MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Akbar Ngajak Makan siang


__ADS_3

Sampainya mobil Agung di kliniknya,mereka bertiga turun bersama.Agung masuk ke dalam ruanganya,sedang Dinda juga masuk ke ruang kerja Dinda dan Sila ikut masuk ke ruang Dinda.


"Tadi kenyang kan Sil makanya,,?"


"Kenyang Tan,,makananya enak enak lagi,,"Dinda tersenyum.Dinda lalu menyuruh Sila untuk duduk.


"Sila sudah putuskan belum soal tawaran Tante untuk kerja di klinik Tante ini,biar Sila ada kegiatan gitu,jam kerjanya ngga panjang kok,dan ngga ada sif malamnya,,?"


"Sila takut ngga bisa Tan,,"


"Sila pasti bisa ,nanti Tante ajarin cara kerjanya,gimana,,"Sila terlihat berfikir.


"Sila boleh coba dulu selama sebulan,kalau betas dan Bisa,Sila bisa lanjut,tapi kalau Sila merasa ngga bisa ,Sila boleh mundur,gimana,,?"


"Boleh deh Tan,,Sila mau,,"Dinda tersenyum.


Dinda memang sedang butuh orang untuk membantunya, buat asistenya gitu,karena Dinda sekarang sering di undang seminar ke daerah daerah luar kota,dan Agung selalu menemaninya,jadi Dinda butuh orang untuk menghendel kerjaanya di kliniknya.


Dinda lalu mengajari Sila ,dan Sila dengan serius mendengarkan setiap Dinda memberi tau dan cara mengerjakan pekerjaan tentang klinik.


Dinda juga mengajak Sila berkeliling klinik ,lalu Dinda mengenalkan sila pada perawat, bidan ,juga Dokter yang sedang tugas.


"Sila,,Tante mau pulang dulu ,kamu juga pulang yah,,"kata Dinda setelah berkeliling dan sekarang sudah di dalam ruanganya.


"Iya Tan,,eemm Tan Sila panggilnya Ibu apa Dok yah sekarang,,"Dinda yang sedang mengambil tasnya lalu berbalik dan tersenyum pada Sila.


"Tante aja ngga papa kok,,"


"Jangan Tan,,Sila ngga enak sama yang lain,Sila ngikut yang lain aja ya Tan,Sila panggil Tante Dokter,,"


"Ya udah terserah kamu,tapi kalau sedang di luar klinik pangilnya Tante aja yah,,"


"Iya Tan,,"


Dinda lalu menuju ruang Agung,karena sudah waktunya pulang.


"Pah ayo pulang,,"Sambil masuk kedalam.


"Iya tunggu bentar Mah,,"sambil membereskan kertas di meja kerjanya.


Dinda lalu mendekati Agung,Agung yang melihat Dinda sudah di dekatnya langsung menarik pinggang Dinda agar duduk di pangkuanya.


"Gimana Sila,apa dia bisa dengan kerjaanya,?"

__ADS_1


"Sepertinya bisa Pah,,dan Sila terlihat semangat,"


"Sukurlah,,biar kita kalau pergi ada yang urus masalah klinik,,"


"Iya Pah,,"sambil tangan Dinda di kalungkan ke leher Agung.


Lalu Dinda mencium pipi Agung,Agung hanya tersenyum.


"Sebaiknya kita pulang sekarang,kalau kita tetap di sini Papah takut akan kebablasan,,"Dinda tersenyum lalu bangun dari pangkuanYa Agung.


Mereka lalu keluar dan langsung menuju parkiran mobil,setelah keduanya masuk ke dalam mobil ,mobil pun meninggalkan parkiran klinik.


Sampai di rumah Dinda dan Agung langsung masuk ke kamar untuk mandi karena sudah sore.


Saat makan malam semuanya sudah berkumpul di meja makan .


"Mah tadi kenapa ada Sila bareng Mamah dan Papah,,?"tanya Akbar.


"Sila sekarang kerja di klinik,,"


Hukkk,,hukkk,,,


Akbar langsung tersedak karena kaget mendengar Sila kerja di klinik.


