SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 MANUSIA ES KEMBALI


__ADS_3

Pesawat terbang tinggi, seorang pria tampan sedang duduk di samping seorang wanita hamil yang menangis. Dia sudah bisa menduga, suaminya berpaling karena wanita lain.


Saat turun dari bandara seorang ABG yang beranjak dewasa menginjakkan kakinya kembali ke tanah air setelah lima tahun tidak kembali.


Pemuda jenius saat berusia 12tahun memutuskan hidup seorang diri jauh dari orang tua, mengejar mimpi dan cita-citanya tanpa bantuan dari kedua orangtuanya. Dengan usia muda bisa menyelesaikan kuliahnya setelah usia 17tahun mendapatkan gelar pemuda berbakat degan kelulusan nilai terbaik.


Mobil taksi berhenti, dia langsung melangkah masuk dan memberikan alamatnya. Tanpa mengeluarkan suara sepanjang perjalanan dia menatap rindu di tanah kelahirannya.


Ponselnya menerima pesan, wajahnya yang tenang langsung berubah dingin.


"Putar arah pak, pergi ke alamat xxxx."


Mobil putar arah, sampai di tempat klub malam. Hari kelulusan anak SMA yang baru saja mendapatkan kartu, menandakan mereka jika sudah cukup umur untuk masuk ke tempat area dewasa.


Dia melangkah masuk tanpa menunjukkan apapun, wajah tampan dan lebih mirip bule, penampilan yang elegan tanpa cacat bisa masuk dengan mudah.


Bau minuman keras sudah membuat darahnya mendidih, belum lagi ratusan wanita seksi lebih mirip orang yang tidak menggunakan baju sedang bergoyang, musik berdentum memecahkan gendang telinga, keringat mengalir bersentuhan membuatnya ingin muntah.


Banyak wanita berteriak melihat ketampanan, tatapan dingin membuat orang tidak berani menyentuh. Empat wanita cantik berdiri sambil menelan ludahnya.


"Innalilahi wa inalillahi rohjiun, manusia kanebo kering." Winda menutup mulutnya.


"Mati kita, ada manusia es." Bella mengambil tasnya, Billa juga mengerutkan keningnya ketakutan.


"Oh my good! pria tampan dari kayangan akhirnya kembali!" teriak Vira kesenangan, berbeda dengan ketiganya yang takut, Vira paling semangat.


Kacamata hitam di buka, melihat empat wanita yang asik bersenang-senang merayakan acara kelulusan SMA mereka. Dengan banyak pria dan wanita berpakaian seksi, minuman keras.


"Kakak! jangan salah paham Winda tidak pernah menyentuh benda haram." Satu-satunya lelaki yang paling dia takuti dalam keluarga Bramasta.


"Astaga hari ini jadwal kumpul di rumah utama, ayo kita kembali." Cepat Bella berlari, diikuti oleh Billa dan Winda masih tersisa Vira yang cengengesan.


"Winda sayang! handphone kamu tertinggal." Teriak seorang pemuda.


"Buang saja!" teriak Winda tidak punya niat untuk kembali.


"Hai Wildan, Vira juga akan menyusul keluar." Vira melangkah melewati Wildan langsung cepat mengejar ketiga bocah yang sudah berlari duluan.


Wildan mendekat, mengambil ponsel Winda dan kunci mobil Winda. Seorang pemuda menahan tangan Wildan menatapnya sinis.


Keributan terjadi, asik pukul memukul terjadi hanya hitungan menit tempat hancur. Wildan mendekati pemilik dan mengatakan, dalam hitungan jam bisnis akan hancur karena membiarkan empat wanita masuk.


Di luar Winda mengumpat kunci mobilnya tertinggal, baru saja mendapatkan izin bebas membawa kendaraan tapi sekarang sudah terkena masalah.

__ADS_1


"Wildan, wajah tampan kamu tergores." Vira menyentuh wajah Wildan dan cepat langsung ditepis dengan kasar. Bibir Vira langsung manyun.


Semuanya ikut Wildan masuk ke dalam mobil, Vira tidak ada takut sama sekali dia terlalu mengagumi pria tampan yang hanya beda satu tahun darinya.


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, padahal empat wanita baru saja tiba dan ingin bersenang-senang, belum juga sempat duduk manusia es sudah muncul.


Sesampainya di kediaman utama, seluruh orang dengan keramaian sudah berkumpul. Jadwal perkumpulan yang setia bulan rutin di lakukan.


"Masuk kamar dari pintu belakang, langsung mandi. Jangan sampai ada yang tahu kalian tadi dari mana, setelah itu baru kita selesaikan urusan kita.


Wildan keluar dan masuk dan langsung mengubah ekspresi wajahnya, semua orang fokus melihat pemuda tampan Bramasta kembali.


"Wildan!" teriak Reva meneteskan air mata.


"Mami, jangan menangis." Wildan mencium tangan Maminya, memeluknya dengan erat, wanita satu-satunya yang dia paling dia cintai.


