
Selesai pemeriksaan dan mengikuti program hamil dari dokter yang di kenalkan Dinda, sekarang Dea sedang menuju ke kantor Hendra.setelah sampai Dea pun langsung ke atas menuju ruangan Hendra.
"Siang mba Eva,, Mas Hendranya ada ngga,,? "tanya Dea saat sampai di depan meja Eva.
"Eh Mba Dea,, ada Mba tapi sedang ada tamu,,"Eva memanggil Dea dengan sebutan Mba karena tadinya Eva memanggil Dea dengan Ibu, tapi Dea ngga mau di panggil Ibu karena jadi terdengar lebih tua.
"Oh gitu ya Mba,, ya udah Dea tunggu sini aja ya Mba,, "sabil Dea duduk di kursi depan meja.
"Kenapa ngga masuk aja Mba,, "
"Ngga ah,, takut ganggu,, "
Lalu Eva dan Dea pun mengobrol sebentar,lalu Eva lanjut keja,sedang Dea memainkan hpnya. sekitar 30 menit pintu ruangan Hendra pun terbuka. Dea langsung melihat ke pintu dan melihat Hendra bersama seorang wanita yang sangat cantik.
"Trimakasih ya Pak Hendra atas waktunya, Saya tunggu kedatangan Bapa di kantor Saya besok yah,, "sambil bicaranya di buat semanja mungkin kata si perempuan.
"Iya,, Saya akan usahakan kalau besok ada waktu,, "jawab Hendra dengan biasa aja, Hendra belum melihat keberadaan Dea karena posisi Hendra membelakangi Dea.
Dea hanya melihat interaksi mereka, dan Eva sebenarnya ingin memberi tau Hendra kalau ada Dea, tapi Dea melarangnya.
Setelah si perempuan itu pergi Hendra menghadap ke arah Eva dan Hendra kaget saat melihat Dea duduk di bangku depan meja Eva.
"Sayang,, kok kamu di sini,, kapan datang.Kenapa ngga masuk sih,, "sambil mendekati Dea.
"Mba Dea udah dari 30 menit nunggu di luar Pak,, "jawab Eva.
"Kenapa ngga kamu suruh masuk aja sih Va,, kasian kan istri Saya nunggu lama jadinya,, "
"Ngga usah marahin Eva Mas,, karena Dea yang memintanya untuk ngga bilang sama Mas,, "sambil berjalan masuk ke ruangan Hendra.
"Aduh Va,, ini pasti Dea ngambek, kenapa kamu ngga kirim pesan pada Saya sih,, "sambil jalan juga masuk keruanganya Hendra sambil menggerutu.
Sedang Eva hanya diam saja.
"Gimana tadi ketemu Dindanya,, ?"sambil ikut duduk di sofa.
"Ngga ada masalah sih dengan Deanya, semuanya bagus dan sehat,, tadinya Mas juga di suruh di priksa juga, tapi Dea bilang kalau Mas sudah pernah menikah dan sudah punya anak jadi Mas ngga perlu di periksa, cuman Mas besok kalau Dea periksa lagi Mas harus ikut, biar tau apa saja yang harus di lakukan dan yang ngga boleh di lakukan,, "
"Maksudnya apa itu dengan yang boleh dan ngga boleh,,? "
__ADS_1
"Katanya Dokter sih kita ngga boleh keseringan melakukan hubungan suami istri, dan ada waktunya juga, trus pola makan juga harus di aturdan di jaga, "
"Aduh Yang,, kenapa ada aturan begitu sih,, Mas ngga mau ah kalau harus ngurangin olahraga ranjangnya,,"
"Tapi Mas,, ini tuh di suruh Dokter,, katanya kalau keseringan itu ngga baik juga,, pokoknya Mas harus ngikutin perkataan Dokter, kalau ngga Dea ngga bakalan mau untuk di ajak Mas olahraga malam,, biarin Mas lakuin sendiri aja di kamar mandi,, "kata Dea sambil sedikit ngambek.
"Sayang iya,, iya,,Mas akan ikuti kata Dokter, jangan ngambek dong,, yah,, "sambil menggenggam tangan Dea dan menciuminya.
"Yang perempuan tadi siap Mas,, kayanya ngarepin Mas banget untuk datang ke kantornya,, "Dengan tatapan Dea ke Hendra sangat tajam.
