MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Ikut Ke Kampus


__ADS_3

Setelah mendengar ketukan pintu yang di lakukan Ayah kita pun langsung membilas badan kita. Dan jangan di tanya bagai mana dengan Papah, Papah langsung uring uringan karena belum melakukan pelepasan.


"Masss,,, udah dong itu muka jangan di tekuk aja, kan masih banyak waktu untuk kita, "kataku yang sekarang sudah di kamar dan sudah rapi tinggal berangkat saja.


"Tapi Dekkk,,, Mas jadi pusing kepalanya ini, "sambil memeluku.


"Tahan yah Mas,, entar malam lagi aja, nanti sepuasnya Mas deh mau berapa ronde, "kataku sambil mengeluarkan kata sepuasnya agar Papah senang, karena memang Aku selalu tidak mau kalau harus beronde ronde karena sekali aja badanku sudah rasanya lemas dan serasa remek tulang tulangnya.


"Bener loh Dek,, Janji jangan bohong yah,"Aku menganggukan kepalaku dengan menjawab "Iya, "


Setelah drama dengan ngambeknya Papah selesai kita pun langsung berangkat. Dan Sekarang kita sudah di dalam mobil yang sedang berjalan menuju rumah Ibu.


"Ji,, kamu tuh kalau mau *** *** ya lihat jam dan waktu lah,masa kamu tuh mau pergi aja sempat sempatnya nglakuin gituan sih, "kata Ayah tiba tiba bicara pada Papah.


"Ayah tuh kaya ngga pernah ngerasaiin jadi penganten baru ajah,di mana ada kesempatan ya hajar lah, hahaa,,, "jawab Papah sambil menyetir. Sedang Aku di bangku belakang merasa malu ke pada Ayah, untung Ayah duduk di depan jadi tidak melihat mukaku yang menahan malu.


"Bukan gitu Ji,, kita kan mau pergi ya kamu harusnya tahan dulu lah,, kaya gini jadi telat kan gara gara nungguin kamu,"Kata Ayah.


"IYa maaf.Ya dehh, yang mau ketemu sama pujaan hati udah ngga sabar nih, "


Ahirnya kita sampai juga di rumah Ibu, karena asik mengobrol membuat perjalanan kita terasa cepat.


Papah membunyikan klakson mobil, agar pintu pagar di buka,setelah pagar di buka oleh Pak Udin ,mobil Papah pun langsung masuk ke dalam.


Aku melihat Ibu yang sudah berdiri di depan pintu saat Aku turun dari mobil.


"Ibu,,,, "kataku yang langsung memeluknya.


"Sayanggg,,, macet ngga di jalan, "jawab Ibu sambil melepas pelukanku dan Aku menjawab, "Ngga, "jawabku sambil menggelengkan kepalaku.


Lalu Ibu menyalami Ayah dan terahir Ibu menyalami Papah ,kita semua pun di suruh masuk oleh Ibu.


"Ini udah jam 12 loh, mau langsung makan siang langsung apa mau minum dulu,? "tanya Ibu pada kita.Setelah kita duduk.


"Ya udah kita makan aja,Ayah dah pengin makan masakan Ibu, "jawab Ayah langsung berdiri dari duduknya, "Ayo semuanya kita makan, "kata Ayah lagi dengan semangatnya.


Aku dan Papah pun langsung berdiri dan mengikuti Ayah dan Ibu yang sudah jalan duluan.


Sesampainya di meja makan kita semua pun langsung duduk, Ayah duduk berdampingan dengan Ibu, Aku juga berdampingan dengan Papah.


"Din,, Ayo ambilkan nasi buat suamimu, "kata Ibu setelah mengambilkan nasi buat Ayah, dan Aku langsung mengambil piring yang ada di depan Papah.


Aku melihat sikap Ibu dan Papah sedikit kaku, tapi Aku memakluminya, dan Ayah juga untungnya ngga sedikitpun menyinggungnya, biarlah itu hanya masalalu dan sekarang kita semua hanya melihat masa depan.


"Kalian nanti mau ikut Kita ngga? Ayah sama Ibu mau pergi ke mall, "tanya Ayah padaku saat kita sedang makan.


"Mau ngapain ke mall,? "Aku tanya balik ke Ayah.

__ADS_1


"Mau jalan jalan lah, iya kan Bu, "jawa Ayah sambil menengok ke Ibu, sedangkan Ibu hanya tersenyum dan mengangguk.


"Dinda ngga mau ikut ah,, nanti cuman jadi obat nyamuk lagi, "jawabku.


"Ya kan ada suami Dinda,, "


"Mas Agung mau ke kampus, mau ambil barang barangnya yang masih di sana, "kataku.


"Emang kamu udah putuskan Ji, ngga mau jadi dosen lagi,? "tanya Ayah pada Papah.


"Hemmm,,, udah, dan surat pengunduran diruku juga sudah di trima pihak kampus, "jawab Papah. Sedang Ayah hanya menganggukan kepala.


"Adek ikut Mas aja ke kampus, gimana,,, mau,? "kata Papah dan AKu sedikit berfikir,,,mungkin lebih baik ikut Papah aja dari pada jadi obat nyamuk.


"Emang ngga papa Mas,,? "tanyaku takutnya Papah terpaksa mengajaku.


"Ya ngga papa lah Dek, emang kenapa, "


"Takutnya ngga boleh, "


Ahirnya setelah kita makan, Aku dan Papah pamitan untuk langsung ke kampus.


