
"Sil,,Apa kamu sakit ,,,?"tanya Akbar karena melihat Sila yang berkeringat.
"Perutku sakit,tapi ini sudah biasa kalau Aku sedang datang bulan,,"sambil menekan perutnya dengan tanganya.
"Sudah biasa,,kenapa kamu ngga minum obat kalau sudah biasa sakit gitu,,"
"Aku Minum obat,tapi nanti tetep sakit lagi kalau efek dari obatnya hilang,ssseetttt,"sambil kesakitan.
"Apa setiap datang bulan kamu kesakitan kaya gini,"Sila mengangguk.
Sila menyandarkan kepalanya di sandaran jok sambil menahan sakit,keringat juga banyak di keningnya.Lalu Akbar membiarkan Mira agar istirahat.
Akbar melihat Sila kesakitan merasa kasihan,tapi Akbar juga ngga bisa bantu apa apa,dan bingung takutnya mau bantu tapi salah nantinya.
Sampai di rumah Sila,Sila langsung turun dan berjalan cepat masuk ke rumah tanpa berterimakasih,karena Sila sudah sangat kesakitan.
Akbar juga ngga mempermasalahkanya karena tau Sila yang sedang tidak baik baik saja.
Setelah Sila masuk ke rumahnya, Akbar juga langsung pergi untuk pulang,Akbar melihat ke jok mobilnya yang terkena darah Sila,Akbar hanya menggelengkan kepalanya,karena baru kali ini Akbar melihat wanita yang datang bulan tapi darahnya sampai terlihat olehnya.
"Pak saya minta tolong cuciin jok mobil saya dong,yang depan di jok penumpang saja,soalnya jok itu doang yang kotor,"sampai di rumah Akbar meminta tolong ke pak Udin untuk menjucikan jok mobilnya.
"Iya Bang,,"
"Makasih ya Pak,ini buat bapa beli kopi,,"sambil memberi uangan 50 ribu ke pak udin.
"Ngga usah Bang,kopi sudah ada kok,,"
"Ngga papa Pak,terima saja yah,terserah buat beli apa sama bapa,,"Ahirnya pak udin mau menerima,dan Akbar langsung masuk ke dalam rumahnya.
Akbar menuju ruang makan,karena sudah jam 6 sore,dan Akbar sudah lapar.ternyata Mamah dan Papahnya juga audah ada.
"Sudah pulang Bang,,"
"Iya Mah udah,,Abang.laper Mah,,Abang mau makan sekalian,,"
"Iya udah ayo makan,,"Dinda langsung mengambilkan.makan buat Akbar.
"Gimana hari ini kuliahnya Bang,,?"tanya Agung.
"Lancar Pah,,ngga ada masalah,,"Agung mengangguk.
__ADS_1
"Eemm Mah ,Pah,,Abang mau tanya nih,emang perempuan kalau datang bulan itu sakit yah,,"Agung dan Dinda saling tatap karena aneh dengan pertanyan Akbar.
"Kenapa Abang tiba tiba nanyain kaya gituan,,?"kata Dinda.
"Itu tadi Sila katanya perutnya sakit,saat Abang tanya katanya lagi datang bulan,terus kaya kesakitan banget gitu Mah,,keringat di keningnya sampai banyak banget,,"sambil Akbar sibuk makan.
"Oh gitu,,,ya ngga semua wanita kalau datang bulan sakit sih Bang,,malah banyakan yang ngga sakit di banding yang sakit,setiap perempuan kan beda beda ada,,,"
"Mah,,jelasin ke Abangnya nanti saja,sekarang kita makan,karena mau jelasin tentang masalah itu,pasti lama,kita ngga makan makan nanti,,"kata Agung memutus penjelasan Dinda pada Akbar.
"Iya juga,,ya udah Abang kalau mau tau nanti kita ngobrol lagi,,"
"Ngga perlu Mah,,cuman Abang nanya aja tadi,tapi itu bisa sembuh kan,,"Agung geleng geleng kepala,katanya udah tapi tanya lagi.
"Bisa BaNg,Sila sembuh kalau dia nanti sudah menikah,,"
"Kok bisa,,,?"Agung melihat ke Dinda.
