seminggu aku tidak bertemu papah, di kampus pun papah ngga mengajar dan aku wa pun hanya ceklis satu, sebenarnya aku merasa kuatir, tapi mungkin juga papah butuh menenangkan diri,
Ibu seperti biasa,selalu sibuk kerja dan jarang di rumah, aku di rumah hanya bersama mba Iis, dan pak udin..
__ADS_1
Hari ini aku kuliah pagi,jam 7 aku sudah berangkat,dan saat sampai kampus aku berpapasan dengan papah,,
"Pahhh,,, "langsung ku cium punggung tanganya, entah keberanian dari mana aku langsung memanggilnya, padahal di sana banyak anak2 yang lalu lalang.
Papah hanya tersenyum"Kita ngobrolnya di ruangan papah aja yuk, "aku pun mengikuti papah dari belakang, dan baru aku sadar ternyata banyak anak2 yang sedang menatapku, aku hanya menundukan wajahku dan terus berjalan.
Sesampainya di ruangan papah aku langsung duduk di bangku depan meja kerja papah,,
"Papah gimana kabarnyaa,,? kenapa Dinda wa ngga di bales, "kataku.
"Papah sehat,,dan kemarin papah habis pulang ke rumah orang tua papah,di sana sinyalnya susah dan papah memberi tau kan tentang perpisahan papah dengan ibumu,, ibu mu gimana kabarnya, "
"Oh,, gitu, ibu masih seperti dulu selalu sibuk kerja dan jarang di rumah, ngga ada papah di rumah sepi, "kataku sambil ku monyongkan bibirku..
"Kalou jenuh di rumah Dinda pisa main ke apartemen papah, "aku langsung tersenyum.
"Alamatnya manaa, ?"
__ADS_1
"Entar papah kirimin lewat wa, "
"Din,, apa bisa dinda jangan panggil papah lagi, karena sekarang saya bukan papah Dinda lagi, "tiba2 apa yang aku takutkan terjadi juga,,