MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Air Ketuban Pecah


__ADS_3

"Massss,, ,,"


Aku langsung mendorong kepala Suamiku agar berhenti bermain di tempat sensitifku, karena Aku sudah tak tahan lagi.Suamiku hanya tersenyum mendengarkan rengekanku.


"Adek di atas saja, biar posisinya Adek enak,"Sambil Suamiku merebahkan badanya di kasur.


Lalu Aku naik di atas pinggul Suamiku dan memosisikan adik kecilnya ke tempat sensitifku.


"Uuuuhhhh,,,, "kataku saat adek kecil Suamiku masuk ke dalam semuanya.


"Nikmatnya Dekk,,, "Aku hanya tersenyum melihat mimik muka Suamiku.


"Goyangin Dek,, "


"Terus Dek,,, "Aku menggoyangkan pinggulku maju mundur dengan gerakan lambat dan makin cepat gerakanku.sampai Aku merasalan akan ada yang mau meledak.


"Eeeemmmm,,,,Aaaaahhhh, "ahirnya pelepasanku pun keluar dengan sangat nikmatnya.


Sekarang Suamiku duduk dengan posisiku yang masih di pangkunya. Aku yang merasa lemas hanya bisa memeluk Suamiku. Suamiku membiarkan Aku untuk istirahat, sambil mengusap punggungku.


Setelah Aku sudah bernafas dengan teratur, Suamiku menggerakan pinggulnya, sedang pinggul ku mengikuti gerakan Suamiku. sedang tanganya pun tak bisa diam terus saja bermain dengan dua daging kenyalku.


Tak berapa lama Suamiku berteriak karena pelepasan,,,


"Aaaaahhhh,,,,, Dekkk,,,,uuuuhhhhh,"


Lalu Aku turun dari pangkuan Suamiku, dan berbaring di kasur dengan nafasku yang masih belum teratur.


"Makasih Sayang,,, "Sambil mencium keningku. Aku hanya tersenyum.


Setelah kita sudah membersihkan badan, Aku dan Suamiku langsung tertidur dengan posisi Suamiku memeluku dari belakang.


.


.


.


2 Minggu Kemudian


Pagi ini Aku bangun tidur dengan merasakan pinggangku yang terasa sakit.


"Aduhh,,, kenapa pinggang ku sakit gini"batinku sambil Aku bangun dari tidur.


Aku bangun dan berjalan menuju kamar mandi, sambil memegang pinggangku.


Setelah dari kamar mandi Aku menuju sofa untuk duduk, sambil mengusap pinggangku yang rasanya sedikit panas dan pegal.


"Sayang,,, kenapa, ?"kata Suamiku yang langsung bangun dari tidurnya,saat melihat Aku yang seperti kesakitan.


"Ini Mas,, pinggang Dinda sakit, "ucapku.

__ADS_1


Lalu Suamiku langsung mengusap pinggangku dengan minyak kayu putih.


"Mas,,, Dinda haus,, "


Suamiku langsung keluar dari kamar dan mengambilkan Aku minum.


"Adek,, ni minumnya, "Ku ambil gelas dari tangan Suamiku dan meminumnya.


"Apa masih sakit Dek,? "


"Sudah ngga Mas,, "jawabku.


"Apa Mas ngga usah kerumah sakit ya Dek, "


"Dinda Ngga apa apa Mas, udah ngga sakit lagi kok.Mas berangkat ke rumah sakit aja yah, "kataku.


"Tapi Mas ngga tega liat Adek yang kesakitan gitu,dan ngga ada yang nemenin lagi"


"Kan ada Mba siti Mas di rumah yang nemenin Dinda, Mas ngga usah kuatir, nanti kalau ada apa apa Dinda langsung ngabarin Mas, "kataku.


Setelah Suamiku pergi ke kamar mandi , Aku menyiapkan baju yang akan di pakai suamiku kerja.Setelah baju Aku siapkan Aku keluar dari kamar dan menuju dapur.


Sambil memegang pinggangku, Aku berjalan dengan pelan.


"Mba,, bikinin susu dong, yang hangat ya Mba, "sambil duduk Aku menyuruh Mba Siti.


"Iya Non,, "


Rasa sakit itu tiba tiba datang lagi, Aku menahanya sambil menggigit bibirku.


"Iya Mba, pinggang Dinda sakit. Tapi kadang hilang kadang datang lagi,"kataku.


"Sepertinya Non mau melahirkan, itu ciri ciri orang yang mau melahirkan Non, nati rasa sakitnya hilang nanti datang lagi, entar kalau makin sering sakitnya berarti itu sudah mau keluar bayinya, "


"Masa Sih Mba,, perkiraan Dokter masih dua minggu lagi kok, "kataku sambil meminum susu, karena sakitnya sudah hilang.