.


.


.


"Pak Agung,,, Dinda,, "tiba tiba ada Aldo dari arah belakang memanggil Aku dan Papah, kita pun langsung menengok.


"Haiii Kak,,, gimana kabarnya,? "kataku.


"Baik,,, kamu gimana kabarnya, " dan aku langsung menjawabnya, "Aku juga baik"


"Do,, Saya mau minta tolong,bisa ngga kamu bantuin Saya bawain barang barang saya ke mobil,? "kata Papah.


"Emang Bapa jadi mengundurkan diri jadi Dosen,? "


"Jadi,, ayo kalau mau bantu Saya langsung keruangan Saya aja langsung, "sambil mengganeng tanganku Papah berjalan.Sedang kaka Aldo mengikuti kita dari belakang.


Sampainya di ruangan Papah kita langsung membereskan buku buku serta yang lainnya yang akan di bawa pulang oleh Papah.


"Dek,,, Mas mau ke ruangan Rektor bentar yah untuk berpamitan, Adek sini aja, "aku hanya menjawab "iya"dan Papah langsung keluar.


Setelah Papah pergi Aku bersama Kak Aldo memasukan buku ke dalam kardus.


"Din,, maaf kemaren ngga bisa dateng ke acara pernikahanmu, "kata kak Aldo.

__ADS_1


"Iya kak ngga papa kok,, "jawabku.


"Apa kamu bahagia menikah dengan Pak Agung, "Aku langsung menatap ke Kak Aldo.


"Maaf Din bukan maksud apa apa kok, kalau kamu ngga mau jawab ngga papa, "kata Kak Aldo yang melihat Aku menatapnya dengan tatapan aneh.


"Kok Kak Aldo nanya begitu.?Ya pastinya Dinda bahagia lah Kak,"jawabku.


"Sukur kalau Dinda bahagia, Kaka ikut senang. Sejujurnya dari dulu semenjak ketemu Dinda pertama kali Kaka sudah tertarik pada Dinda, makanya kalau ketemu Dinda tuh Kaka seneng banget.Tapi waktu denger Dinda mengatakan tunanganya Pak Agung Kaka sangat kaget, karena setau Kaka Dinda adalah anaknya tapi kenapa justu menjadi tunanganya.Saat Pak Agung menyuruh Kaka untuk menyelidiki dan mencari tau tentang Maya Kaka sangat bersemangat, karena Kaka fikir kalau Kaka membantu Pak Agung akan ada lampu hijou untuk mendekati Dinda, tapi malah kenyatanya beda dengan apa yang Kaka fikirkan. "kata Kaka Aldo sambil menatapku yang berdiri tidak jauh dari ku.


"Maaf kalau Dinda ngga peka atas perasaan Kaka. Dinda bukan niat untuk nyakitin Kaka tapi mungkin kita tidak berjodoh.Semoga Kaka mendapat perempuan yang lebih baik dari Dinda,"jawabku.


"Amin,, terimakasih atas doanya, "kita pun saling melempar senyum.


Krekkkk....


"Udah selesai belum Dek,,,, "tiba tiba Papah datang.


"Uuuudah Mas,,, "kataku terbata karena kaget atas kedatangan Papah yang tiba tiba.


"Do,,, tolong kamu angkat kardus yang itu dulu yah, trus bawa ke mobil Saya,nanti kamu balik lagi baru bawa yang itu lagi"kata Papah. Aku langsung paham sepertinya Papah dari nada suaranya seperti sedang kesal.


"Iya Pak,"lalu kak Aldo langsung keluar dari ruangan Papah sambil membawa satu kardus agak besar.


Setelah kak Aldo pergi Papah langsung mendekat padaku dengan tatapan aneh.


"Aldo habis ngomong apa pada Adek hemmm, ?"tanya Papah.


"Kita cuman ngobrol biasa kok, "jawabku. Tapi Papah makin mendekat ke arahku, dan Aku pun makin mundur.


"Jangan bohong Dek, Mas ngga suka di bohongi, "kata Papah yang makin mendekat ke padaku.


Bukkk..


Aku terjatuh kesofa. Dan Papah langsung mengangkat daguku.Lalu dengan sangat kasar Papah mencium bibirku.


"mmmeeeemmmmm,,,,, "


"Mas dengar apa yang Adek dan Aldo bicarakan, Aldo mengatakan suka pada Adek kan.Dan jangan sekali kali Adek punya fikiran untuk ninggalin Mas, karena Mas ngga bakalan membiarkan itu terjadi,"setelah melepaskan ciumanya Papah bicara.


Tiba tiba air mataku mengalir dengan sendirinya setelah mendengar perkataan Papah.Mungkin karena ucapan Papah yang sedikit keras dan ciuman yang sangat kasar padaku. Membuat air mata tak mau berhenti mengalir.


"Jangan menangis sayang, maaf kalau Mas menyakiti Adek, tapi karena Mas takut kehilangan Adek, "sambil mengusap air mataku dan memeluku.


"Percaya sama Dinda Mas, Dinda ngga punya niat sedikitpun untuk ninggalin Mas, "kataku,,


Dan Papah langsung mencium bibirku.Tapi sekarang dengan sangat pelan,Aku pun membalas ciuman Papah, ahirnya kita saling mel*umat dengan nikmatnya.

__ADS_1


"Eeemmm,, "suara yang keluar dari mulutku.tapi tiba tiba terdengar pintu terbuka.


Cekrekkk.....


__ADS_2