MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Hendra Mencengkram Kerah Baju Rizki


__ADS_3

Pagi harinya Zara membantu Bunda membuat sarapan, Zara terihat murung tidak banyak bicara seperti biasanya, Dea pun memakluminya.


"Sayang udah dong jangan sedih gitu, percaya sama Bunda, semua akan baik baik aja, Papah menyayangi Zara jadi Papah pasti akan selalu mendukung keinginan Zara, asal membuat Zara bahagia, sekarang jangan murung gitu,, senyum dong biar ngga jelek ,,"Zara tersenyum tipis.


Sarapan pun siap di meja, lalu Kakek, Ayah dan Hendra sidah bersiap sarapan, tinggal Rizki yang belum keluar, sedang Mamah Dian sarapanya di kamar dan sudah di antarkan.


Tidak lama Rizki pun keluar dari kamarnya, dan kakek menyuruhnya untuk sarapan bersama, Rizki lalu duduk dan semua sarapan bersama, di meja makan yang biasanya rame sekarang terlihat sepi, karena tidak ada yang berani bicara.


"Pah,, hari ini saya bersama Dea dan anak anak mau kerumah Dea yang lama, kita mau liburan di sana,, "selesai mereka sarapan dan masih kumpul, Hendra bicara.


"Oh gitu,, iya silakan, itu kan kampung istrimu dan ada rumahnya juga, di sana memang sangat cocok untuk kamu dan keluarga berlibur, jadi bersenang senanglah,, "Hendra mengangguk.


Lalu Hendra melihat ke Rizki,, semua pun langsung diam karena berjaga jaga takut Hendra akan marah.


"Kamu pulang ke kota,, Aku sudah tidak membutuhkanmu lagi "kata Hendra dengan tegas,Rizki hanya mengangguk mengerti.


"Masss,,, "kata Dea.


"Pah,, "kata Zara. Dea dan Zara berbicara bersama.


"Biarkan dia pulang, Mas sudah tidak membutuhkanya lagi,,"Zara pun menangis, saat mendengar Hendra sudah tidak membutuhkanya lagi.


"Ngga usah menangis, Papah ngga suka lihatnya,, "

__ADS_1


"Mas,, jangan seperti itu,, "Dea sedikit keras bicaranya.


"Hen,, sudah jangan emosi,, kasihan mereka,, "kakek berkata.


"Pah,, mereka bohongin Hendra, siapa yang ngga kesal coba,, kalau Papah di posisi Hendra, pasti Papah pun sama akan sangat kesal pada mereka,,"


"Kamu,, kamu itu saya suruh untuk menjaganya bukan untuk di pacarinya, kenapa kamu malah menusuk saya hah, apa Aku kurang baik padamu,, kamu tau kan saya ingin Zara kuliah dan menjadi wanita yang sukses, tapi kenapa kamu malah menjeratnya dengan memacarinya, kamu brengsek tau ngga hah,, saya merasa di tipu olehmu,, "sambil menarik kerah baju Rizki.


"Hen,, sudah Hen jangan seperti ini,, ini tidak baik,, "Ayah Doni berusaha menarik tangan Hendra dari baju Rizki.


"Mas,, sadar Mas,, jangan emosi,, "


"Biar kan saya meluapkan emosi saya padanya,, saya ingin menghajarnya sampai dia merasakan sakit, baru saya puas,, "


"Pah,, jangan Pah,, Zara mohon,, jangan sakiti Bang Rizki, kalau Papah mau marah, marahin saja Zara pah, Bang Rizki ngga salah,, Zara yang salah Pah,, Zara mohon,, "Zara menangis sambil memeluk kaki Hendra.


"Lepas,, Papah ingin memberinya pelajanan,, "Hendra menarik kakinya agar Zara melepasnya.


"Dea lalu memegang tangan Hendra agar tidak sampai memukul Rizki,, "


"Hen,, sifat kamu kenapa masih sama, selalu emosian,, kamu sudah makin tua, setidaknya berubahlah sedikit,,"kata Kakek.


"Tapi dia yang ngga bisa di percaya Pah,, dia berani menyukai Zara, padahal dia tau kalau Zara itu masih belum dewasa, sedang dia itu laki laki dewasa, mereka tidak pantas Pah,, "

__ADS_1


"Banyak kok yang menikah dengan perbedaan umur yang jauh,, sudah jangan seperti anak kecil,, lepaskan tanganmu itu, kamu ngga kasihan apa sama anakmu yang sudah menangis terus dari tadi, bahkan dari semalam,, "


"Udah ah Mas,, Dea cape, sandiwaranya sampai sini aja yah,, "Dea lalu duduk dan langsung minum. dan yang lain melihat ke Dea.


"Udah Za kamu bangun gih, Papahmu itu lagi sandiwara, lagi ngerjain kamu sama Rizki, udah sinih duduk jangan nangis gitu, malu sudah besar kok nangis,, "semuanya melihat ke Dea lalu ke Hendra.


"Sayang,, kamu ngapain sih,, kenapa kamu omongin kalau kita sedang sandi wara,, Mas belum pukul ni anak soalnya,, "kata Hendra sambil melepaskan tanganya di kerah baju Rizki, dan Zara pun lalu bangun.


"Jadi kalian berdua sekongkol ngerjain kita, "kata Doni melihat ke Dea dan Hendra bergantian. Dea mengangguk.


"Mas,,Mas yang jelaskan sama mereka yah, Dea mau siap siap dulu untuk nanti pergi,,"Dea lalu pergi, Kakek dan Doni yang berani menatap Hendra, sedang Rizki dan Zara masih diam menunggu penjelasan Hendra.


"Maaf Pah,, Maaf Kak,, Hendra bukanya sengaja ingin membuat keributan, cuman Hendra merasa kesal dan kecewa kepada Rizki, kenapa dia berani menyukai Zara, padahal Hendra itu selalu menyuruhnya untuk jagain Zara , kenapa dia pacarin,, jadi Hendra pengin ngerjain dia,, "kata Hendra.


"Lalu,, apa kamu merestui hubungan mereka,? "tanya kakek.


"Hendra ngikut Zara aja Pah,, kalau Zara memang bahagia, Hendra akan merestuinya,, "Kakek. mengangguk.


Zara tidak bisa membendung air matanya, Zara langsung menangis, Hendra yang melihatnya lalu tersenyum..


"Peluk Papah,, "sambil merentangkan tanganya, Zara langsung memeluk Hendra.


"Zara putri Papah,, Papah sayang sama Zara, apa pun yang Zara inginkan asal Zara bahagia akan Papah turuti, asal Zara juga harus turuti kemauan Papah, Zara harus jadi wanita yang sukses dalam berpendidikan dan karir nantinya, "sambil memeluk Zara dengan sayang.

__ADS_1


**Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...


Ayo dong yang punya koin,, siapa tau mau kasih ke aku,, karena Aku udah turutin keinginan kaka kaka semua buat Hendra restuin Zara.. Aku ngarep bangetttt..... 😊😊**


__ADS_2