SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S3 KERAJAAN ILEGAL


__ADS_3

Suara langkah kaki Wildan terdengar mondar-mandir, dia tidak tahu harus turun ke lapangan atau hanya diam saja.


"Bagaimana Wil?"


"Wildan berdosa kak jika melawan perintah Mami." Wildan mengacak-acak rambutnya.


"Hubungi Papi kamu Wil, kita harus pergi karena Winda dan Vira di sana."


"Biarkan aku berpikir sebentar."


"Mommy Vi, mungkin bisa meminta bantuan Mommy ... tidak boleh, nanti Mommy banyak pikiran. Ya Allah kenapa mereka berdua harus pergi?" Wildan menatap ke arah luar.


Senyuman Bella terlihat, Wildan tidak mengenal baik siapa Winda. Saudara kembarnya yang memiliki kecantikan, tapi tidak menggunakan kepintarannya. Winda memang suka melakukan kesalahan, tapi bukan berarti dia ceroboh.


Kecerdasan Winda memang tidak unggul seperti Wildan, tapi kelicikan dan kecerdikan Winda bisa mengalahkan kepintaran yang hanya menggunakan metode dan materi.


Vira yang sudah sejak muda mengendalikan beberapa kelompok Mafia yang pernah berdiri disisi Mommy, Vira sama dengan Viana bekerja di belakang layar, tanpa ada yang tahu wajahnya.


Kecerdasan Vira selalu dia tutupi dengan kenakalan agar dirinya tidak terlihat sebagai wanita kejam.


"Wil, jika kamu takut duduk manis saja. Kita tunggu mereka pulang, sekuat apa mereka sehingga bisa mengalahkan putri Prasetya dan Bramasta yang terkenal kuat." Bella tertawa lucu, seharusnya Vira dan Winda mengajak dirinya.


Wildan diam, menatap layar ponselnya langsung meletakan di atas meja.


"Maafkan Wildan Mami, Wildan menjadi anak durhaka." Wildan langsung keluar untuk menyusul Vira dan Winda.


Yusuf duduk di sofa, Bella menatap Yusuf yang terlihat binggung.


"Kak Yusuf sudah lama mengenal Wildan, setidaknya harus yakin dengan kemampuannya."


"Aku sangat mempercayai dia, hanya saja kali ini beda."


"Apa bedanya?"


"Satu adiknya, satu wanitanya."


"Wanitanya, Wildan dijodohkan dengan Vira?" Bella langsung tertawa.


"Bella, Wildan pernah cendera di Roma hampir kritis sampai Mami Reva mengetahuinya lalu mengamuk. Aku juga tidak ingin Wildan mengulangi kesalahan yang sama."


"Wildan akan lebih berhati-hati, masalahnya kamu tidak tahu besarnya kekuasaan Vira Arsen." Bella menepuk pundak Yusuf.


"Oh iya. Kak Yusuf juga harus pergi menyelamatkan calon istri." Bella tertawa lucu melihat Yusuf yang sangat lembut, sangat mirip Papi Bima.


Wildan menemui Yusuf yang menatap layar, Wildan langsung duduk kembali melihat Randu yang sedang berjalan memasuki terowongan rahasia.


"Kamu akan meninggalkan dia?" Yusuf menatap Wildan.


"Kak, Vira dan Winda jauh lebih penting."


"Satu kamu ingkar janji kepada Randu, dua kamu melanggar sumpah kepada Mami. Semuanya memang demi kebaikan Wil, tapi kamu tahu akibatnya. Randu kehilangan kepercayaan, sedangkan Mami akan kecewa."

__ADS_1


"Lebih kecewa lagi jika mereka terluka." Wildan menundukkan kepalanya.


"Kak Tian, mungkin dia bisa membantu."


Wildan langsung menghubungi Tian, Wildan tahu jika Tian juga ada di kota yang sama dengan mereka hanya saja beda tempat.


Wildan menceritakan jika sedang membantu Randu, tapi Vira dan Winda menyerang demi menyelamatkan Dewa.


[Kak Tian bisa membantu Wildan?]


[Kamu jangan pergi, tunggu sampai Randu berhasil keluar dengan selamat, masalah Vira dan Winda mereka tidak akan terluka di awal. Kamu bisa menarik keluar Winda dan Vira saat bantuan dari pihak kepolisian datang, identitas kamu tidak akan terbongkar. Wildan apapun tindakan ada resikonya, berhati-hatilah. Satu hal lagi jangan sampai aku dan Bella bertemu karena akan membuat dia tidak nyaman, biarkan Bella siap sampai akhirnya pulang.]