"Namanya melahirkan itu,kadang bisa meleset juga dari yang Dokter perkirakan Non, "Aku hanya menganggukan kepalaku.


" Mba bikin sarapan apa,? "tanyaku.


"Bikin bubur ayam Non, semalam Bapa yang minta. Non mau,,, "Aku hanya menggeleng.


"Sayang,,, apa masih sakit, "Aku menggelengkan kepalaku.saat Suamiku mendekatiku sambil mengusap kepalaku.


"Mas mau kerumah sakit, Mas usahakan pulang cepat, kalau ada apa apa langsung kapari Mas yah,"sambil menarik kursi di sampingku.


"Iya Mas,, "


"Coba Mas priksa Adek dulu, "sambil memeriksa denyut nadi di tanganku.


"Adek,, Mas rasa Adek mau melahirkan tapi Mas juga tidak begitu yakin, nanti Mas tanyakan pada Dokter Hani tentang tekanan denyut nadi Adek, "Aku hanya mengangguk.

__ADS_1


Lalu Suamiku sarapan dengan bubur ayam buatan Mba Siti, sedang Aku belum merasa lapar karena tadi habis minum susu.


Aku mengantarkan Suamiku sampai mobil, Aku sedang merasakan sakit lagi, tapi sebisa mungkin Aku tahan, karena Aku tidak mau melihat Suamiku kuatir. Suamiku juga selalu mengingatkan pada ku ,kalau sakitnya makin sering terasa harus menelfonya.


Setelah suami pergi Aku menelfon Ibuku, dan mengatakan yang Aku rasakan, Ibu juga langsung mengatakan kalau itu ciri ciri mau melahirkan.Lalu Ibu mengatakan,akan langsung ke rumahku. Ibu takut ada apa apa denganku.


Sekitar setengah jam Ibu sudah sampai rumahku, dan langsung menemuiku di kamar.


"Bu,,,Sakitt,,,, "kataku.sambil mengusap perut bagian bawah.


"Iya Sayang, sinih Ibu usapin yang sakit, "sambil mendekat ke padaku yang sedang tiduran dikasur.


"Perlengkapan buat nanti di bawa kerumah sakit udah belum Sayang, ?"tanya Ibu.saat Ibu mengusap perutku.


"Belum Bu, karena perkiraan dua minggu lagi, jadi Dinda belum menyiapkanya,"ucapku.


"Ya udah Ibu bantu menatanya, "setelah perutku tidak sakit lagi, Ibu langsung menyiapkan keperluan yang akan di bawa ke rumah sakit.


Setiap jam Suamiku menelfonku, menanyakan keadaanku yang masih merasakan sakit,dan juga seberapa sering rasa sakit itu datang.


Aku juga mengatakan kalau Ibu ada di rumah menemaniku, dan Suamiku merasa lega karena ada Ibu yang menemaniku.


Sekitar jam 12 siang, Aku merasakan ada air yang mengalir di ****** ***** ku. dan Aku merasa tidak ingin pipis tapi air itu terus keluar, sampai kasurku basah oleh air itu.


"Ibu,,, Bu,,,, "teriaku.


"Ada apa Sayang,, "tanya Ibu yang keliahatan panik. saat masuk kamarku.


"Bu,, Dinda keluar air tapi Dinda ngga pengin pipis, "kataku sambil bangun dari tiduranku.


"Ya ampun,,, Dinda itu air ketuban Sayang,, ayo kita ke rumah sakit sekarang, ini udah mau melahirkan, "


Lalu Ibu memanggil Mba Siti untuk bilang Pak Pujo menyiapkan mobil. dan Ibu langsung mengganti bajuku yang basah oleh air ketubanku.


Ibu menuntunku menuju mobil sambil memegangi perutku yang kesakitan, sedang Mba Siti mengikuti dari belakang dengan mjembawa tas ransel.


Sampai di dalam mobil Ibu menelfon Suamiku dengan hpku.


📲.......Suamiku


"Halo Sayang,,,, ada apa,? "


"Ini I,,bu. Di,,nda ketubanya sudah pecah, dan sekarang kita sedang menuju rumah sakit, "kata Ibu.


"Iii,, ya Bu.Agung akan menunggu di rumah sakit dan menyiapkan semuanya, "


Lalu sambungan telfonpun di matikan.


"Saakit,, Bu,,, "suaraku yang menahan sakit.


"Sabar Sayang,, bentar lagi sampai, "

__ADS_1


**Makasih buat kaka kaka yang masih suka dengan ceritaku.


Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak,, biar aku tambah semangat nulisnya. makasihhh**.


__ADS_2