"Kenapa pulang tidak memberikan kabar, Mami bisa menjemput Wildan."


"Yang terpenting Wilda di sini mami."


Wildan juga mendekati Viana memberikan salam, lalu bertemu Jum mencium tangannya. Viana dan Jum dia wanita yang Wildan sangat hormati.


"Papi di mana Mami?" Wildan langsung pamit untuk bertemu Papinya yang asik mengobrol dengan yang lainnya.


Sebuah kamar terbuka, Wildan mengetuk pintu dan masuk saat dipersilahkan.


"Kakak jangan bicara seperti itu, keluarga terpenting dalam hidup Wildan." Wildan menggendong keponakannya putra dari kakaknya Windy.


"Wira sudah berusia 3tahun tapi kamu sekali saja belum menemuinya."


"Iya maaf."


Wildan langsung pamit untuk menemui Papi dan kedua Uncle.


"Assalamualaikum Papi." Wildan mencium bibir tangan Bima dan memeluknya.


"Wildan, pulang tidak memberikan kabar.


"Keponakan Uncle, kamu kelewatan tampan Wildan." Bisma memeluk keponakannya yang sudah besar.


"Hai Uncle Rama, apa kabar?"


"Baik, kamu pasti sangat baik, bagaimana pendidikan kamu."

__ADS_1


"Pertanyaan apa itu Ram, dia baru saja lulus SMA makanya kembali, kuliah di sini saja Wildan."


"Wildan sudah lulus kuliah," Wildan langsung melangkah pergi, mencari segerombolan pria yang mengusik hidupnya.


"Dia lulus kuliah, dengan usia tujuh belas tahun, otak apa yang Wildan gunakan."


Di dalam ruang sedang berisik suara tawa dan saling mengejek, Wildan membuka pintu membuat semua orang menatapnya.


"Manusia es!" Ravi langsung berlari memeluk Wildan, dengan gemas tapi Wildan mendorongnya.


Wildan menyalami Tian sebagai kakak tertuanya, menyapa Erik juga Tama yang dia ketahui satu geng. Seorang gadis menatap Wildan menggoda membuat tatapan Wildan mengerikan.


"Sasha jangan tertarik padanya, kamu hanya akan mati kedinginan." Erik tertawa membuat bibir Sasha manyun.


Kasih memperhatikan wajah Wildan yang mirip dengan Winda, tapi Wildan lebih mirip bule beda dengan Winda yang mirip preman pasar.


"Sayang, jangan menatap Wildan berlebihan aku bisa cemburu."


"Dia manusia jenius, dalam perhitungan juga ahli komputer, kamu juga mendapatkan gelar master. Tidak terpikirkan ternyata kamu keturunan Bramasta."


"Kasih, kamu terlalu jauh mengetahui banyak hal, tapi tidak tahu dengan bakat kamu sendiri." Wildan menatap sinis.


"Woy manusia es, jangan menghina calon istriku." Ravi melempar Wildan dengan kacang.


"Aku tidak perduli, dia nenek, pembantu, istri atau apapun, jelaskan apa maksud dari foto yang kamu kirimkan."


"Tian lihatlah adik kamu, tidak ada sopan. Aku jauh lebih tua tapi dia memanggil dengan aku kamu."


"Tidak ada panggilan khusus antara keluarga Prasetya dan Bramasta." Bastian menepuk bahu Wildan.


Ravi tersenyum, meminta Sasha pergi bermain dengan empat manusia astral. Ravi mulai menceritakan soal penyerang Kasih, Ravi juga memaksa Wildan untuk kembali. Orang yang menyerang Kasih mungkin musuh masalalu kedua orangtua Ravi, tapi belum. Isa dipastikan karena pelaku bunuh diri.


"Aku terlalu sibuk Ravi, kekacauan yang di buat oleh empat wanita juga belum menemukan ujung, ditambah lagi musuh masalalu."


"Yakin kamu Wildan dia tidak akan membahayakan Winda, ingat kejadian yang kita rahasia kepada orangtua, saat pernikahan kak Windy. Masih ingin penyerang yang hampir membunuh aku dan kamu."


"Oke, aku bergabung tapi dengan syarat tidak ada yang boleh melanggar peraturan."


Semuanya menggagukan kepalanya, Kasih pikir hanya para wanita yang punya kelompok tapi ternyata para putra lebih menantang lagi, isinya orang hebat. Ravi pemuda pecicilan yang memegang perusahan juga teknologi modern yang dia kontrol, Wildan pemuda jenius yang mempunyai kemampuan meretas juga pemikirannya yang luar biasa, Erik sebagai seorang Dokter, Bastian yang memegang perusahan juga mengontrol Wildan dalam pergerakan agar aman dari keluarga, karena ayahnya Bisma juga licik sedangkan Uncle Bima sangat cerdas hanya Tian yang bisa mengendalikan keduanya, juga ada Tama yang akan melindungi mereka semua dari kejaran kepolisian dan menjaga dari kejauhan.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA

__ADS_1


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP


***


__ADS_2