
Setelelah Hendra istirahat sekitar satu jam setengah, sekarang Hendra di temani Dea duduk di kursinya dan mulai bekerja kembali. dan ruangan Hendra sangat gelap karena kaca semuanya di tutup oleh korden. Ya itu semua ke inginan Dea karena ngga mau ada cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan Hendra.
"Yang,, mulut Mas rasanya kok ngga enak gini sih,, "Sambil mengambil minum di gelas lalu meminumnya.
"Ngga enak gimana sih Mas,, Dea ngga ngerti,, ?"
"Mulut Mas tuh pahit, tapi penginya buang ludah,makan apa ya Yang biar ngga gini,,? "
"Oh gitu,,mau permen ngga, siapa tau bisa ngurangin rasa ngga enak di mulut,, "
"Boleh deh,, Mas mau coba,, "
Lalu Dea mengambil permen di dalam tasnya, setelah ketemu Dea memberikan pada Hendra.
"Lumayan juga sih Yang,, nanti kita pulang mampir mini market ya Yang, Mas mau nyetok permen,, "
"Iya nanti kalau kita pulang mampir beli,, "
Hendra sampai habis makan permen 5 tapi tidak mengurangi rasa ngga enak di mulutnya. Sampai Hendra merasa pusing sendiri.
"Hokkk,,, Hokkkk,, "Hendra lari ke dalam kamar mandi dan muntah muntah lagi, Dea pun membantunya memijit leher belakangnya.
"Yang,,, Mas ngga kuat, Mas lemas,, "sambil duduk di closet,sedang Dea mengelap bibir Hendra yang basah dan keringat yang ada di kening Hendra.
"Kita ke Dokter aja yu Mas,, "kata Dea membujuk.
"Ngga,, Mas hanya butuh istirahat, kita pulang aja yah, "
"Ya udah, Ayo kita pulang, Dea panggilin Rizki dulu yah Mas, biar dia bisa bantu Mas jalan ke bawah,, "
"Ngga usah,, Mas bisa jalan kok,, "
"Badan Mas tuh lemas, wajah Mas aja dah pucet gitu, udah Mas ngga usah protes,, "lalu Dea membantu Hendra kembali ke ruangan dan duduk di sofa.
Setelah itu Dea menelfon Rizki untuk datang ke ruanganya Hendra.
__ADS_1
"Ki tolong bantu papahin Mas Hendra ke mobil yah, kita mau pulang. Mas Hendra sakitnya makin parah soalnya,,"Rizki pun mengangguk dan jawab Iya.
"Mari Pak Saya bantu,, "
"Saya bisa kok Ki,, "jawab Hendra sambil bangun dari duduknya.
"Yang Mas pengin jalanya dekat kamu,, biar Rizki belakang kita aja,, "sambil Hendra memegang tangan Dea.
Lalu mereka bertiga pun menuju mobil setelah keluar dari lif.
Rizki yang menyetir, sedang Hendra dan Dea ada di kursi belakang, Hendra menyandarkan kepalanya di pundak Dea sambil merangkulnya.
"Setop Ki,, "Hendra langsung menyuruh Rizki berhenti mendadak saat melihat penjual rujak buah.
"Aduh,,,, pelan dong Ki,, "kata Hendra yang terdorong ke depan bersama Dea.
"Ada yang sakit ngga Yang,,? "tanya Hendra saat melihat Dea yang mengusap keningnya karena terbentur bangku depan.
"Ngga papa ,, Dea ngga ada yang sakit kok,, Mas ngapain sih suruh Rizki berhenti mendadak gitu,, "
"Apa,, yang mana Mas,,? di situ banyak yang jualan soalnya,, "
"Itu Mas pengin rujak buah,, "jawab Hendra.
"Oh,, rujak buah,, "Kata Dea.
"Ki,, tolong kamu belikan yah,, "Rizki hanya mengangguk, lalu Rizki pun keluar dari mobil.
"Aduhhh,, si Bos lagi aneh banget sihh,,sakitnya ngga wajar ini mah, jadi bikin pusing kepala aja,, "sambil menuju tukang rujak Rizki berkata dalam hati.
Rizki pun memesan dua bungkus, dari pada nanti di suruh balik,mending beli dua bungkus langsung, itu yang ada dalam fikiran Rizki.
Setelah Rizki mendapatkan dua bungkus rujak buah, Rizki langsung ke mobil, dan menyerahkan rujak ke pada Dea.
"Yang,, sinih Mas mau langsung makan,, "sambil mengambil satu bungkus rujak.
__ADS_1
"Sabar dulu Mas,, Dea mau bukain dulu sama tuangin sambelnya,, "jawab Dea dan Hendra pun menurut, setelah selesai memberi sambel Hendra makan rujak buah dengan lahapnya.
"Pelan Mas makanya, Dea ngga minta kok,, "
"Ini enak Yang,, rasanya segar di mulut Mas,, kamu coba deh Yang,, aaa"sambil menyuali satu potong buah ke mulut Dea.
Mobil pun berjalan menuju rumah, dan yang duduk di bangku belakang sibuk makan rujak, beda dengan yang di depan, hanya bisa melihatnya saja.
Saat sampai rumah Hendra langsung turun dengan pelan dan di bantu Rizki, sedang Dea langsung lari karena panas matahari sedang anas panasnya.
"Kamu tuh gimana sih Yang, suami lagi sakit malah di tinggalin, "kata Hendra saat sudah di dalam rumah.
"Kan tadi Dea udah bilang, mau lari dukuan Mas sama Rizki,, udah ayu ke kamar,, Ki makasih yah sudah antar kita pulang,, "kata Dea sambil merangkul tangan Hendra.
"Iya Mba sama sama,, "jawab Rizki.
"Loh Hendra kenapa De,,? "tanya Mamah.
"Mas Hendra sakit Mah,, "
"Sakit,, panggil dokter dong De,, "
"Mas Hendranya ngga mau Mah, katanya pengin istirahat aja,, ya udah ya Mah Dea tinggal dulu,, "lalu Deapun membawa Hendra ke kamar.
"Ki,, itu Hendra kenapa sih,,? "
"Pak Hendra muntah muntah Bu tadi di kantor"
"Oh gitu,, aduh kok sakitnya jadi aneh gitu sih,, "kata Mamah.
"Iya Bu aneh, tadi aja di jalan Bapa minta beliin rujak buah, dan saat memakanya Bapa sangat lahap dan ngga merasa mual lagi, katanya seger, padahal rujaknya saya lihat asam ,karena ada mangga mudanya,, "
"Ki,, jangan jangan Dea hamil,,, "
Jangan lupa like, komen dan votenya makasihh..
__ADS_1