
Setelah sarapan Aku dan Papah bersiap siap akan pergi ke Rumah Ibu. Tapi Papah hanya akan mengantarku sampai Rumah Ibu saja, Papah tidak ikut masuk karena Papah akan langsung pergi untuk melihat pembangunan Rumah yang akan Kita tempati. Mungkin itu hanya alasan tapi memang Papah akan kesana untuk melihat sudah berapa persen pembangunan Rumah yang akan kita tempati nanti.
Setelah semua beres dan rapi kita langsung berangkat.Sekarang Kita sudah di dalam Mobil Papah, Mobil Papah sudah tiba tadi pagi jadi sekarang kita sudah bisa pakai.
"Adek,, nanti kalau sudah mau pulang kabarin Mas,karena habis dari rumah Ibu Adek,kita akan pergi untuk memilih barang barang untuk mengisi rumah kita, "kata Papah sambil menyetir Mobil.
"Iyaa,,, nanti Dinda ngga akan lama kok,tapi nanti barang barang milik Dinda yang di Rumah Ibu gimana ya Mas, ?"tanyaku.
"Adek bawa seperlunya aja, sisanya Adek bisa taro kardus, nanti setelah Rumah kita sudah siap untuk Kita tinggali baru barang barang Adek bisa kita ambil dan kita bawa kerumah kita, "jawab Papah dan Aku pun menganggukan kepalaku tanda mengerti.
Sekarang Kita sudah sampai di depan Rumah Ibu, Mobil Papah pun berhenti.
"Mas hati hati di jalan,kalau sudah sampai kabarin Dinda yah, "kataku.
"Iya sayang, " jawab Papah. Saat Aku akan turun dari Mobil Papah,Papah memanggilku lagi, "Adekk,, ada yang lupa nih, "kata Papah sambil menujukan pipi.
Aku langsung tersenyum, dan mendekat ke Papah, ku cium pipi kanan dan kiri Papah,tak lupa ku kecup bibir yang selalu membuatku melayang kalau sedang men*cumbuku.
"Cupp Cupp,,, "Saat akan Aku mundurkan kepalaku, Papah menahanya dengan tangan Papah yang memegang belakang leherku dan Papah langsung melu*mat bibirku.
Aku juga membalas ciuman Papah dan kita saling menikmatinya, setelah Aku merasakan nafasku yang hampir habis, Aku dorong dada Papah.
"Mass,,, udahhh,, "kataku dengan nafas yang belum teratur, sedang Papah tersenyum dan mengusap bibirku yang basah.
"Ya udah,, Adek bisa turun sekarang, salam buat Ibu mu yah bilang Mas ngga bisa ikut masuk soalnya mau lihat Rumah, "
"Iya,,, "
Lalu Aku turun dan menuju pintu gerbang Rumah Ibu.
"Pak Udin, buka pintu dong, "kataku yang melihat Pak Udin ada di dalam pos.
"Eh Non Dinda, iya Non tunggu bentar,"kata Pak Udin yang langsung berjalan menuju pintu gerbang.
"Makasih ya Pak, "kataku setelah masuk.
"Iya Non,"
Aku langsung berjalan menuju pintu Rumah Ibu, setelah sampai Aku langsung membuka pintunya dan masuk ke dalam Rumah.
"Pagi Bu,, " kataku saat melihat Ibu di belakang rumah sedang sibuk dengan Bunga juga Tanamanya.
"Pagi sayang,, Dinda sendiri apa ke sininya ,?"tanya Ibu.
"Iya Bu,, tadi Mas Agung hanya mengantarkan Dinda saja, soalnya Mas Agung mau lihat Rumah baru Kita,dan Mas Agung nitip salam sama Ibu katanya maaf ngga bisa mampir, "kataku yang sambil duduk di bangku yang ada di taman.
"Oh gitu,, ya udah salamnya Ibu trima, "jawab Ibu sambil duduk di sebelahku.
__ADS_1
"Kata Ibu ada yang mau di bicarakan sama Dinda, ada apa ya Bu,? "
"Sayang,,, Ibu mau minta izin untuk rujuk dengan Ayah, apa Dinda setuju, "Aku langsung diam karena merasa kaget mendengarnya, dan setelah Ibu mengusap tanganku baru aku tersadar.
"Apa Dinda tidak setuju dengan keputusan Ibu dan Ayah yang akan rujuk, "Aku langsung menggeleng dan tiba tiba air mataku mengalir.
"Dinda sangat setuju dan sangat bahagia mendengarkan kabar ini Bu, hikk hikk,,,,,"jawabku dan langsung Aku memeluk Ibu sambil menangis.