"Abang hati hati dong makanya,ini minum,,"Dinda langsung memberikan minum.


"Abang kenapa batuk gitu saat denger Sila kerja di klinik,,?"tanya Agung.


"Engga papa sih Pah,cuman emang dia bisa dan serius,,nanti dia cuman main main lagi,jadi ngerepotin Mamah dan Papah ,,"


"Tapi Sila pintar kok Bang,tadi Mamah ajarin Sila langsung faham dan ngerti,,"


"Jangan berburuk sangka Bang,ngga baik,"


"Abang ngga buruk sangka Pah,cuman takutnya dia cuman main main,karena dia itu senengnya keluyuran ngga jelas,"


"Ya semoga aja Sila tekun dan betah,biar dia juga ngga kluyuran,kan ngga baik anak gadis keluyuran ngga jelas,"kata Agung.Abang hanya mengangguk pelan.


Mereka lanjut makan ,dan selesai makan mereka lanjut mengobrol di ruang keluarga,tapi si kembar langsung masuk kamar karena mau ngerjain tugas.


"Bang,lusa Mamah sama papah mau keluar kota,kita mau ada seminar,kamu jaga adik adik yah,,"


"Iya Mah,,emang berapa hari,?"

__ADS_1


"Cuman 3 hari saja kok,,"


"Papah titip burung yah,,lihatin kalau pagi,Papa udah nitip ke pak Udin sih,tapi Abang bantu lihatin,,"


"Iya Pah,,"


Sekitar jam 9 semuanya masuk ke kamar masing masing dan tidur.


Hari berlalu,, jam 10 pagi ini Dinda dan Agung berangkat keluar kota,Abang yang mengantarnya karena hari ini Abang kuliah siang jam 1an.Dinda dan Agung sampai Bandara ,Sila dari klinik telfon dan meminta map berkas,dan ternyata berkasnya kebawa Dinda.


"Nanti Akbar yang antar ke klinik ya Sil,soalnya map berkasnya kebawa saya,,"


"Iya Dok,,"


Telfon pun mati,Dinda lalu memberikan map yang Sila butuhkan.


"Antarkan ya Bang,nanti dari sini langsung ke klinik,,"Abang memberikan map ke Abang.


"Iya Mah,,"


Akbar pun pulang karena Dinda dan Agung sudah masuk ke dalam.


Akbar langsung membawa mobilnya menuju klinik,sampai di klinik Akbar menuju ruangan Dinda,dan mencari Sila,tapi ternyata Sila tidak ada di dalam.


Saat Akbar mau keluar ternyata Sila juga mau masuk,mereka berdua langsung kaget dan Sila menabrak badan Akbar.


"Aaww,,"teriak Sila saat membentur Dada bidang Akbar.lalu Sila mendongakan wajahnya dan Akbar juga menunduk,jadi mereka saling tatap,mereka saling tatap hanya berapa detik ,karena keduanya langsung memundurkan badan.


"Maaf,,"keduanya barengan mengatakan maaf.dan keduanya jadi merasa kikuk.


"Eemm itu Aku mengantar map yang dari Mamah,,"


"I,,iya makasih,,"Sila lalu jalan menuju meja untuk mengambil Map.


Sila lalu akan keluar dari ruangan Dinda,tapi Akbar tiba tiba memanggilnya.


"Sil,,Mau makan siang bareng ngga ,,?"Akbar tiba tiba berani mengajak Sila makan siang.


"Kalau kamu ngga bisa ngga papa kok,"kata Akbar lagi karena Sila diam aja.


"Bisa kok,,tapi tunggu Aku ngantar ini dulu yah,tunggu 10 menit gimana,?"


"Ya udah Aku tunggu di sini,,"Sila mengangguk lalu pergi keluar.

__ADS_1


Akbar tiba tiba merasa deg degan,karena ngga menyangka berani mengajak Sila makan siang.


Jangan lupa like komen dan votenya yah,trimakasih..


__ADS_2