"Oh,, itu tadi Susan teman bisnis Mas, dia ngajakin buat tanam modal di perusahan temanya,, "
"Mas mau,,? "
"Mas lagi mempertimbangkanya,, "
"Besok kalau memang jadi ke kantornya, mendingan Rizki aja yang di suruh ke sana,, Dea ngga mau kalau Mas yang datang kesana,sampai ketauan Mas yang datang ke kantor perempuan itu tadi, Dea bakalan kasih hukuman sebulan ngga Dea kasih olahraga malamnya,,"
"Serem amat sih Yang hukumanya, "
"Makanya nurut sama Dea,,"
"Iihhh,,,sakit tau, "Dea sambil mengusap hidungnya.sedang Hendra hanya tersenyum.
"Yang makan siang masih satu jam lagi, kita mau pergi sekarang atau gimana,,? "
"Nati aja deh Mas perginya, Dea pengin istirahat dulu sebentar.Boleh ngga Mas Dea istirahatnya di kamar Mas,, "
"Boleh dong, milik Mas itu milik kamu juga Sayang,, jadi kamu bebas mau lakuin apa aja di sini, dan ngga perlu minta izin dulu,, "
"Makasih ya Mas,, "sambil bangun dari duduknya, dan sebelum pergi ke kamar istirahat Dea mencium pipi Hendra dulu.
"Sayang,,, kamu tuh mancing singa yang sedang tidur loh ini,, "dan Dea hanya tersenyum meledek.
Hendra rupanya langsung punya pikiran mesum, melihat Dea yang masuk ke kamar tempat istirahatmya yang ada di dalam kantor, Hendra bangun dari duduknya langsung menuju pintu
"Va,, nanti kalau ada Rizki atau orang yang mau bertemu Saya,, bilangin Saya lagi ngga bisa di ganggu,, ngerti,, "kata Hendra setelah membuka pintu.
"Baik Pak,, "jawab Eva dan Hendra menutup pintu juga menguncinya.
__ADS_1
Ceklekk,,,,
"Itu Bos mau ngapain yah di dalam, sampai pintu aja di kunci,, tapi,, bodo amat lah urusan mereka yang penting Aku mah kerja,, "kata Eva ngomong sendiri setelah me dengar pintu terkunci.
"Yang,, "kata Hendra yang masuk ke kamar dan langsung ikut tiduran dan memeluk Dea.
"Loh,, kok Mas malah ikut kesini, kan belum jam istirahat,, "Dae berbalik menghadap Hendra.
"Biarin aja suka suka Mas lah,, orang kantor Mas ini,, "
"Tapi kan ngga boleh gitu juga kali Mas,, "
"Udah,,, ngga usah bawel, mendingan kita olahraga siang yuk,,, "sambil menaik turunkan alisnya Hendra berkata.
"Apa sih Mas,, siang siang juga,, ngga ah,,, "
"Tapi sayangnya Mas ngga mau ada penolakan,, ininya Mas udah di bikin menegang sama kamu soalnya, jadi sayang harus tanggung jawab,, "sambil Hendra memeluk Dea dengan kencangnya, lalu di angkatnya badan Dea ke atas badan Hendra, jadi sekarang Dea tiduran di atas badan Hendra.
"Awww,,,Mas kamu tuh,, maksa banget sih,,, "sambil Dea berontak dari badan Hendra.
Sedang di luar Rizki sedang debat dengan Eva.
"Mba Eva,, ini Bos lagi ngapain sih,, ?"Rizki yang sedang butuh tanda tangan Hendra merasa kesal karena menunggu cukup lama, tapi pintu tidak juga kebuka.
"Ya ngga tau deh Mas,orang di dalam sama istrinya,, ya Mas fikirkan sendiri aja lagi ngapain mereka,,? "
"Aduhhh,,, ini Bos ada ada aja,, masa siang siang mau main kuda kudaan sih,, "
"Apa tuh kuda kudaan,, emang di ruangan Pak Bos ada kudanya,, "
"Ada,, kudanya cantik dan montok lagi,, "
"Masa sih,, kok Eva ngga tau ya Mas,, "sedang Rizki hanya geleng geleng kepalan, jadi tambah pusing ini mah.
Ahirnya Rizki pun balik ke ruanganya.
**Jangan lupa like, komen dan votenya,,, trimaksih..
Buat Hendra dan Dea, main kuda kudaanya lanjut besok**,,,
__ADS_1