"Trimakasih Sayang, "kata Ibu sambil mengusap rambutku.
Setelah kita melepaskan pelukan, Ibu bercerita tentang bagai mana Ayah yang selalu berusaha membujuk Ibu untuk mengajaknya rujuk , dan sampai dengan Ibu yang luluh dengan perjuangan Ayah yang tak pernah menyerah membujuknya.
"Trus kapan Ibu akan rujuk dengan Ayah,juga nanti Ibu dan Ayah akan tinggal di mana, "Ibu tersenyum mendengarkan pertanyaan dariku.
"Kalau itu Ibu dan Ayah belum membicarakanya, karena Ibu menunggu persetujuan dari Dinda dulu,"
"Oh gitu,,, "
Karena waktu makin siang Aku izin pada Ibu untuk ke kamar, karena akan membereskan barang barangku, dan Ibu juga akan menelfon Ayah untuk memberikan jawaban pada Ayah tentang Ibu yang mau di ajak rujuk.
.
.
.
📲...
"Hallo Mas,,,, "
"Hallo Da,, tumben telfon duluan, apa tidak sedang sibuk, "
"Oh,,, jadi ngga mau di telfon, ya udah Aku matikan aja, "
"JANGAN,! Maaf kalau terlalu kencang, jangan di matikan Aku kaget aja kamu yang telfon duluan, Aku sebenarnya sangat senang, tadinya Aku ingin menelfonmu tapi takut ganggu kamu, takutnya sedang sibuk, "
"Trus gimana jawaban tentang ajakan ku untuk rujuk, ini sudah dua hari loh Da, "kata Ayah lagi.
"Hemm,, Aku MAU, "
"Alhamdhulilah,,, ya alloh, besok Aku akan ke kota untuk membicarakan tentang kita, "
"Tapi,,,, nanti mau tinggal di mana Mas, "
"Tenang aja kan ada Hotel, dan bisa juga Aku tinggal di apartemen Pamuji, "
"Iya udah kalau begitu.Udah dulu yah Mas, Aku matikan telfonya, "
__ADS_1
"Iya ,,Love you, "
.
.
.
KEMBALI KE DINDA
Setelah Aku merapikan barang barangku, aku menelfon Papah untuk menjemputku, Aku hanya membawa satu koper sedang, sedangkan barang yang lainya baru Aku tumpuk di meja, karena tidak ada kardus di Rumah Ibu, Aku akan meminta bantuan mba Iis untuk merapikanya setelah ada kardus.
Aku turun ke bawah sambil menarik koper, dan Ibu sedang ada di ruang tamu, sepertinya habis selesai menelfon.
"Udah selesai sayang, "tanya Ibu pada ku.
"Udah Bu, Dinda hanya bawa yang ini dulu, nanti barang yang lainya Dinda ambil kalau mau pindah ke rumah baru aja, "kataku.
"Oh gitu,, Dinda makan siang dulu kan di rumah,? "Aku jadi ngga enak kalau nolak tapi Papah sekarang sedang di jalan menuju ke sini, jadi bingung ini.
"Hemmm,,, Maaf ya Bu Dinda ngga bisa, Mas Agung sedang menuju kesini, soalnya kita mau pergi untuk membeli prabot buat isi rumah, "jawabku.
"Ya udah ngga papa, lain kali kan bisa, "jawab Ibu .
Tinnn Tinnn...
Suara klakson mobil Papah pun terdengar.
"Bu itu Mas Agung sudah datang, Dinda pulang dulu yah, "Kataku sambil ku cium pipi Ibu dan mencium tanganya.
"Iya Sayang, hati hati yah, "Aku pun mengangguk dan langsung menyeret koper.
Papah turun dari Mobil dan membatu memasukan koper ke dalam Mobil, lalu setelah itu kita pun masuk Mobil dan pergi dari Rumah Ibu.
"Mas,, :
"Dekkk,, "
Kita memanggil bersama.
"Adek dulu aja mau ngomong apa, "kata Papah aku pun tersenyum.
"Ayah dan Ibu katanya mau rujuk, "
Cciiittttt......
Aduhhh,,, itu Papah ngerem mobil ko ngedadak, benjol ngga tuh yah jidatnya Dinda.
__ADS_1
Aku ngga bosen bosen minta kaka kaka semua untuk like, komen dan votenya ya, Makasih juga untuk kaka kaka semua yang masih suka dengan ceritaku, kaka kaka semuanya yang slalu bikin aku semangat untuk nulis,