[Baik kak, Wildan minta tolong kak untuk antisipasi jika mereka diserang, Wildan harus menunggu Randu keluar.]


[Kak Tian, kapan akan pulang?]


[Aku masih ada pekerjaan satu negara lagi, setelahnya pulang. Kenapa kamu ingin menikah?]


[Sudahlah, Wildan matikan panggilannya. Kak Tian jaga kesehatan saat berada di luar.] Wildan mematikan ponselnya.


Bella menatap tajam, mondar-mandir menunggu Yusuf dan Wildan yang fokus di depan layar.


"Lama sekali, Bella ingin bertarung." Bella menghela nafasnya.


Wildan mengarahkan Randu sampai tiba di tempat yang mereka cari selama ini.


"Gila Wil, ternyata memang ada kerajaan ilegal milik mereka." Bella menutup mulutnya.


"Kita harus pergi ke sana, Bella harus membawa kamera untuk berfoto. Vira dan Winda pasti seneng sekali."


Yusuf menatap Bella yang ternyata cerewet juga, Wildan menatap aneh Bella yang mulai kembali lagi seperti awal banyak bicara.


"Randu berhasil, kita pergi sekarang Wil."


"Ye, kita pergi." Bella langsung berlari lebih dulu menyiapkan keperluan mereka bertiga untuk foto-foto.


"Apa mereka memang semuanya heboh?"


"Iya kak, apalagi ketemu tempat foto. Billa yang menjadi tukang fotonya, hampir seluruh foto hanya isinya Vira, Winda dan Bella."


Yusuf tersenyum langsung mengeluarkan mobil anti peluru yang Wildan, Yusuf dan Karan rakit.


"Ini mobil kak Karan?"


"Iya, dia takut ketahuan oleh Karin."


"Mobilnya keren." Bella langsung masuk.


"Kak Bel tidak mengenali mobil ini?" Wildan menatap Bella.


"Punya kak Karan, dia menyembunyikan untuk kado pernikahan." Bella tersenyum.

__ADS_1


Yusuf dan Wildan langsung menatap Bella, ragu ingin membawanya karena untuk kado pernikahan.


"Kita menggunakan mobil lain saja, tidak nyaman menggunakan ini." Yusuf langsung keluar bersama Wildan.


Bella langsung keluar sambil cemberut, mengambil alih mobil memaksa Wildan dan Yusuf masuk.


Akhirnya mobil dikendarai oleh Bella, langsung melaju dengan kecepatan tinggi. Wildan menatap tajam Bella yang mempunyai keahlian dalam mengendalikan mobil.


"Gunakan sabuk pengaman." Bella mengebut sampai tenaga mobil full.


Yusuf memejamkan matanya, Wildan juga sedikit takut melihat cara Bella mengendarai mobil.


Perjalanan yang seharusnya hampir satu jam, dapat Bella selesaikan tidak sampai tiga puluh menit.


"Pulang dari sini, mobil keluar asap." Yusuf menghela nafasnya.


***


Mobil yang Vira kendarai berhenti, langsung berlari ke dalam tempat rumah hantu langsung menyelinap masuk ke bawah tanah.


Winda meminta Vira mengikutinya, melangkah dengan cepat dan berhenti langsung menempel didinding.


"Ada apa?"


"Ada orang yang akan lewat." Winda melihat kembali langsung melangkah lagi secara perlahan.


"Win, ternyata tempat ini memang nyata."


"Berapa banyak kekayaan mereka?"


"Mungkin mengimbangi kekayaan keluarga Bramasta, jika ditotalkan kita kalah miskin."


Winda menahan tawa langsung berjalan, melihat sinyal yang mulai tersebar.


"Tempat ini memiliki tiga jalur, satu bisa dilalui mobil, kedua kita yang sekarang."


"Jalur tiga pasti jalan tikus." Winda melihat sinyal mulai menyebar di dekat mereka.


Vira sudah memerintahkan bawahan, langsung menggunakan topeng untuk menutupi identitasnya. Winda juga melakukan hal yang sama menatap banyak yang mendekat.


"Nona, apa yang harus kita lakukan?"


"Terutama pastikan kalian selamat, lalu kita temukan kejahatan mereka." Vira melangkah diikuti banyak orang.


"Satu hal lagi, tangkap Fly dalam keadaan hidup." Winda melangkah bersama Vira masuk ke gerbang yang sudah dijaga oleh puluhan hampir ratusan penjaga.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN TAMBAH FAVORIT JUGA


FOLLOW IG VHIAAZAIRA

__ADS_1


__ADS_2