
Dinda dan Agung sekarang sedang mengobrol di kamar sambil tiduran di atas kasur,luka luka Agung di bagian wajah ,kaki dan badan bekas goresan ranting saat di jatuhkan ke jurang, serta pukulan pukulan dari orang yang akan membunuhnya sudah hilang, tinggal luka tusukanya yang belum kering, di luarnya mungkin terlihat kering, tapi Dinda tau kalau luka yang dalamanya masih belum sembuh betul.Dinda sebagai Istri dan juga Dokter yang selalu memantau kesehatan Agung, dan Dinda juga yang menjaga pola makan Agung.
"Mas,, kamu besok periksa terahir ke rumah sakit,, "kata Dinda.
"Tapi Mas udah sembuh Yang,, apa harus cek kesehatan lagi,, "
"Harus,, Dinda ngga mau dengar penolakan,, "
"Iya iya,,sayangg,, Mas akan menurut. Yang Mas tadi dapat pesan dari polisi kita Semarang, 2 orang sudah tertangkap lagi,, "
"Sukurrr,,, trus berarti 3 orang sudah tertangkap dong Mas,,sekarang tinggal mencari dalang dari yang merencanakan pembunuhan Mas,, "Agung hanya mengangguk.
"Iya,, kata polisi kalau Bosnya mereka sudah tertangkap, kita harus langsung ke kota Semarang,, "
"Dinda sih siap banget Mas, Dinda ingin tau siapa sih yang ingin membunuh Mas,, "
"Iya,, Mas juga ingin tau, karena Mas rasa ngga punya musuh, tapi kenapa ada orang yang ingin membunuh Mas,, "
"Ya udah sekarang kita tidur yuk, udah malam. semoga besok ada kabar baik dari polisi kota Semarang,, "sambil Dinda mematikan lampu kamar.
"Yang,, kamu dah ngantuk, ?"
"Apa Mas butuh sesuatu,,?"Agung menggeleng.
"Ini udah jam 11 malam loh, udah waktunya Mas tidur,, "
"Tapi Mas pengin Yang,, udah mau 2 minggu lebih loh,, "
"Mas kamu tuh lagi sakit,, apa kuat,,? "
__ADS_1
"Mas udah sembuh kok,, pasti kuat dan kalau Mas lemas kan bisa gantian kerjanya,, mau ya Yang,, ininya Mas udah berdiri terus nih dari tadi,, "sambil memperlihatkan miliknya yang sudah berdiri tegak.
"Iihh,, Mas ngga perlu di gituin,,"
"Ya makanya jawab Iya dulu,, "
"Iya iya,,, tapi Mas yang kerja dulu yah,, "Agung mengangguk dan tersenyum.
Agung membuka bajunya sendiri, setelah polos Agung menarik baju tidur Dinda. Agung tersenyum saat melihat badan Dinda yang makin *****si dan berisi.
"Sayang,,, Mas makin tergila gila padamu,, sungguh,,,"sambil berbisik dan menciumi telinga Dinda.
"Dinda juga sangat mencintai Mas,, Dinda bisa gila kalau sampai Mas ninggalin Dinda kemarin,,, "sambil tangan Dinda mengusap punggung Agung.
Agung menciumi seluruh wajah Dinda tanpa ada yang terlewat, dan terus ciuman itu turun ke bawah, sampai di dada Agung memendamkan wajahnya di tengah tengah gundukan daging kenyal milik Dinda.
Dinda ******* ***** rambut Agung saat Agung memainkan dadanya, Dinda merasakan sensasi geli tapi nikmat.
Setelah puas memainkan dada Dinda, ciuman Agung turun lagi ke bawah, keperut dan terus ke bawah.sampai di inti milik Dinda, Agung langsung melahapnya dan Agung sangat rakus, sampai sampai Dinda seperti kejang dan kelojotan.
"Aaahhh,,,, Massss,,,,, uuuuhhhhh,,,, "
Tidak terlalu lama Dinda berteriak tertahan karena rupanya Dinda merasakan pelepasan pertamanyaa,,
"Aaa,,, aaaahhhh,,,, Masssssss,,,, "sambil kaki Dian menekan kepala Agung.
Agung walau sakit tetap diam, dan menunggu sampai Dinda selesai merasakan kenikmatanya.
Lalu Dinda terkapar lemas, sedang Agung sibuk membersihan milik Dinda. Agung tidak memberi waktu istirahat pada Dinda, Agung langsung memposisikan miliknya setelah selesai dengan yang di bawah.
__ADS_1
"Sayang Mas lakukan sekarang yah,, "Dinda hanya mengangguk lemah.
Lalu Agung menekan miliknya, berlahan terus mendorang dan ahirnya masuk ke dalam. Agung menggerakan pinggulnya, dan terus bergerak. dan baru 10 menit Agung merasakan akan pelepasan.
"Yangg,, Mas mau keluaarrr,,,, "sambil merem melek mata Agung.
"Mass,, tung ggu Dinda belum ma,,u keluar, kita bareng kaya biasanya Masss,,, "
"Mas udah ngga kuaatt,,, aaahhhgggggg,,,,, "Agung melakukan tembakan dini, Dinda matanya langsung melotot.
"Mas iiihhh,,,kenapa ngga bareng sih, nyebelin tau,, "saat Agung sudah jatuh di atas badan Dinda.
"Maaf sayang,,, Mas aja ngga tau kenapa keluarnya cepet banget gini,, "sambil menggulingkan badanya ke samping Dinda.
"Jangan marah yah,, nanti kita bisa melakukanya lagi,, hemmm,, "sambil mencium pipi Dinda. Dinda hanya mengangguk.
Dinda dan Agung lalu bersih bersih bersama, setelah itu memakai bajunya masing masing dan langsung naik ke atas kasur.
"Yang,, Mas udah makin tua, dan mungkin tenaga Mas makin ke sini juga sudah ngga sekuat dulu, maafin Mas yah kalau nanti Mas ngga bisa puasin kamu Yang,, "sambil memeluk Dinda. Agung kepikiran tentang tadi yang miliknya hanya bertahan sebentar, karena biasanya Agung bisa 20 sampai 25 menit, tapi ini belum 10 menit udah keluar.
"Kamu tuh ngomong apa sih Mas,, mungkin ini karena efek Mas habis sakit, tenaga yang belum kembali normal, atau karena Mas udah lama ngga melakukanya, jadi rasanya Mas ingin keluar cepat,,, udah jangan di fikirkan, kalau nanti kita melakukanya lagi Dinda punya caranya kok biar Mas tahan lama,, "
"Gimana caranya Yang,,? "
"Rahasia,, besok aja kalau kita melakukanya lagi,baru Dinda kasih tau,, "Agung mengangguk dan tersenyum, lalu Agung mencium kening Dinda.
Padahal di hati Dinda berkata, itu hanya untuk menyenangkan Mas Agung, biar dia tidak merasa berkecil hati. Dinda tidak punya caranya tapi nanti akan berusaha untuk membuat Agung tidak melakukan penembakan dini.
Lalu mereka pun tidur dengan saling berpelukan, sampai pagi pun datang. Dinda bangun duluan dari pada Agung, dan Dinda langsung melihat anak anaknya yang ada di kamarnya.
__ADS_1
Agung membuka matanya saat hpnya bunyi terus, dan saat di lihat ternyata no dari polisi kota semarang yang menelfonya. Agung langsung mengangkatnya.
Jangan lupa, like komen dan votenya, trimakasih...