SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 CINTA KASIH


__ADS_3

Taksi Berhenti di depan rumah sakit, wanita cantik dan berhijab keluar dari mobil berlari kencang mencari nomor ruangan, wajahnya terlihat panik.


"Kasih!"


Kasih kaget, mendapatkan pelukan hangat dari kakaknya yang bekerja di luar negeri. Tatapan mata Kasih dingin dan terlihat tidak suka melihat kedatangan kakaknya.


"Cinta!" ibu langsung memeluk putri sulungnya.


"Ibu! maafkan cinta yang terlambat ya. Bagaimana keadaan bapak Bu." Cinta meneteskan air matanya.


"Bapak sudah selesai operasi, seorang pemuda baik menolong kita." ibu memeluk putrinya dengan rasa rindu yang dalam.


"Bagaimana kita bisa menghubunginya Bu, Cinta akan mengganti uang mereka."


"Kasih kamu mengenal pria kemarin nak?" ibu dan Cinta melihat kasih yang sudah melangkah pergi meninggalkan mereka berdua.


Cinta dengan cepat mengejar adiknya, dia bertanya soal pemuda yang menyelamatkan bapak mereka.


"Kasih, di mana kakak bisa menemui pemuda yang menolong bapak." Cinta mengusap kepala kasih tapi langsung ditepis.


"Kamu memang memiliki banyak uang Cinta, tapi kamu kehabisan waktu di keluarga kita. Hutang dengan pria itu menjadi urusan Kasih, simpan saja uang kamu." Kasih melangkah pergi masuk ke dalam taksi untuk mencari penumpang.


Cinta meneteskan air matanya, dia dulu sangat dekat dengan adiknya tapi sekarang ada jarak yang Kasih batasi. Cinta jarang pulang menemui keluarga karena sibuk bekerja.


"Kasih benar aku memiliki uang, tapi tidak punya waktu." Cinta menghapus air matanya dan masuk kembali untuk menjenguk bapaknya.


Di dalam mobil Kasih meneteskan air matanya, dia sangat merindukan kakaknya tapi jangankan untuk bertemu saling komunikasi saja sulit. Kasih harus menggagalkan sekolah beasiswanya ke luar negeri demi menjaga orang tuanya, Kasih bekerja menggantikan bapaknya yang sering sakit, dan sekarang bapaknya kecelakaan dan harus dirawat.


***


Selama satu minggu, Kasih bekerja siang dan malam untuk mengganti uang Ravi. Dia hanya sesekali menjenguk bapaknya yang semakin membaik, bapaknya juga sudah diizinkan pulang dan menjalani rawat jalan.


Cinta memperhatikan rumah keluarganya yang sudah tua, dia sedang berusaha mengumpulkan uang untuk membelikan rumah, tapi dia sangat sedih tidak punya waktu bersama keluarganya.


"Ibu, Cinta cari pekerjaan di Indonesia saja, Cinta ingin menghabiskan waktu bersama ibu, bapak juga Kasih."


"Ya Allah nak, ibu bersyukur sekali kamu memutuskan tinggal bersama kami, ibu juga selalu merindukan kamu." Ibu dan Cinta saling berpelukan.


***

__ADS_1


Kasih berdiri di sebuah jembatan, tangannya memegang ponsel pemuda yang membantu pengobatan bapaknya. Kasih melihat ratusan panggilan dari banyak perempuan yang berbeda.


"Dia pasti playboy cap kapang." Kasih memandang geli.


Sebuah panggilan yang diberi nama adikku Vira cempreng, membuat Kasih tertawa dan berniat mengangkatnya, Kasih ingin mendengar suara cempreng Vira.


[Kak Ravi! tolong Vira, temui Vira di jalan xxxx kak, ada orang yang menyakiti Vira.] Suara pelan seperti berbisik membuat Kasih binggung, panggilan juga sudah terputus.


Akhirnya Kasih memutuskan untuk menuju tempat yang sudah disebutkan, tiba di sana jalanan sangat sepi, kening Kasih berkerut melihat bangunan tua yang sudah tidak terpakai.


"Kak Kasih!" Vira keluar melihat Kasih yang kebinggungan.


"Vir! kenapa Lo di sini." Kasih kebinggungan melihat banyaknya ABG labil yang sedang bercanda.


"Biasalah mau mengerjai seorang playboy, dia membuat banyak perempuan patah hati dan membuat Vira dalam masalah." Vira cengengesan.


