MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Hanya Becanda


__ADS_3

Mas Agung pun memposisikan senjatanya ke inti tubuh Dinda, Mas Agung melakukanya dengan pelan, dan berlahan senjata itu pun masuk ke dalam dengan sempurna.


"Ooohhhh,,, enaknya Yang,, rasanya hangat,, "sambil menciumi leher Dinda.


Dinda hanya memejamkan mata, menikmati gerakan pinggul Mas Agung.


Gerakanya pelan tapi pasti, membuat Dinda merasakan kenikmatan.


"Ohh,, Mas,,, "sambil tangan Dinda meremas boko** Mas Agung.


Dan gerakan Mas Agung makin cepat ,membuat Dinda kualahan.


Lalu Mas Agung merubah posisi, sekarang Dinda yang di atas, dan Mas Agung yang tiduran di bawah.


Lalu Dinda terus menggerakan pinggulnya sedang tangan Mas Agung sambil memainkan buah dada Dinda yang ikut bergerak keatas dan ke bawah.


Gerakan Dinda yang sangat erot*s membuat Mas Agung tidak kuat lama untuk segera menembakan laharnya ke rahin Dinda.


"Sayangg,,, Mas mau keluar, ini,, uuuhhh,, "Mas Agung sambil memejamkan matanya.


"Mas,, kita bareng yuk, Dinda juga sudah ingin keluar,, "sambil menahan enak Dinda berkata.


"Iya Sayang,, tapi kita ubah posisi kita dulu yah,,, "


Lalu Mas Agung menidurkan Dinda, dan memposisikan Senjatanya pada inti tubuh Dinda, dengan kaki Dinda di angkatnya ke pundak Mas Agung.


Setelah masuk, Mas Agung langsung menggerakan pinggulnya dengan cepat, dan Dinda pun sampai berteriak karena merasakan sensasi yang sangat nikmat. tangan Dinda mencengkram seprei dengan kencang, dan Mas Agung ahirnya dengan tenaga yang cukup kuat menembakan laharnya ke rahim Dinda.


"Oooohhhhhh,,,, sayangggg,,,enaknyaaa,,, "teriak Mas Agung.


"Aaahhhhhhh,,, Massss,,,,"teriak Dinda sampai kepalanya terangkat.


Mas Agung langsung menggulingkan badanya ke kasur, dengan nafas mereka berdua yang sama sama membutu. Setelah lahar sudah berhenti keluar.

__ADS_1


"Trimakasih sayang,,, "sambil memiringkan badanya dan mencium kening Dinda, sedang Dinda hanya mengangguk dan matanya terpejam.


"Mas bersih bersih dulu yah,, "sambil turun dari kasur.


"Mas,, Dinda ambilin minum dulu,, "Mas Agung pun mengambilkan minum yang ada di atas meja. lalu memberikanya pada Dinda.


Setelah itu Mas Agung masuk ke kamar mandi.


"Sayang,, bersih bersih gih,, "setelah Mas Agung dari kamar mandi.


"Bukanya Mas mau lagi ? Dinda nanti aja ah,, bersih bersihnya, nanti juga becek lagi,,"sambil duduk dan bersandar pada sandaran kasur dan menutupi badanya dengan selimut.


"Mas itu hanya becanda sayang,, Mas mana tega lihat kamu kelelahan, walau pun Mas ingin melakukanya tapi Mas juga ngga mungkin tega, Sayang pasti cape seharian di rumah cuman ngurusin anak anak Mas,, jadi Mas pun ngga mungkin membuat Sayang kelelahan siang dan malam,, "sambil ikut duduk di sambing Dinda dan mencium keningnya. Sedang Dinda hanya tersenyum.


"Makasih ya Mas,, kamu selalu ngetiin Dinda, dan sayang sama Dinda, semoga rasa sayang Mas tidak akan memudar sampai kapan pun,, "


"Justru Mas yang sangat berterimakasih pada kamu Yang,, kamu selalu membuat hari hari Mad selalu bahagia. apa lagi ada anak anak yang sangat baik dan lucu lucu, rasanya hidup Mas sangat bahagia,, "Lalu mereka pun saling berpelukan.


Pagi harinya Dinda sangat sibuk mengurusi si kembar, karena Dinda akan pergi bersama Mas Agung untuk mencari lokasi pembuatan klinik. Sedang Akbar sudah pergi ke sekolah dengan di temani Mba Siti.


"Mba Fitri Saya mau pergi bersama Bapa, Saya titip si kembar yah,, kalau ada apa apa nanti Mba telfon Saya aja,, "sambil memakaikan baju pada si kembar.


"Iya Bu,,, "jawabnya.


"Mba bisa minta tolong ngga, Tolong ambilkan Hp Saya di kamar di meja dekat kasur yah,,"Mba Fitri pun langsung menjawab Iya dan berjalan keluar dari kamar kembar.


Mba Fitri langsung masuk ke kamar dan saat sedang mengambil hp Dinda, Mas Agung baru keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja.


"Sayang,, baju Mas mana,, ?"kata Mas Agung tampa melihat siapa yang ada di kamar, karena Mas Agung sibuk mengeringkan rambutnya yang basah.


"Ma maaf Pak,, Ibu ada di kamar si kembar,, "jawab Mba Fitri sambil matanya tak berkedip melihat badan Mas Agung yang atletis.


"Kok kamu ada di sini,, ngapain? "kata Mas Agung sambil sedikit kaget juga.

__ADS_1


"Saya di suruh Ibu buat ambil hpnya,, "sambil mata Mba Fitri menatap ke Mas Agung.


"Buruan ambil hpnya dan cepat keluar, Saya mau ganti baju,, "kata Mas Agung .Mba Fitri pun langsung mengambil hpnya Dinda dan langsung keluar dari kamar.


Saat Mba Fitri keluar kamar Mas Agung, Mba Fitri senyum senyum sendiri sambil menggelengkan kepalanya.


Lalu Mba Fitri pun masuk ke kamar si kembar dan memberikan hpnya kepada Dinda.


"Makasih ya Mba,, ini kembar sudah rapi dan tolong bikinkan Su*su buat mereka, Saya mau menyiapkan sarapan dulu,, "


"Iya Bu,, "lalu Dinda pun keluar dari kamar si kembar dan menuju meja makan.


Mba Iis sudah membuat sarapan sedang Dinda menyiapkan untuk Mas Agung.


"Mas ayok sarapan dulu,, "saat sudah masuk ke kamar.


"Iya sayang,, kamu dah siap,,? "


"Tinggal ganti baju aja nanti saat kita akan pergi,, "


"Oh,, ya udah ayo kita sarapan dulu,, "lalu mereka berdua pun menuju meja makan untuk sarapan.


Selesi sarapan Dinda pun masuk kamar untuk ganti baju, sedang Mas Agung melihat si kembar dulu sebelum pergi.


Saat masuk kamar si kembar, Mba Fitri sedang memberikan susu pada si kembar.


"Pagi sayangnya Papah,, "sambil menciumi pipi si kembar satu persatu.


"Jangan rewel yah,, Papah sama Mamah mau pergi dulu,, "


Sedang Mba Fitri yang duduk tidak jauh dari Mas Agung berada ,dan sambil menciumi aroma harum dari badan Mas Agung,karena minyak wangi yang Mas Agung pakai wanginya sangat kalem dan bisa menenangkan fikiran,,


Jangan lupa untuk like, komen dan votenya yah,, makasihh...

__ADS_1


__ADS_2