MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Calon Mertua dan Mantu


__ADS_3

Pagi harinya Rizki yang tidur dengan tenang dan nyenyak, merasa segar. Beda dengan Hendra yang ahirnya jadi kurang tidur.


"Pagi Bos,,apa kita jadi entar sore balik ke kotanya,,?"tanya Rizki mendekati Hendra yang sedang duduk di teras rumah sambil menikmati secangkir kopi.


"Jadi,,, "Hendra menjawab sambil menguap. Rizki dalam hatinya tersenyum karena sepertinya semalam misi mengerjai Hendra berhasil.


"Ya Bos,, saya akan cuci mobilnya dulu sebelum pulang nanti sore,, "Rizki lalu akan pergi ke arah dapur.


"Mau ke mana kamu Ki,,? "


"Mau ke dapur, saya pengin bikin kopi,? "


"Sekarang kamu cuci aja mobilnya dulu, biar nanti saya suruh Zara yang buatkan kopi buatmu,, "


"Oh gitu ya,, baiklah Bos saya cuci mobilnya,"lalu Rizki pun pergi dan bersiap untuk cuci mobil.


"Hemmm,, sekarang Aku mau lihat, alat itu semalam bekerja atau ngga, kenapa Aku curiga kalau yang semalam itu Rizki yang ngerjain Aku balik yah, "Hendra lalu masuk ke rumah Doni, dan mencari alat perekam, dan saat laci di buka ,alat itu sudah tidak ada.


"Sepertinya Rizki semalam memindahkanya, dan dia tau yang berbunyi itu hanya rekaman,trus dimana alat rekaman itu yah,, "Mata Hendra melihat kesana kemari, dan mata Hendra melihat kain putih serta alat rekamanya.


"Ini dia,, bener nih semalam Rizki rupanya ngerjain balik, awas kamu ya Ki,, berani beraninya kamu sama Aku,, "Hendra lalu keluar dari rumah Doni.


Hendra lalu menuju dapur, dan Hendra ingin membuatkan kopi untuk Rizki. Hendra rupanya ingin mengerjai Rizki lagi, Hendra membuat kopi tapi bukan dengan gula tapi dengan garem, sambil mengaduk aduk Hendra tersenyum tipis.


"Za,,, sayang,,, "Hendra memanggil Zara.


"Iya Pah,, "Zada pun mendekati Hendra.


"Rizki sedang cuci mobil,ini antarkan kopi buatnya, biar dia lebih seger,,dan ini biskuitnya juga bawa, "


"Iya Pah,, "Zara lalu membawa kopi dan biskuitnya ke Rizki.


"Bang,,, ini kopinya di minum dulu,, mumpung hangat,, "


"Iya sayang makasih, taro situ dulu nanti Abang minum,, "Zara lalu akan pergi tapi Rizki melarangnya.


"Mau ke,,? "


"Masuk,, "


"Jangan, sini aja buat temen Abang,, "


"Tapi takut Papah lihat,, "


"Kalau Papahmu memanggil baru kamu pergi, "Zara lalu duduk kembali.


Dari dalam Hendra melihat mereka dari kaca, dan Rizki pun duduk untuk minum.

__ADS_1


"Wah sepertinya enak nih kopi buatan pacar,, "Zara tersenyum. saat Zara mau bilang itu kopi bukan buatanya Rizki langsung memotong ucapanya.


"Biar Abang nikmatin dulu kopinya yah,"Ahirnya Zara hanya diam.


Rizki meniupnya pelan dan saat sudah tidak panas, Rizki meminumnya dengan sekali sruputan tapi dapat banyak.


Byurrr,,, hukk... hukkk...


"Abangggggg,,,,,, "teriak Zara karena Rizki menyemprotkan kopi dari mulutnya ke baju Zara. sedang Rizki masih terbatuk batuk.


"Abang ngapain sih kok kopinya di mutahkan ke Zara,, panas tau,, "sambil membersihkan kopi di bajunya.


"Maaf,, Maaf,, Abang tidak semgaja,, lagian kenapa kamu bikin kopi kok Asin sih,, "Rizki terus meludah karena rasa asin dan kopi benar benar membuat mulutnya tidak enak.


"Masa sih,, mana Zara tau,, "


Hendra di dalam rumah tertawa puas melihat Rizki dan Zara berantem.


"Sukurin lo,, berani beraninya sih ngerjain Aku, "dalam hati Hendra sambil terus tertawa.