"Maksudnya Ravi." Kasih menggakat ponsel Ravi.


"OHH my good, ini berita besar seorang Kasih jadi korban playboy. Kak Ravi pacarnya sangat banyak ada Sela, Seli, Vita, Vani, Mawar, Melati harum dan wangi." Vira langsung terdiam karena mulutnya ditutup oleh Kasih.


"Kamu memang pantas mendapatkan julukan cempreng." Kasih kesal melihat gadis ABG super berisik.


"Kamu mau apa Vira?" Kasih kebinggungan melihat Vira yang menggulung, ke atas rok sekolahnya dan hanya menggunakan celana traning olahraga.


"Mau berantem apalagi!" Vira melihat teman-temannya yang melarikan diri.


"Woy pada mau ke mana? awas ya kalian tidak setia kawan, tidak ada bakso gratis lagi, dan jangan harap dapat traktiran shopping ke mall." Vira teriak-teriak memaki temannya.


Kasih menggelengkan kepalanya, melangkah pergi tapi langsung ditarik oleh Vira.


"Bantuin kak, tega banget lihat Vira babak belur, nanti tidak cantik lagi."


"Di mana geng setia kamu." Kasih sangat hapal 4sekawan yang selalu bikin masalah.


"Winda ketahuan berantem, jadi Mami nya di panggil sedangkan si kembar sedang ada ujian."


"Kamu tidak ujian!" Kasih mengigat kegilaan Vira yang selama satu tahun tidak sekolah demi bisa satu kelas dengan gengnya.


"Lupa ya, Vira dan Winda cerdas, beda sama si kembar otaknya macet." Vira tertawa ngakak membuat Kasih ikut tertawa.

__ADS_1


"Sampai kapan kalian berdua diskusi!" Suara teriak para pemuda membuat Vira langsung maju menyerang.


Kasih hanya diam saja menonton, gadis cantik putri keluarga terpandang tapi tingkahnya seperti preman pasar. Melihat Vira yang kewalahan, Kasih ikut maju dan melumpuhkan semuanya sampai mereka melarikan diri.


***


Ravi berjalan masuk ke kantornya setelah makan siang, tapi langkahnya terhenti melihat Seorang yang sangat dia kenali.


"Cinta! sekarang kamu semakin cantik." Ravi tersenyum melihat mantan kekasihnya yang sekarang sudah menggunakan hijab.


"Ravi! apa kabar?" Cinta merapatkan kedua tangannya membalas tangan Ravi yang ingin bersalaman.


"Ada perlu apa kamu ke sini?" Ravi berbincang-bincang dengan Cinta.


"Melamar pekerjaan, aku memutuskan untuk menetap di Indonesia."


"Bagus! dan kebetulan Asisten pribadi aku lagi cuti, kamu cukup berpengalaman. Minta surat pengantar dari kantor lama kamu untuk pindah ke sini biar karyawan lain tidak salah paham."


"Seriusan Ravi, berapa lama?" Cinta tersenyum bahagia, dan cukup kagum dengan Ravi yang tidak membedakan setiap karyawannya.


"Dia cuti 3bulan, tapi setelah dia kembali kamu menjadi wakilnya."


Cinta sangat bahagia dan bersemangat untuk segera bekerja di perusahaan besar milik LOVER. Apalagi Cinta tahu jika asisten pribadi Ravi sahabat terbaiknya Erik.


Selesai pertemuannya Ravi masuk ke kantornya, dia langsung duduk dan tersenyum mengagumi kecantikan Cinta.


"Uncle Bisma benar, pilihan banyak wanita dari yang tinggi, pendek, gemuk, kurus, aduhai, bodyhai. Tapi untuk pasangan hidup jangan memilih untuk kepuasan diri tapi pilihan wanita yang tepat untuk menjadi ibu dari anak-anakku nanti." Ravi bicara sendiri dengan penuh kebahagiaan.


Ravi terpesona melihat kecantikan Cinta yang sangat berbeda jauh saat mereka masih sekolah dulu, Cinta yang sekarang kalem dan lembut.


"Dia berbeda jauh dengan wanita gila waktu itu, dan gara-gara dia ponsel gue hilang. Tapi wajah mereka sama-sama cantik, tapi tetap saja masih cantik Cinta. Astaga masa iya playboy akhirnya jatuh cinta." Ravi mengacak rambutnya sendiri.


***


TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA READER


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP

__ADS_1


***


__ADS_2