MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Nasehat Ayah


__ADS_3

Sekitar pukul 2 pagi aku sampai di setasiun kotaku, aku keluar dari setasiun langsung mencari taxsi untuk mengantarkanku ke rumah sakit.


Setelah mendapatkan taxsi,aku langsung menuju rumah sakit tempat ayah di rawat, sekitar 30 menit ahirnya sampai juga, aku langsung turun dari taxsi lalu menjuju kamar rawat ayah, karena papah semalam sudah mengirim pesan nama ruanganya dan no kamarnya, jadi aku bertanya ke suster untuk menujukan letak kamarnya saja, setelah suster memberi arahan aku langsung menuju ke sana.


Krek,,,


Aku membuka pintu dengan sangat pelan, dan masuk dengan pelan agar tidak mengganggu tidurnya ayah dan papah.


Aku melihat papah yang tertidur di sofa, dengan memiringkan badanya, sepertinya papah tidak nyaman dengan posisi tidurnya.


Lalu Aku mendekat ke ayah yang sedeng tertidur, melihat kondisi ayah dengan kaki yang sepertinya agak parah, karena di lihat dari perban yang menutupi hampir semua kaki kirinya.sedang di kening juga ada luka yang di tutupi perban juga.


Air mataku tiba tiba keluar dengan sendirinya, melihat orang yang sangat aku sayang terbaring lemah tak berdaya. Ku usap air mataku agar tidak membuat mataku sembab, aku tidak mau ayah melihat ku habis menangis dan membuatnya sedih.


Aku duduk di bangku dekat ranjang, dan aku genggam tangan ayah lalu ku cium punggung tanganya. karena merasa mengantuk ahirnya aku tertidur dengan posisi duduk dan tangan yang masih menggenggam tangan ayah.


.

__ADS_1


.


.


Saat aku membuka mataku,aku ternyata sudah berada di sofa, lalu aku langsung bangun dan duduk. Aku langsung melihat ke arah ayah dan ternyata ayah sedang tersenyum melihatku.Aku langsung berlari mendekat ke ayah.


"Ayahhh,,,, "kataku sambil ku peluk ayah.


"Iya sayang,, Dind sampai jam berapa semalam, ?"sambil melepaskan pelukanya ayah bicara.


"Jam 2 malam yah, ayah udah mendingan kan, ?"kataku.tapi mataku sambil melihat sekeliling.


"Ng,,,ga ada kok yah,, "kataku agak gugup.


"Pamuji sedak keluar mencari makan untuk sarapan, "aku langsung menundukan mukaku.


"Apa Dinda serius dengan ke putusan ingin menikah muda? apa ngga akan menyesal ? pikirkan dengan baik dan yakin agar nantinya tidak ada penyesalan, "aku masih tetap diam mendengarkan perkataan ayah.

__ADS_1


"Ibu Dinda sudah menelfon ayah, dan memberi tau tentang keinginan Dinda dan hubungan Dinda dengan Pamuji, sebenarnya ayah ingin melihat Dinda menjadi dokter yang sukses dan menjadi anak yang bisa di banggakan,


tapi sepertinya cinta telah membutakan pikiran Dinda, Ayah sangat menyayangi Dinda. Dinda adalah anak ayah satu satunya.ayah juga tidak ingin memaksakan kehendak ayah, maka lakukanlah dengan ke inginan yang Dinda ingini, ayah akan selalu mendukung Dinda,walau berat menerima keputusan Dinda tapi ayah akan berusaha iklas dan menerima semua keputusan Dinda, asal Dinda selalu bahagia ayah pun ikut bahagia, "aku mendengarkan ayah bicara sampai air mataku tidak berhenti mengalir,entah ini air mata bahagia apa air mata kesedihan, rasanya hatiku nono nono.....


"Maaf kalau Dinda mengecewakan ayah,tapi Dinda hanya ingin menikah muda agar terhindar dari dosa, setelah menikah pun Dinda akan tetap menyelesaikan kuliah, Dinda janji pada ayah akan lulus kuliah dengan nilai terbaik dan menjadi orang yang bisa ayah banggakan, "kataku.


"Dinda ngga perlu janji apa apa pada ayah, cukup melihat Dinda bahagia ayah sudah cukup, "Kata ayah, dan aku langsung memeluk ayah.


.


.


.


Karena aku habis menangis dan juga belum mandi, aku pun langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan diri, tapi sebelumnya aku sudah izin dulu ke ayah untuk ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi, aku langsung keluar dan saat pintu sudah terbuka aku melihat papah yang sedang menata makanan.

__ADS_1


**Maaf kaka kaka semua, aku nulis hanya sedikit, 🙏🙏


Jangan lupa like, komen dan votenya ya kak, makasih**..


__ADS_2