"Iya nanti Mamah jelaskan,sekarang kita lanjut makan dulu yuk,,"Abang mengangguk.
Lalu setelah selesai makan,Akbar serius ingin tau tentang sakit yang di rasa Sila,Dinda pun ahirnya menjelaskanya.
"Mah,,Papah ke kamar kembar dulu yah,"
Akbar mendengarkan penjelasan Dinda,dan Akbar juga banyak tanya tentang sakit itu,sekitar 20 menit ahirnya penjelasan Dinda sudah selesai.
"Udah tau kan Abang,sekarang Mamah mau ke kamar adek dulu yah,,"
"Iya Mah,,makasih ya Mah tentang ilmunya,"Dinda mengangguk dan menjawab Iya lalu sambil pergi.
Akbar.langsung ke kamarnya,dan.merebahkan badanya di kasur,lalu Akbar teringat wajah Sila yang ke sakitan.
"Pasti dia baik baik saja,kan sudah biasa sakit ,pasti bisa mengobatinya,,"
"Ngapain Aku kuatirin dia,,Aku dah gila kali yah,,aduuhhhhh otaku ini kenpa sihhh,,,"sambil menjambak rambutnya.
Akbar lalu masuk kamar mandi untuk mandi agar merasa segar badan dan otaknya.selesai Mandi Akbar memakai baju lalu duduk di bangku untuk belajar.
Tapi di otaknya terongat saat Sila kesakitan terus,Ahirnya Akbar mengambil hpnya dan menelfon Beni.
"Hallo Ben,,"
__ADS_1
"Iya hallo Bar,Ada apa tumbel kamu telfon,,?"
"Eemmm,,,ini Aku mau tanya tentang Kakamu,apa dia masih sakit,,?"
"Sakit,,kaka ku sakit,,kok kamu bisa tau kalau kakaku sakit Bar,,"
"I,,iya ini ,eh tadi sore Aku bertemu denganya ,dan dia terlihat sakit,,"Akbar sedikit gagap.
"Masa sih,,biar Aku lihat dulu,tadi sih Aku lihat dia ambil makan,dan katanya mau makan di kamar aja,,"kata Beni sambil berjalan menuju kamar kakanya.
Beni membuka pintu kamar kakanya ,dan Beni melihat kakanya yang sedang meringkuk kesakitan.
"Kaka,,kaka sakit,,?"sambil mendekatinya.
"Ngga papa,ini udah biasa kok,,kaka lagi dapet,"
"Oh kaka lagi datang bulan,,"Sila mengangguk.
"Di minum kak obatnya biar ngga sakit banget gitu,,"telfon masih terhubung,jadi Akbar dengar yang Beni bicarakan dengan sila.
"Obatnya Habis Del,,biar kaka tahan aja sampai besok ,,"
"Kok ngga bilang dari tadi kalau obatnya habis,kalau bilang kan Beni bisa beliin,,"
"Udah ngga papa,besok kaka bisa beli sendiri kok,udah sanah keluar,kaka mau istirahat,,"
"Tapi Kaka kesakitan gitu,,kening kaka sampai keringetan banyak banget,,"
"Biarin,,nanti kaka lap,udah sanah keluar,,"
"Biar Beni belikan obatnya sekarang ya Kak,pake motor kan cepet,,tunggu yah kak,,"Sila hanya dia dan Beni keluar dari kamar sila.
"Hallo Bar kamu masih di situ,,"
"Iya,,Ben biar Aku aja yang antar obatnya,Mamahku punya obat buat sakit perut seperti itu,ini mau hujan kalau kamu pergi pake motor takut kamu kehujanan,biar Aku yang antar ke situ yah,,"
"Tapi Bar,,Aku ngga enak ngerepotin kamu,,"
"Ngga usah merasa gitu,kita kan teman harus saling bantu,,kamu tunggu Aku datang yah,,"
"Iya baik lah Bar,,makasih yah,,"
__ADS_1
Telfon pun mati dan Abang langsung menuju kamar Adeknya untuk mencari Mamahnya.
Jangan lupa like,komen dan votenya,terimakasih...