MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Bibir Zara Bengkak


__ADS_3

"Bang jangan seperti ini,, nanti ada yang melihatnya,,"kata Zara saat Rizki menariknya untuk duduk di pangkuanya.


"Tenang aja ngga akan ada yang melihat, Papahmu akan lama di luar,, "


"Tapi jangan gini ah,, ngga enak,, "sambil akan bangun.


"Ngga usah bangun,, ngga enak kenapa emangnya kalau duduk di pangkuan Abang,, "sambil menahan Zara untuk tidak bangun.


"Kaya ada benda keras gitu di bawah situ,, "sambil menujuk ke bawah yang diduduki Zara.


Rizki tersenyum saat Zara menujuk ke bawah.


"Bukanya enak,, ?"Zara langsung melotot. Rizki justru tertawa.


"Tetap gini, bentar aja ,"Zara pun menurut.


Zara lalu mengusap wajah Rizki dengan sayang.


"Besok kalau Zara kuliah di luar negri Abang main ke sana yah,tengokin Zara,, "


"Iya sayang,, Abang kalau ada libur kerja akan ke sana,, "sambil mengusap rambut Zara.


"Jadi beli buku ngga,,? "


"Entar aja,, Zara masih ingin di sini,, "


"Udah makan,,? "Zara mengangguk.


"Abang udah makan,,? "Rizki menggeleng.


"Ya udah pesan makanan gih,, "Zara lalu akan bangun dari duduknya.tapi Rizki menahanya.


"Abang tapi mau makan ini aja,, "Sambil ke bibir Zara.


"Ngga usah macam macam deh,, "sambil menyingkirkan jari Rizki yang ada di bibirnya.


"Habisnya enak,, manis lagi, "


"Iihh,, biasa deh, emang bibir Zara permen apa, "Rizki pun tersenyum.

__ADS_1


"Yang,, kenapa sih roknya pendek gini, ngga ada yang lebih panjangan dikit apa,,? "sambil menarik rok Zara ke bawah.


"Ngga ada,, lagian Zara juga tinggal 2 minggu lagi ini sekolahnya,, jadi buat apa kalau mau beli yang panjangan,, "


"Tapi Abang ngga suka kalau Kamu pakai rok kaya gini,,kaki kamu jadi kelihatan banget,, "


"Iihh,, tanganya ngga usah gitu, geli tau,, "kata Zara karena tangan Rizki mengusap usap pah*anya.


"Lagian sih kamu Yang,, bikin Abang jadi tegang tau ngga, "


"Tegang apanya,,? "


"Nih bawah bok*ong kamu,udah tegang dan udah keras banget,, kamu mau kenalan ngga Yang,, "Zara lansung turun dari pangkuan Rizki saat Rizki bilang mau kenalan ngga.


"Zara pergi dulu ,Abang makin lama makin seram,, "Sambil akan keluar.


Tapi Rizki langsung menarik tanganya, dan Zara pun langsung berbalik dan menabrak dada Rizki.


"Tunggu dulu,, hanya 5 menit ,,"sambil tangan Rizki memeluk pinggang Zara. Zara lalu tersenyum dan mengalungkan tanganya di leher Rizki.


"Zara harus ke toko buku, dan juga harus belajar biar lulus, jadi Zara ngga bisa lama lama di sini,, "


Rizki lalu memegang dagu Zara, dan mulai mencium Zara dengan lembut. Zara pun membalasnya ciuman Rizki. mereka saling melu*mat.


Karena posisinya yang susah, Rizki lalu menggendong Zara untuk di bawanya ke sofa. Zara lalu di letakan di atas sofa, mereka posisi duduk, dengan kepala Zara yang menyadar ke belakang.


Ciuman pun di lanjut. ciuman Rizki makin menuntut,semakin rakus, Zara sampai kualahan.


Rizki yang tau Zara sudah kehabisan nafas, lalu melepaskan ciumanya, sambil tersenyum Rizki mengusap bibir Zara yang basah karena ulahnya.


"Maaf,,,, "kata Rizki saat Zara langsung menarik nafas. setelah itu Rizki langsung memeluknya.dan mencium keningnya.


"Zara pergi dulu ya Bang,,, "bangun dari duduknya lalu merapikan rok serta bajunya.


"Hemm,, iya, Mau Abang antar sampai bawah ngga,,? "


"Ngga usah,, biarin Zara sendiri aja, Abang kan banyak kerjaan,, "


Rizki lalu mengantar Zara sampai pintu, saat pintu akan di buka, Rizki memeluk Zara lagi Zara pun ikut membalasnya.

__ADS_1


"Kaya anak kecil aja sih Bang,aleman gini,, "sambil melepas pelukanya.


"Udah yah,, Zara mau pergi dulu,,, "lalu Zara berjinjit dan mengecup bibir Rizki sekilas.


Setelah itu mereka saling senyum dan Zara pun keluar. Rizki langsung duduk di sofa sambil menjambak rambutnya yang makin pusing, karena miliknya benar benar tegang.


Zara lalu ke toko buku dulu untuk membeli buku yang dia cari, saat di dalam toko buku Zara bertemu Tedi teman Bumi.


"Kamu Zara kan,,? "tanyanya Tedi. Zara mengangguk.


"Kamu masih kenal Aku,,? "kata Tedi, ya karena sudah dua tahun lulus sekolah duluan. Zara mengangguk.


"Ada salam dari Bumi,, katanya dia telfonin kamu tapi ngga bisa,,kamu ganti no,, "Zara mengangguk lagi.


"Bumi udah sehat, katanya dia sudah bisa mulai kuliah loh,, "Zara diam saja.


"Dia di luar negri sekarang bersama mamahnya, apa kamu ngga mau minta no telfonya Bumi,, "Zara menggelengkan kepalanya lagi.


"Maaf Kak,, Aku dan Kak Bumi sudah ngga ada hubungan apa apa lagi,jadi bagiku kak Bumi sudah ngga penting lagi,, Aku duluan, "kata Zara yang langsung pergi ninggalin Tedi dan langsung menuju kasir untuk membayar buku yang sudah di pilihnya.


"Makin cantik aja tuh anak,, Aku foto ah, biar Aku kirimkan ke Bumi,, "sambil mengambil hpnya, lalu memfoto Zara.


Zara setelah membayar buku langsung ke mobilnya, dan mobil pun langsung pergi dari toko buku.


Zara teringat dengan kata kata Tedi yang bilang Bumi sudah sembuh, sakit apa yah dia sampai berobat keluar negri, dan berobatnya pun sangat lama, sampai dua tahun baru sembuh. dalam hati Zara bertanya tanya.


Sampai rumah Zara turun dari mobil, dan masuk ke rumah sambil membawa tas serta kantong plastik yang berisi buku buku yang baru di beli.


"Kok pulangnya telat sayang,,? "tanya Bunda Dea.


"Iya Bun,, Zara habis beli buku, nih,,, "sambil melihatkan kantong.


"Oh,, ya udah sanah ke kamar, bersih bersih lalu ganti baju, udah makan siang belum,,? "


"Iya Bunda,, udah tadi di sekolah,, "Bunda pun mengangguk. saat Zara akan jalan untuk ke kamarnya, Bunda menghentikan Zara lagi.


"Za,, kenapa sama bibir kamu, kok seperti bengkak,, "


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2