
Rupanya Angga dan Papahnya lah yang menyuruh orang untuk mengikuti Zara. karena saat membahas perjodohan pas waktu makan siang Hendra seperti tidak meresponya dengan baik,membuat Herman sedikit kesal karena merasa di sepelekan.jadi Herman ingin melihat seperti apa anak dari Hendra itu.
"Sepertinya anak Hendra menjalin hubungan dengan asistenya,, lihatlah foto foto ini, "Herman melihatkan foto di hpnya pada Angga.
Angga lalu melihat kelayar hp Herman, dan tersenyum sinis.
"Ini bisa buat alat untuk menghancurkan hubungan Hendra dengan asistenya Pah, karena di lihat lihat sepertinya Hendra tidak tau dengan hubungan mereka, "
"Benar yang kamu katakan, dan saat mereka sedang bersitegang, kita bisa dengan gampang untuk menghancurkan perusahaan Hendra,,"Angga pun mengangguk.
"Dan satu lagi, Papah dengar Hendra itu orangnya sangat keras dan emosian, jadi kita bisa memanfaatkanya nanti,, "
"Pah,, tapi anaknya Hendra cantik dan terlihat se*xsi,apa Aku boleh bermain main denganya, "
"Jangan sekarang,, tunggu Hendra tau hubungan anaknya dengan asistenya dulu,pasti Hendra akan murka, baru kamu bermain mainlah denganya,, "
"Siap Pah,,, "
"Ya udah,, kita pulang sekarang yuk, "Herman dan Angga pun pulang dari kantornya.
Sedang Rizki masih belum pergi dari rumah Kakek, karena kakek masih memberi nasehat padanya.
"Tapi harusnya kamu bilang pada Hendra, biar dia tau, masalah Hendra merestui atau ngga,itu masalah belakangan, yang namanya orang tua asalkan anak bahagia pasti akan merestuinya,, "
"Iya Kek,, tapi Kakek tau kan Pak Hendra itu emosinya kadang suka meledak ledak. takutnya saya ,Pak Hendra akan marah karena Zara belum boleh berpacaran dulu, dan harus fokus kuliah,, "
"Iya kamu benar, dan kamu pasti lebih tau tentang sifat Hendra dari pada saya, tapi kalau Hendra dengar dari orang, itu lebih tidak baik kan,, "Zara lalu melihat ke kakeknya.
__ADS_1
"Iya tenang aja, kakek ngga bakalan bilang sama papahmu, kalau kalian belum bilang padanya dulu, "kakek rupanya faham dengan hanya melihat tatapanya Zara padanya.
"Makasih kek,, "Kata Zara pelan.
"Nasehat kakek, kamu sebaiknya bilang pada Hendra, Zara sudah kuliah kok, sudah pantas punya hubungan serius dengan laki laki, takutnya Hendra juga sudah punya calon buat Zara, dia itu kan pembisnis pasti banyak relasinya yang punyak anak laki laki, dan buat penguat bisnis lalu menjodohkan anak anak mereka, "
"Memang sudah ada kek yang ingin menjodohkan anaknya dengan Zara, dan itu juga relasi dari pak Hendra, "
"Tuh kan benar,,makanya kamu sebaiknya cepat cepat bilang pada Hendra, kamu lebih kuat karena Zara juga menyukaimu,, "
"Iya Kek nanti saya akan bilang pada Pak Hendra, tapi saya juga mau mencari waktu yang tepat dulu, "
"Iya,, tapi usahakan jangan terlalu lama, takutnya Hendra tau duluan dari orang duluan"Rizki mengangguk.
"Apa Zara juga menyukai Nak Rizki,? "Zara mengangguk.
"Kalau seandainya Papahmu tidak merestui hubungan kalian bagaimana,, "
"Apa Zara sudah siap menikah, Zara itu belum genap 20 tahun loh,, "
"Kan soal menikah bisa nanti setelah Zara selesai kuliah kek, tapi kalau memang Zara harus menikah sekarang sekarang asal bersama Abang Zara siap kok kek,, "kakek pun mengangguk mendengar jawaban Zara.
"Ini sudah jam makan malam, sebaiknya kita makan dulu, dan nanti Nak Rizki bisa perginya nanti setelah makan malam,,ayo,, "
Lalu Zara menyiapkan makan buat kakek dan Rizki, dan juga menyiapkan minumnya juga.
"Kamu memang sudah dewasa, ngga terasa waktu cepat berlalu, semoga kakek bisa melihatmu menikah dan punya anak, "kata kakek dalam hati saat melihat kearah Zara yang cekatan dalam menyiapkan makanan.
__ADS_1
Selesai makan malam Rizki istirahat sebentar ,tidak langsung pergi ,karena menunggu perutnya merasa enakan dulu, sedang Kakek mengajak Aditiya tidur.
"Abang pulang dulu yah,, "Zara mengangguk.
"Abang hati hati, sampai kota jam berapa aja harus kabarin, biar Zara tenang,, "
"Iya nanti Abang kirim pesan kalau sudah sampai,, "
"Bilang kakek sanah, Abang mau pamitan, "
"Iya,, "Zara lalu ke kamar kakek.
"Bilang Rizki suruh hati hati, kakek ngga bisa nemuin, Adekmu belum nyenyak tidurnya, "kata kakek ,saat Zara bilang Rizki mau pulang .
Zara lalu keluar, dan bilang pada Rizki kalau Kakek sedang ngelonin Aditiya.
"Oh gitu,, ya udah Abang pulang yah, "Zara lalu mengantar Rizki sampai mobil.
"Yang sehat sehat yah, "saat Rizki mau naik ke mobil, sambil mengusap rambut Zara.
"Iya,, Abang juga ngga boleh telat makan, "Rizki mengangguk, dan sebelum masuk mobil, Rizki mencium kening Zara dulu.
Setelah itu Rizki pun masuk mobil, dan mobil pun berjalan menjauh dari rumah kakek. Zara melihat mobil Rizki sampai tidak terlihat.
Zara lalu masuk kedalam, setelah mobil sudah benar benar jauh dan langsung ke kamarnya, di kamar Zara langsung tiduran, dan sambil melamun.
Air mata Zara tiba tiba keluar, rupanya Zara merasa takut sekarang, takut tidak di restui Papahnya karena menjalin hubungan dengan Rizki.
__ADS_1
"Ya Tuhan,, semoga Papah merestui hubunganku dengan Abang,, Aku sangat mencintainya,"kata Zara dengan lirih sambil mengusap air matanya.
Jangan lupa like, komen dan vorenya ,terimakasih....