MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Vivi Senang Punya Pacar Paket Kumplit


__ADS_3

Cup...


Akbar mengecup bibir Vivi sekilas,Akbar lalu tersenyum.


"Mau bantuin Aku mandi Apa mau tunggu aku di luar,,"sambil melepaskan pelukanya.


"Tu,,tunggu di luar aja,,"Vivi sedikit gugup.lalu Vivi berjalan keluar,Akbar tersenyum tipis melihat Vivi yang grogi.


Akbar lalu masuk ke batup,dan berendam,tangan kirinya dia angkat ke atas.Akbar mandi pakai celana pendek,yang di buka olehnya hanya bajunya saja,itupun Vivi yang membantunya.


Sedang Vivi menyiapkan baju Akbar yang akan di pakenya nanti.Vivi keluar mengambil sapu juga pel pelan,rupanya Vivi mau sekalian membersihkan kamar Akbar.


"Itu buat apa Vi,,?"tanya Mba Siti.


"Vivi mau beresin kamar Den Akbar Bi,"


"Oh gitu,,ya udah sanah lanjut,makasih yah,"Vivi mengangguk .


Vivi masuk ke kamar Akbar,pertama Vivi menyapunya,sambil mengelap meja dan yang lainya.setelah di sapu Vivi lanjut mengepel.


Ahirnya pekerjaan Vivi selesai juga,saat mau keluar dari kamar Akbar,Akbar juga keluar dari kamar mandi.


"Mau kemana,,?"tanya Akbar.


"Mau naro sapu sama pel pelan,"sambil melihatkanya.


"Oh,,ya udah taro dulu,nanti ke sini lagi,perbanku kena air dikit,"Vivi hanya menganguk.


Vivi mengembalikan sapu dan Pel pelan di tempatnya ,Setelah itu masuk kamar Akbar lagi,Vivi kira Akbar udah pake baju,ternyata Akbar lagi ke susahan pake celana pendeknya.


"Ma,,maaf,,Aku ngga tau kalau,,"sambil akan menutup pintu.


"Jangan keluar,bantu Aku pakai ,Aku kesusahan ini,,"


"Ngga mau,,iih apaan sih,,"


"Aku udah pakai dalaman,jangan takut,ini kamu ngga lihat Aku kesusahan,"Vivi merasa bingung,biasanya Akbar yang membantu pakai celana pendek selalu Dinda,tapi untuk dalamanya memang Akbar berusaha sendiri.


Vivi ahirnya masuk dan membantu Akbar,Akbar masih pakai handuk,jadi masih tertutupi.


Vivi membantunya sambil wajahnya di lihatkan ke arah lain,tanganya yang membantu memegangi celana.


"Udah belum,,?"tanya Vivi.

__ADS_1


"Iya udah nih,,,,dah,,"Vivi lalu melepaskan tanganya.


"Sekarang bantu Aku pakai baju,,"Vivi pun menurut,dengan pelan memasukan tangan Akbar yang sakit dulu,setelah itu baru yang tangan sehat di masukan.


Akbar sudah pakai baju dan celana,sekarang mereka berdua duduk di pingiran kasur,Vivi mau mengganti perban di tangan Akbar.


"Sudah kering kan Vi lumanya,"


"Iya,,tapi tetap ngga boleh banyakin gerak,karena di dalamnya takut masih basah,"


"Iya,,"Jawab Akbar sambil menatap wajah Vivi.


"Jangan di perban lagi bisa kan,kamu olesi salep aja,Aku sudah risih "


"Ya udah ngga usah di perban kalau gitu,"Vivi hanya memberi salep saja.


Vivi lalu membereskan bekas perban dan yang lainya,setelah Beres Vivi mau keluar.


"Udah selesai kan,,Saya pergi dulu yah,"Vivi lalu bangun dan berdiri.


"Entar aja, Aku masih ingin bersamamu,"sambil memeluk pinggang Vivi,dan kepala Akbar ada di perut Vivi,Vivi yang kaget dengan kelakuan Akbar hanya diam.dan dalam dadanya ada rasa aneh,seperti rasa nyaman.


"Mas,,takut ada yang masuk,jangan gini,"kata Vivi pelan.


"Rambutnya di sisir dulu yah,"Akbar lalu mendongakan wajahnya.


"Boleh,,"Vivi mengambil sisir setelah Akbar melepaskan pelukanya.


Setelah sisir ada di tangan Vivi ,Vivi mendekat lagi ke Akbar,lagi lagi Akbar memeluk pinggang Vivi tapi ada jarak.


Vivi menyisir rambut Akbar,dan setelah selesai Akbar mendongakan wajahnya lagi.


"Rambutku udah panjang yah,,"


"Iya,,tapi bagus kok,Mas pantes rambut kaya gini juga,"


"Masa sih,jadi Aku tambah ganteng dong,,"Vivi hanya tersenyum.


Tangan Vivi lalu dengan berani mengisap pipi Akbar,tangan Akbar lalu di tempelkan ke tangan Vivi yang ada di pipinya.


"Wajahku jelek yah,ada bekas lukanya,"bekas luka yang terkena serpihan kaca,untungnya ada di kening atas alis.


"Ngga,,kok,ini bekasnya nanti juga hilang,ngga akan ngurangin gantengnya Mas,,"Akbar tersenyum lebar.

__ADS_1


"Ahirnya kamu mengakuinya kalau Aku ini ganteng,,"Vivi langsung tersenyum tipis dan merasa malu.


"Saya wanita paling beruntung loh Mas,Mas yang orang Kaya,berpendidikan,dan ganteng suka dengan saya yang wanita kampung ini,"


"Yang kaya itu orang tuaku,Aku ngga punya apa apa,"


"Tapi Saya tau saldo ahir milik Mas,,"Akbar merasa heran.


"Kok bisa tau ,dari mana kamu tau,?"


"Ibu pernah menyuruh saya untuk mengkopi salinan rekening koran milik Mas,"


"Serius,,?kapan,,?"


"Sebelum Mas kecelakaan,,"


"Buat Apa Mamah melakukan itu,?"


"Saya mana tau,saya cuman di suruh,"


"Seneng ngga punya pacar kaya dan ganteng gini,?"sambil menarik Vivi agar duduk di pangkuanya,Vivi yang merasa ngga enak langsung bangun.


"Udah diam,tetaplah duduk dan jawab pertanyaanku,"Ahirnya Vivi pun tetap duduk di pangkuan Akbar.


"Jawab,,"sambil mengambil kedua tangan Vivi agar memeluk lehernya.


"Seneng lah,siapa yang ngga seneng coba,punya pacar yang sudah paket komplit gini,tapi awas aja kalau berani selingkuh,Saya akan suntik mati perempuan yang berani mengambil Mas dariku,"Akbar tertawa kencang saat Vivi bicara seperti itu.karena Vivi rupanya berani posesif juga.


"Iihh apa sih,kok malah tertawa,"Akbar berhenti tertawa.


"Tenang aja,Aku ngga bakalan selingkuh,ciumm,,,"sambil memonyongkan bibirnya.


Tangan Akbar memegang tengkuk belakang leher Vivi dan mendorongnya dengan pelan,saat bibir mereka menempel.


Tokk,,,tokk,,


"Abanggg,,,,,,!"


Jangan lupa like komen dan votenya,trimakasih...


***Cerita akbar dan Vivi nanti akan aku pindah saat Akbar akan berangkat ke amerika.


Juga cerita Si kembar,Fariya dan Faiza mereka juga akan aku buat cerita sendiri,cerita mereka akan merebutkan satu.laki.laki,trimakasih***...

__ADS_1


__ADS_2