
"Mas,,, geli.awas dulu,, "kataku saat Mas Hendra menciumi pundaku yang sedang ambil baju di lemari karena baru selesai mandi.
"Wangi banget sih,, "sambil terus menciumi punggungku.
"Ya wangi lah Mas,, kan Dea habis mandi,, "
Lalu Aku pun lanjut memakai baju,dengan tatapan Mas Hendra yang ngga pernah lepas melihatku.
"Kenapa sih kamu tuh malah godain gini,, "
"Siapa yang godain sih Mas, kan Dea habis mandi ya pakai baju dong,, "
"Tapi jangan di depan Saya kaya gitu dong, kan ini jadi bangun,, ngga enak banget rasanya,, "Aku hanya tersenyum mendrngarnya.
"Awas aja besok kalau kaki ini sudah sembuh, Saya ngga kasih ampun kamu di atas kasur,, "Aku masih tersenyum mendengarkan omongan Mas Hendra.
Setelah Aku selesai memakai baju, kita berdua turun ke bawah untuk makan malam, Aku pun menggandeng tangan Mas Hendra, kita berjalan dengan pelan karena tidak menggunakan kursi roda, karena biar kaki Mas Hendra tidak kaku, biar otot kakinya lemas dan cepat sembuh.
"Gimana kakinya Hen,, sudah lebih baik kan,,? "tanya Mamah saat kita sudah di meja makan.
"Sudah lebih baik sih Mah,, cuman belum bisa jalan cepat, masih terasa linu,, "jawab Mas Hendra, sedang Aku hanya mendengarkan sambil mengambil makan buat Mas Hendra, sedang Mamah sudah ada yang mengambilkan dan menyiapkan makananya, karena Mamah sekarang sudah ada yang mengatur pola makanya.
"Mas,, Dea besok mau ambil baju baju Dea di kos kosan yah,,? "
"Ngga usah di ambil,, biarkan saja dulu,, "
"Tapi Dea ada yang mau di ambil Mas,, bentar ini perginya, boleh yah.... "
"Ya udah besok kita kesana bareng, untuk mengambil barang barang kamu,, "
__ADS_1
"Tapi kamu masih sakit Mas,, biar Dea sendiri aja,, "
"Kalau mau pergi sendiri,mendingan ngga usah di ambil,, "
"Masss,, ayo lah jangan gitu,, "
"Kok kalian jadi berantem sih,, udah lanjut makanya,, nanti itu di bicarakan lagi setelah makan,, "kata Mamah, Aku pun mengangguk sambil sedikit malu karena berdebat dengan Mas Hendra di depan Mamah.
Selesai Makan kita pun mengobrol di ruang keluarga sambil nonton tv, Aku sekarang merasa benar benar seperti nyonyah, karena Aku tidak di bolehkan sama sekali memegang piring kotor dan selalu di layani walau hanya mengambil minum, seumur hidup baru Aku merasakan yang namanya di layani, karena dari kecil Aku sudah hidup susah dan menjadikan ku menjadi wanita yang mandiri.
"Sekarang kalian bisa lanjutkan masalah kalian yang tadi,, mau gimana besok,,, "
"Iya Dea penginya ambil barang barang Dea sih Mah,, tapi kalau Mas Hendra ikut kan kasihan kakinya masih sakit, nanti naik tangga pasti akan sakit kalau di paksa,, "
"Betul juga Hen,, mendingan kamu di rumah dulu aja, biarin Dea ambil barangnya, nanti biar supir yang antar,, "
"Kan tadi Mamah bilang Dea di antar supir Mas,, "
"Gini aja Mamah punya ide, karena Hendra tetap ngga izinkan Dea pergi, jadi besok mendingan Pak sopir sama 2 mba ke kos kosan Dea untuk mengambil barang barang Dea, jadi Dea ngga usah pergi,, "
"Hendra setuju dengan ide Mamah,, "
Dan Aku mau tidak mau hanya mengangguk setuju saat mata Mamah dan Mas Hendra menatapku.
Pukul 9 malam Aku dan Mas Hendra masuk ke kamar, dan seperti biasanya Aku membantu Mas Hendra ganti baju tidur, rasanya Aku sekarang mempunyai bayi besar.
Saat kita sudah sama sama di atas kasur dan karena kita belum mengantuk, kita pun memainkan hp kita masing masing.
Aku membuka media sosialku dan ternyata ada DM yang masuk, saat ku lihat ternyata dari mantan suamiku lagi.
__ADS_1
"Apa kamu sudah menikah lagi sayang,,dan apa kamu sudah melupakan Aku,, maaf Aku yang telah egois dan menyakiti hatimu begitu dalam, Aku sungguh menyesal,,"
Aku hanya membacanya, tidak ada keingin untuk membalasnya, rasa sakit atas penghianatanya masih sangat terasa di hatiku. Aku pun membuang nafas dengan kasarnya sambil meletakan hpku ke atas meja.
"Kenapa,,,? "Aku hanya menggelengkan kepalaku.
"Katakan,,, Saya tau kamu sedang memikirkan sesuatu,, "lalu Aku pun mengambil Hpku dan memberikanya pada Mas Hendra.
"Apa maksudnya ini,, sejak kapan dia DM in kamu kaya gini, "Aku hanya mengangkat kedua bahuku tanda tidak tau apa apa.
Lalu Mas Hendra membokir akunya, agar tidak bisa DM Aku lagi.
"Kenapa kamu ngga bilang kalau dia masih suka DM kamu,,?"sambil matanya menatapku tajam.
"Karena Dea fikir itu Ngga penting ,, buat apa di omongin ke Mas,, "kataku.
"Menurutmu mungkin itu tidak penting, tapi bagi Saya itu sangat penting, karena dia orang dari masalalumu dan kalian pernah hidup lama berdua, pasti nantinya dia akan mencari celah untuk merayumu dan meminta untuk kemali padanya,, "sambil suaranya naik satu oktaf.
"Tapi buktinya Dea ngga pernah balas DMnya, dan Dea juga sudah ngga ada rasa apa apa padanya, karena rasa sakit atas penghianatanya dan juga hinaanya terhadap Dea masih akan srlalu ingat dan ngga mungkin Dea kembali padanya,, "kataku tapi nada suaraku tak sebegitu keras, Aku cukup bisa mengontrol emosiku sendiri.
"Dan sekarang Dea juga sudah menikah sama Mas, orang yang Dea sangat cintai.jadi buat apa Dea mikirin orang lain,percaya sama Dea ya Mas,, Dea ngga mungkin berpaling ke laki laki lain apa lagi pada mantan suami Dea,,"
"Dea sudah jatuh hati pada pria yang ada di depan Dea sekarang,Dea bisa gila kalau sampai jauh darinya,, "sambil Aku naik ke atas badanya, dan duduk pas di atas benda pusaka milik Mas Hendra. Sambil Aku gerakan pelan pinggulku.
"Dari pada mikirin yang ngga mungkin dan ngga jelas,, lebih baik kita main kuda kudaan aja yuk Mas,,, "kataku sambil berbisik di telinga Mas Hendra, niatnya biar Mas Hendra ngga BT dan ngga marah lagi, ini jurus satu satunya yang bisa mengalahkan kemarahan.
**Jangan lupa like, komen dan votenya trimakasih...
Mampir ke ceritaku yang baru yu kak, MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH**.
__ADS_1