
Hari ini Hendra dan Dea akan mengantarkan Zara untuk mendaftar sekolah,dan dari 5 sekolah yang Rizki carikan Hendra memilih sekolah yang cukup bagus.
Selesai mendaftar, Zara dan Dea di ajak Hendra untuk ke kantornya dulu.
"Pah,, Zara nanti kalau sekolah di antar siapa,,? "tanya Zara setelah mendaftar sekolah. dan mereka bertiga sedang ada di dalam mobil.
"Kan ada supir Oma, nanti dia yang akan antar jemput Zara,, "jawab Hendra.
"Pah,, Zara pengin belajar menyetir, apa boleh,,? "
"Boleh,, tapi nanti setelah umur kamu 17 tahun dan sudah punya KTP, "
"Yah,,, masih lama dong Pah, masih setahun lebih,, "
"Sabar ya sayang, nanti juga ada waktunya kok,, "Kata Hendra lagi.
Sedang Dea dari tadi hanya diam, karena Dea sedang sedang merasakan kepalanya yang pusing .
"Bunda kenapa,,? "tanya Zara saat melihat Dea yang memijit keningnya.
"Bunda kepalanya pusing,, coba Zara lepasin itu pewangi mobil, dan simpan saja,, "Zara pun menurut.
"Mau Mas beliin obat ngga,,? "
"Ngga usah Mas,, Dea cuman pengin istirahat aja,, "
"Ya udah, nanti setelah Mas tanda tanganin berkas kita pulang aja,, "sambil mengusap kepala Dea yang bersandar pada sadaran jok mobil.
Setelah sampai kantor, Mereka bertiga langsung masuk ke dalam, dan Hendra dengan posesifnya menggandeng tangan Dea.
__ADS_1
"Mas,, Dea langsung ke kamar yah,, "
"Iya sayang istirahat sanah,, "
"Zara mau ikut Bunda istirahat ngga,,? "tanya Dea pada Zara.
"Ngga ah Bun,, Zara sinih aja,, "sambil duduk di sofa.
Lalu Hendra menelfon Rizki untuk datang keruanganya.
"Mana saja yang harus Saya tanda tangan Ki,, ?"saat Rizki sudah masuk.
"Ini Pak,, dan nanti jam 1 siang Bapa ada janji bertemu dengan pak Suryo untuk membicarakan proyek baru kita Pak,, "
Sedang yang duduk di sofa dari tadi menatap Rizki sampai tidak berkedip.
"Gila tuh cowo, ganteng banget sih,, ngalahin Papah,, "Zara berkata dalam hati.
Benar saja, saat Rizki menengok ke belakang, ada Zara yang menatapnya. Rizki lalu tersenyum dan mengangguk ke arah Zara.
Zara yang masih belum sadar dan masih menatap ke arah Rizki, tiba tiba tersadar saat Rizki berdehem.
"Khemmm,,, "Zara pun langsung menunduk malu.
"Ki,, ini sudah Saya tandatangani semuanya, dan nanti siang kamu aja yang menemui Pak Suryo, karena Saya mau pulang, Istri Saya lagi ngga enak badan,, "
"Tapi nanti gimana dengan keputusanya,Saya ngga berani ambil keputusanya Pak,, "
"Nanti kamu rekam aja pembicaraanya, lalu kirim ke Saya, dan nanti Saya yang akan putuskan,, "
__ADS_1
"Baik Pak kalau gitu, Saya akan lakukan,, "
"Ya udah kalau gitu, Saya akan pulang dan ngga balik ke kantor lagi, jadi kalau ada hal penting kamu kirimkan aja ke rumah,, "
"Iya Pak,, kalau gitu Saya permisi dulu,, "
Saat Rizki mau keluar dari ruangan Hendra, Rizki yang sudah tau Zara anak dari Bosnya pun tersenyum lagi tanda menghormati anak Bosnya,dan Zara pun membalas senyum Rizki.
"Zara,, itu matanya di jaga, Rizki itu pria dewasa,, jangan lihatin seperti itu, "kata Hendra menegur Zara yang masih melihat Rizki sampai menutup pintu.
"Apa sih Pah,, orang cuman lihatin doang kok,, "
"Jadi yang tadi itu namanya Rizki ya Pah,, "
"Iya,, itu asisten Papah,, "jawab Hendra sambil membereskan meja.
"Papah mau pangil Bunda dulu, kita akan pulang,, "kara Hendra lagi saat meja sudah beres.sedang Zara hanya menjawab Iya.
Hendra pun masuk ke kamar dan melihat Dea yang tertidur di atas kasur.
"Sayang,,, bangun yuk, kita pulang sekarang,, "sambil mengusap kepala Dea.
"Eehhmmm,, emang Mas ngga ada kerjaan apa,, "sambil mengucek matanya.
"Mas sudah suruh Rizki untuk menghendel semuanya, kita pulang biar kamu istirahat di rumah,, "sambil membantu Dea bangun.
Lalu Dea dan Hendra pun keluar dari kamar dan langsung mengajak Zara untuk pulang.
**Jangan lupa like, komen dan vote,, trimakasih.
__ADS_1
Maaf sedikit,,
Selamat tahun baru buat kaka kaka semuanya, semoga di tahun 2022 ini kita semua menjadi lebih sukses dan lebih baik lagi dari taun kemaren, Aminn**..