"Coba aja kamu cicipin,, rasanya asin banget, "


"Ngga mau,,, Zara mau masuk mau ganti baju"


Zara pun pergi, sedang Rizki langsung memakan biskuit agar rasa di lidahnya tidak merasa aneh lagi.


Sampai sore waktunya pulang ke kota , Zara masih cuekin Rizki, dan semuanya pun sudah siap untuk berangkat, tapi sebelum pulang ke kota mereka berpamitan pada Kakek, Mamah Dian dan Ayah Doni dulu.


Sekitar satu jam di rumah Kakek Rizki dan yang lainya melanjutkan perjalanan menuju kota.


Dea yang merasa aneh melihat tingkah Zara dan Rizki karena dari tadi siang ngga tegur sapa, lalu menanyaknya.


"Za,, Bunda lihat kamu dari siang banyak diam, kenapa? lagi berantem yah sama Rizki, karena Bunda juga melihat Rizki dari tadi diem terus,, "Zara tidak berani menjawab.


"Iya Bu, Zara lagi marah sama saya, gara gara saya muntahin kopi ke bajunya, "Hendra yang mendengarnya tersenyum tipis.


"Loh kenapa kamu muntahin kopi di baju Zara Ki,, ?"


"Soalnya kopinya asin Bu,, "


"Oh,, gitu. siapa yang buatin itu kopinya,?"


"Zara,, "Kata Rizki.


"Bukan Zara yang bikin kok,, "Ahirnya Zara bersuara dengan sewotnya.


"Trus siapa yang bikin, orang tadi kamu yang kasih ke Abang kan,, "

__ADS_1


"Zara tadi di suruh Papah,suruh bawain kopinya ke Abang,, dan kopinya udah jadi Zara tinggal bawa,, "Dea juga Rizki langsung melihat Hendra.


"Kenapa kalian lihatin Saya seperti itu, "karena Zara pun langsung sadar dan melihat ke arah Papahnya.


"Mas jadi kamu yang ngerjain Rizki dengan kopi Asin, iya,,? "Dea langsung mencecer Hendra.


"Iya,, "


"Kamu ngapain sih Mas,, iseng banget jadi orang,, zara dan Rizki kan jadi berantem gara gara kamu,, "


"Lagian Rizki juga ngerjain kita semalam, makanya Mas kerjain balik,, "


"Rizki ngerjain kuta apa emangnya,,? "


"Dia yang ngerjain kita dengan suara orang ketawa, dan kain putih di depan jendela tau ngga,, "Dea langsung kaget.


"Bener Ki kamu yang ngerjain kita semalam,, "Rizki merasa tidak enak dan ahirnya mengangguk.


"Kamu gila ya Ki,, kita bertiga itu ketakutan loh, kalau kita ada yang terkena serangan jantung gimana,, kamu bisa di penjara, Mau,,, "


"Abang ngapain sih kaya ngga ada kerjaan aja, semalam Zara tuh tidur dikamar Papah sama Bunda tau Bang, Zara pun ketakutan,, "


"Maaf,, bukanya saya sengaja tapi saya hanya balikin rekaman suara orang ketawa kepada pemiliknya,, "


"Maksudnya,,? "Dea dan Zara barengan.


"Rekaman suara itu milik Pak Hendra, dan sepertinya niatan Bapa ngerjain saya, tapi saya ngga takut, dan saya anterin lah rekaman suara itu ke pemiliknya,, "


"Kamu kok nududuh saya pemiliknya Ki, saya mana punya barang kaya gituan,, "


"Saya ada buktinya kok, inih,, "Rizki mempeelihatkan rekaman video di hpnya saat Hendra masuk ke rumah Doni untuk mencari alat rekamanya.


"Mas kamu tuh bener bener deh, kenapa sih kamu sama Rizki kok jadi ribut terus, awas nanti kalian kalau sampai kota masih ribut terus, Kerjaan ngga bakal bener nantinya, "


"Ngga lah Yang, masalah kerjaan mah, harus profesional dong,, "


"Kalian ngga boleh kaya gini lagi,harus akur. kalian itu kan calon mertua dan mantu, ngga lucu kalau kalian selalu ribut,, "Rizki tersenum, kalau Hendra mengerutkan alisnya dan seperti menujukan kurang suka dengan perkataan Dea.


"Belum tentu kan mereka menikah, "


"Msass,!!!


"Papahhhh,,!!


"Pak,,,!


Semuanya kompak menyerang Hendra.

__ADS_1


Jangan lupa, like komen dan votenya, trmakasih...


__ADS_2