
Hendra dengan semangat langsung melepaskan baju dan celananya sendiri, setelah itu barulah Dea yang di tarik bajunya untuk di lepaskan.
"Sayang Papah mau jenguk, sayang di dalam yang anteng yah,, Papah cuman sebentar kok,, "sambil menciumi perut yang sudah sangat besar.
Saat Hendra mengajak bicara, anak yang ada di perut bergerak, dan itu membuat Dea kesakitan.
"Aduhhh,, "Hendra yang mrlihat perut Dea bergerak lalu mengusapnya dengan sayang.
"Udah sayang bobo yah,, jangan gerak gerak, kasian mamah kesakitan,, "ahirnya mereka di dalam sudah tenang setelah Hendra mengusapnya sambil mengajaknya mengobrol.
Setelah Itu Hendra membantu Dea untuk tiduran, dan setelah tiduran Hendra memulainya dari bawah langsung, dengan membuka kaki Dea agar melebar, setelah itu Hendra memainkanya dengan jari tanganya dulu.
Setelah itu Hendra mendekatkan lidahnya untuk bermain di inti tubuh Dea. setelah cukup basah Hendra lalu memposisikan miliknya di milik Dea, setelah masuk semuanya Hendra menggerakan pinggulnya dengan pelan,karena takut Dea sakit atau tak nyaman.
"Aaahhh,,, Massss,,, "
"Sakit ngga,, "Dea menggelengkan kepalanya.
"Enakk,,, "Dea tersenyum malu. Dan Hendra pun ikut tersenyum.
Lalu Hendra menyuruh Dea yang di atas, setelah Hendra tiduran lalu Dea pun naik ke atas badan Hendra, setelah milik Hendra masuk semuanya, Dea mulai menggerakanya dengan pelan.
"Uuhh,,, Yang,,, enak banget,,,, "Kata Hendra sambil merem melek.
Dea menggerakanya makin cepat, dan mereka berdua sama sama mengeluarkan suara indahnya dari dalam mulutnya.
__ADS_1
Hendra sudah tak berani memainkan dada Dea karena airnya sudah keluar, Hendra hanya bisa mengusap usapnya itupun dada Dea yang masih tertutupi sama pembungkusnya.
"Masss,,, Dea mau keluarrr,,, eeemmmm,,, "
"Iya sayang,, ayo keluarkan,, "sambil Hendra ikut menggerakan punggulnya dari bawah.
Lalu tidak lama Dea mencengkram tangan Hendra karena Dea merasakan pelepasan. Dea yang lemas langsung di tidurkan oleh Hendra ke kasur.
Hendra lalu mengambilkan minum untuk Dea, setelah Dea minum dan melihat Dea yang sudah lebih baik dan nafas sudah normal, Hendra lalu memposisilan miliknya pada inti tubuh Dea dengan di gesek gesekanya milik Hendra pada inti tubuh Dea.
Setelah itu Hendra memasukanya lagi secara berlahan, setelah masuk semuanya baru hendra mengerakan pinggulnya.
Sekitar 10 menit ahirnya Hendra melakukan pelepasan, dan langsung menyemburkan lahar ke dalam rahim Dea, setelah itu Hendra menjatuhkan badanya di samping Dea dengan nafas yang memburu dan keringat yang bercucuran.
Setelah nafas sudah teratur, Hendra lalu bangun dan menuju kamar mandi untuk bersih bersih.
Pagi pun datang, semuanya sarapan bersama, tapi ada yang aneh dengan Zara, karena Zara terlihat diam saja tak seperti biasanya, dan matanya pun terlihat seperti seperti habis menangis.
"Za,, kamu kenapa? tumben diem aja, apa ada masalah di sekolah,,? "tanya oma. Zara menggelengkan kepala.
"Lalu Zara kenapa,,? "
"Zara semalam susah tidur Oma, jadi kepala Zara sedikit pusing,, "
"Kenapa susah tidur,,? "Hendra yang bertanya.
__ADS_1
"Zara banyak tugas, dan harusnya di kerjakan kelompok, "
"Trus kenapa ngga di kerjain kelompok sayang,,? "tanya Dea.
"Papah selalu melarang Zara kau mau kerja kelompok,, "Oma dan Dea melihat ke Hendra.
"Papah ngga ngelarang kalau benar benar mau ngerjain tugas, Papah hanya takut kamu bohong dan malah justru pergi kelayapan ngga bener kaya kemaren lagi,, "
Ceritanya Zara pernah ketahuan bohong, katanya belajar kelompok tapi malah pergi ke mall bareng temen temenya, dan Hendra yang melihatnya sendiri, jadi Hendra sekarang lebih ketat lagi ke Zara.
"Ya udah Papah izinkan, tapi jangan sampai Zara bohong lagi, kalau sampai Zara bohong,Papah ngga kasih izin untuk pergi kemana mana lagi,, "Zara mengangguk dan bilang terimakasaih, juga janji ngga mengulanginya lagi.
Selesai sarapan Zara berpamitan untuk berangkat sekolah, sedang Hendra berangkat ke kantor.
Sampai di sekolahan Zara sudah di tungguin Bumi di depan pintu gerbang, saat Zara turun dari mobil Bumi pun mendekatinya, tapi Zara menghindar, karena Zara sedang kesal pada Bumi.
"Za,, maafin Kaka,, sungguh foto itu tidak seperti yang kamu fikirkan, "tapi Zara tetap berjalan cepat menuju kelasnya tanpa peduli dengan Bumi yang mengejarnya.
"Za,, dengarkan dulu,, "sambil menarik tangan Zara.
"Lepas,, Zara ngga peduli,, "sambil berusaha melepaskan tanganya yang di genggam Bumi.
Karena Zara terus saja menghindarinya, Bumi lalu menarik Zara untuk ke belakang sekolah, dan di sana yang sepi membuat Zara sedikit takut, karena Bumi orangnya sedikit nekat.
**Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..
__ADS_1
Maaf kl ada typo, aku ngga periksa ulang**.